Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Melahirkan 2


__ADS_3

Nancy kemudian mengambil ponsel Jessy di dalam tas dan memberikannya kepada Jessy. Tapi terlebih dulu Jessy menelepon orang dirumahnya agar perlengkapan lahirannya dibawa ke Rumah Sakit.


Seminggu yang lalu Jessy sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk proses lahirannya nanti. Ia mengemasi semuanya di dalam tas yang agak besar agar bisa muat semuanya di dalam itu.


Dan tentu saja, tanpa diduga hari itu pun tiba. Saat sang suami pergi meninggalkannya beberapa hari, saat itu juga perutnya merasakan sakit.


Selesai menghubungi Bibi Lusy di rumah, ia pun menyerahkan ponselnya kepada Nancy, mertuanya. "Ini Ma." Ucapnya sembari menyerahkan ponselnya.


"Kenapa tidak kau saja nak yang menghubungi mereka ?." Tanya Nancy heran.


"Mama saja. Aku ingin jalan-jalan mengelilingi kamar ini." Alasannya yang masuk akal.


Nancy meraih ponsel Jessy kemudian mencari nomor Olive, dan setelah menemukannya ia pun segera menghubungi besan nya itu.


Beberapa kali nada berdering barulah ada suara yang menyapa dari ponsel tersebut.


"Halo, Nak !." Terdengar suara lembut seorang wanita.


"Halo, Olive. Ini aku Nancy."

__ADS_1


" Nancy, ada apa ? Apa terjadi sesuatu pada anak-anak ?." Tanya Olive dengan suara sedikit panik.


"Tidak. Hanya saja Jessy kemungkinan hari ini akan melahirkan, Olive." Tutur Nancy yang memberitahukan.


" Apa ! Astaga putriku. Nancy, aku dan Leo akan pulang hari ini. Sampaikan salam dan pelukku pada Jessy."


Keduanya pun mengakhiri panggilan tersebut, kemudian Nancy mencoba menghubungi Steve tapi saat bersamaan Brian masuk ke kamar. Wajahnya terlihat kesal dan Nancy pun mendekati suaminya itu.


"Ada apa Brian ? Kenapa wajahmu seperti itu ?."


"Steve. Anak itu tidak mengangkat panggilanku dari tadi. Sedang apa dia disana ? Dasar." Kesalnya.


"Ada apa Pa ? Kenapa papa marah-marah ?." Seru Jessy tiba-tiba.


"Tidak apa-apa, Pa. Aku lebih baik seperti ini. Kenapa papa marah-marah tadi ?."


"Tidak, Nak. Suamimu itu tidak mengangkat ponselnya saat papa hubungi, padahal papa ingin memberitahukan kepadanya tentang kondisimu." Ucap Brian dengan nada pelan.


"Biar aku coba menghubunginya dengan ponsel Jessy, siapa tahu dia mengangkatnya." Nancy mulai menghubungi putranya itu namun sama juga tidak direspon oleh Steve.

__ADS_1


Sekali lagi Nancy mencoba tapi sama saja, Steve tetap tidak mengangkat panggilan itu. "Dia juga tidak mengangkat teleponnya."


"Hubungi Juan saja. Sini berikan ponselnya padaku." Brian langsung mengambil benda pipih itu dari tangan istrinya. Ia mulai mencari nama Juan di ponsel Jessy dan segera menghubungi anak angkatnya itu.


***


Tempat Steve dan Juan berada, mereka berdua disibukan dengan pertemuan para pembisnis serta pengusaha besar. Steve dengan penuh percaya diri melakukan persentasi kepada para semua orang di dalam ruangan itu.


Tanpa sedikit pun gugup atau yang terlewatkan, semuanya sudab Steve pelajari dan mengingat setiap detail tentang perusahaannya itu.


Sementara ia menyampaikan di depan, ponselnya pun berdering beberapa kali. Ponsel yang ia masukkan ke dalam tasnya, sehingga ia tidak mengetahui sudah puluhan kali orang-orang meneleponnya.


Juan yang sedang berdiri dibawah podium dengan jarak antara Steve dengannya tidak terlalu jauh. Ia memerhatikan setiap persentasi yang diucapkan oleh Steve.


Sementata ia berdiri, ponsel yang berada dalam saku celana pun bergetar. Segera Juan mengambilnya dan melihat siapa yang meneleponnya.


Nona Jessy !. Batinnya melihat layar ponselnya. "Halo, Nona. Ada apa ?." Tanyanya dan tak lama kemudian kedua matanya terbelalak mendengar suara dalam ponsel tersebut.


Juan kembali melihat Steve dan saat bersamaan Steve juga melihat kearahnya. Merasa ada sesuatu, Steve dengan cepat mengakhiri persentasinya di depan dengan hormat.

__ADS_1


Setelah itu, Steve segera turun menghampiri Juan. "Ada apa Juan ?." Begitu ia sampai di dekat Juan.


"Nona Jessy, Tuan." Ucapnya pelan.


__ADS_2