
❣️ Hai Guys jangan lupa beri dukunganmu kepada Novel ini yaa, melalui Vote, ratting, like, koment agar author tambah semangat .. selalu sehat semuanya ❣️
Sekretaris Juan sudah datang dan langsung menuju kamar rawat Jessy. Sesampainya disana dia melihat Steve dan Jessy sudah bersiap-siap.
" Selamat siang Tuan dan Nona ". Sapa Sekretaris Juan begitu sudah masuk kedalam ruangan.
" Pagi Sekretaris Juan ". Balas Jessy memberi salam kepada Sekretaris Juan.
" Kenapa lama sekali kau datang ". Timpal Steve yang melihat Sekretaris Juan mengambil barang-barang.
" Maafkan aku Tuan, aku harus ke rumah besar terlebih dahulu untuk memberikan laporan proyek perusahaan kepada Tuan Brian ".
" Oh .. ya sudah bawa barangnya dan kita pergi dari sini ". Tutur Steve yang menerima alasan Sekretaris Juan dan merangkul tangan Jessy untuk beranjak keluar dari ruangan tersebut.
Melihat Steve dan Jessy keluar, Sekretaris Juan pun mengikuti mereka berdua dari belakang sambil membawa barangnya Steve dan juga Jessy.
Sekretaris Juan mengambil mobil yang diparkirkannya dihalaman parkir rumah sakit. Dia memasukkan barang yang dibawanya lalu menjemput Steve dan Jessy yang sudah menunggu di Lobby rumah sak
Dalam perjalanan pulang kerumah, Jessy melihat salah satu restaurant cepat saji dalam pikirannya dia membayangkan burger yang dilapisi double daging ham, keju dan telur membuatnya tidak bisa menahan rasa kelezatan burger tersebut. Dengan ragu-ragu dia meminta kepada Steve untuk singgah sebentar di restaurant cepat saji itu.
" Hmmm ... Steve aku ingin sekali makan burger disitu, bisakah kita singgah sebentar membelinya ?". Ucapnya dengan ragu.
__ADS_1
Steve melihat arah jari Jessy yang sedang menunjuk keluar lalu menoleh lagi kepada Jessy. " Tidak bisa, itu bukan makanan sehat dan tidak baik untuk kesehatanmu ". Tolaknya permintaan Jessy.
" Hanya sekali saja Steve, aku mohon ... " Pinta Jessy lagi sambil menyatukan kedua telapak tangannya memohon.
Steve yang tidak tega pun akhirnya mengalah, dan memenuhi permintaan Jessy untuk membelikannya burger. " Baiklah, hanya sekali saja dan aku tidak ingin ada 2 atau 3 atau seterusnya lagi ". Ujar Steve menatap wajah Jessy.
Jessy dengan senang menganggukkan kepalanya tanda setuju, dalam pikirannya hanya ingin cepat-cepat memakan burger tersebut.
" Juan, kita ke restaurant cepat saji itu ". Perintah Steve kepada Sekretaris Juan yang sedang mengemudikan mobilnya.
Mendengar perintah Steve, Sekretaris Juan langsung memutar mobilnya menuju restaurant yang dimaksud. Tak butuh waktu lama, mereka sampai dan langsung memesan apa yang diinginkan oleh Jessy. Tak tanggung-tanggung Jessy memesan 4 porsi Burger sekaligus kepada seorang pelayan.
" Jessy, kenapa kau memesan sebanyak itu ?". Seru Steve
" Aku tidak memakan itu ". Bantah Steve.
" Kau tidak memakannya, ya sudah bagianmu jadi milikku saja dan aku akan tetap memberikan 1 porsi kepada Sekretaris Juan ". Tukas Jessy tidak mau mengalah.
" Astaga, kau ini ... ". Gerutu Steve. " Awas saja tidak kau habiskan semuanya ". Lanjutnya lagi.
" Tenang saja aku akan menghabiskan semuanya, kalau tidak habis aku akan memaksamu untuk memakannya ". Jawab Jessy dengan santai.
__ADS_1
Steve melototi wajah Jessy. " Enak saja, kau suruh saja Juan menghabiskannya ". Seru Steve tidak terima.
Sekretaris Juan hanya memperhatikan kelakuan kedua orang tersebut dan menggelengkan kepalanya. Kenapa aku dibawa-bawa sih. Gumamnya dalam hati.
***
Akhirnya mereka bertiga sampai dirumah Steve dan langsung keluar dari dalam mobil. Steve menggandeng tangan Jessy menuju pintu rumah sedangkan Sekretaris Juan mengeluarkan barang Jessy dan Steve dan menentengnya masuk kedalam.
Setelah masuk Jessy melihat kamarnya dan dengan wajah berseri Jessy melepas gandengan Steve dan berjalan menuju kamarnya.
" Kau mau kemana ". Cegah Steve yang melihat Jessy mau menuju kamarnya.
" Aku mau masuk ke kamarku, jadi mau kemana lagi ". Jawab Jessy heran.
" Jangan masuk ke kamar itu lagi, mulai sekarang kau dan aku akan satu kamar ".
" Apa !". Jessy membulatkan matanya karena kaget. " Tapi bukankah kau sendiri yang menyuruhku tidur dikamar itu ". Sambungnya yang menunjuk kearah kamarnya.
" Iya tapi mulai sekarang aku menyuruhmu untuk tidur dikamar atas bersamaku ". Jawab Steve lagi.
" Tapi kenapa ... ".Belum selesai Jessy bicara.
__ADS_1
" Jangan tanya kenapa lagi, ayo kita ke atas kau perlu istirahat sekarang ". Timpal Steve dan langsung menarik tangan Jessy untuk naik keatas.