
Jessy merasa tidak nyaman berlama-lama di rumah sakit, dia sudah bosan dengan suasana yang dirasakannya di rumah sakit tersebut. Pagi ini setelah selesai sarapan, dia ingin meminta segera pulang kerumah kepada Steve.
" Hmm .. Steve, aku sungguh bosan berada disini terus, bisakah kita pulang hari ini ?". Pinta Jessy kepada Steve yang duduk diatas ranjang.
" Tidak boleh, kau harus pulih dulu baru pulang kerumah ". Jawab Steve tegas.
" Tapi .. aku sudah merasa tubuhku baik-baik saja, jika berlama disini aku akan mati kebosanan Steve ". Rengek Jessy kayak anak kecil.
" Ah ya sudah, hentikan tingkah aneh mu itu, aku akan bertanya dulu kepada Carlos ". Ucapnya yang merasa geli melihat tingkah kekanakan Jessy.
" Sekarang Steve ". Perintahnya yang sudah tidak sabar ingin pulang.
" Waah enak sekali dirimu memerintahku seperti itu ! ". Seru Steve lagi.
" Maafkan aku kalau aku memaksa kehendakku ". Tutur Jessy yang langsung menundukkan kepalanya.
Melihat itu Steve hanya gelengkan kepalanya saja, tertawa kecil melihat tingkah lucu yang dilakukan oleh Jessy.
" Baiklah, tunggu disini aku pergi bertemu dengan Carlos dulu ". Ucapnya dengan suara lembut dan mengacak rambut Jessy.
Jessy pun sontak mengangkat kepalanya setelah mendengar ucapan Steve barusan.
__ADS_1
" Benarkah ! " Serunya yang tersenyum kepada Steve.
Steve hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa berbicara. Lalu dia berjalan keluar dari kamar rawat Jessy menuju ruang kerja Dokter Carlos.
Ketika Steve hendak belok ke lorong sebelah kiri, dia mendengar namanya di panggil oleh seseorang. Ternyata itu adalah Dokter Carlos yang baru saja keluar dari kamar rawat pasien lainnya. Steve menoleh kearah suara dan mendapati Dokter Carlos yang sedang berjalan kearahnya.
" Kau mencariku ?". Tanya Dokter Carlos yang sudah sampai di tempat berdirinya Steve.
" Darimana kau tahu jika aku mencarimu ".
" Diwajahmu ada tulisan yang bertuliskan " Aku mencari Dokter Carlos ", benarkan ". Canda Dokter Carlos kepada Steve lalu tertawa.
" Rupanya kau ini bukan hanya sekedar Dokter saja ya, tetapi juga komedian, apa kah itu pekerjaan sampinganmu Carl, tapi sayangnya candaanmu tidak lucu ". Balas Steve yang memasang wajah datar.
" Makanya kau harus kursus dulu jika ingin jadi komedian ". Tutur Steve yang menepuk pundak Dokter Carlos.
" Katakan, ada apa kau mencariku ". Tanya Dokter Carlos lagi.
" Jessy ingin pulang hari ini, apakah bisa ". Jawabnya.
" Aku akan memeriksa keadaannya terlebih dahulu Steve, baru aku bisa pastikan Nona Jessy bisa pulang atau tidak. Tapi, aku tidak percaya ini jika wanita itu adalah istrimu Steve, kenapa kau tidak mengundangku waktu menikah ".
__ADS_1
" Karena kau tamu yang tidak penting, cepat periksa dia sekarang juga Carl ". Perintah Steve dengan santai lalu jalan duluan.
" Cihh, kau ini teman macam apa ! Dasaarr " Gerutu Dokter Carlos sambil mengikuti langkah kaki Steve.
Steve tersenyum saja melihat kekesalan Dokter Carlos. Rasakan pembalasanku Carl. Ucap Steve dalam hati.
***
Setelah Dokter Carlos selesai memeriksa keadaan Jessy, dan melihat jika Jessy sudah membaik dia mengizinkan Jessy pulang hari ini juga. Mendengar jika dia diperbolehkan pulang, Jessy sangat senang sekali.
" Aku akan mengatur jadwalmu untuk kemoterapi selanjutnya Nona, jangan lupa istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi ya". Ucap Dokter Carlos dengan tersenyum.
" Terima kasih Dokter Carlos ". Balas Jessy yang juga tersenyum.
" Segera buat jadwalnya dan beritahu aku juga Carl ". pinta Steve kepada Dokter Carlos.
" Pasti Steve, baiklah aku pergi dulu dan cepat sembuh nona Jessy ". Ucap Dokter Carlos lalu beranjak keluar dari kamar rawat Jessy.
Melihat Dokter Carlos keluar, Steve duduk diranjang berhadapan dengan Jessy. " Apa kau sekarang senang ?". Tanyanya yang melihat wajah Jessy ceria.
" Sangat senang sekali, terima kasih Steve ". Jawabnya yang tersenyum memamerkan gigi putihnya.
__ADS_1
" Ayo kita bersiap-siap untuk pulang, aku akan menelepon Sekretaris Juan untuk menjemput kita ". Tuturnya yang mengamb ponselnya di atas nakas samping ranjang Jessy.
Jessy hanya memberikan senyuman kepada Steve, memperhatikan tiap gerak tubuh Steve. Aku senang melihatmu seperti ini Steve, aku semakin mencintaimu. Ucapnya dalam hati dan masih menatap Steve.