
Setelah itu Juan menunggu Steve diruang kerja seperti biasa. Sedangkan yang lainnya melanjutkan makan malam mereka hingga selesai, Leo dan Olive pun segera pamit pulang begitu selesai makan malam bersama anak dan menantunya. Sesudah kepulangan Leo dan Olive, Steve mengantar Jessy menuju kamarnya untuk beristirahat sebelum ia menemui Juan diruang kerjanya.
" Jessy, aku tinggal dulu untuk menemui Juan disana, kau istirahat saja duluan ". Tuturnya setelah sampai dikamar.
" Baiklah, tapi Steve ... jangan lama kau juga perlu beristirahat ".
" Oke ". Setelah menjawab Steve melanjutkan langkahnya menemui Juan yang sudah ada diruang kerjanya. Steve merasa kacau ketika menerima pesan dari Kimberly untuk itu dia meminta Juan untuk bertemu dengannya dirumah.
Setibanya Steve didepan pintu, hatinya masih saja gusar. Kegusaran yang dilandanya karena takut terjadi apa-apa dengan Jessy apalagi saat ini Jessy sedang mengandung anaknya. Tanpa menunggu lama, Steve segera membuka pintu tersebut dan melihat Sekretaris Juan sedang duduk disofa. Sekretaris Juan pun menoleh kearah pintu dan segera beranjak berdiri menyambut bossnya itu.
" Duduklah ". Perintah Steve kepada Sekretaris Juan.
Sekretaris Juan hanya menganggukan kepalanya dan duduk disofa setelah Steve terlebih dulu mendudukan tubuhnya. Sekretaris Juan melihat raut wajah Steve yang tidak seperti biasanya, pasti Steve mengalami sesuatu, pikirnya.
" Ada apa Steve, apa kau baik-baik saja !". Tanya Juan yang menatap wajah Steve.
" Kimberly sudah tahu siapa istriku Juan, aku hanya merasa tidak tenang jika dia akan melakukan sesuatu kepada Jessy ". Ucapnya yang masih gusar. " Jessy sekarang hamil Juan, dan usia kandungannya memasuki 3 minggu, masih rentan sekali ". Lanjutnya.
Nona Jessy hamil !. " Steve aku akan mengurus Kimberly kau jangan kuatir, akan aku pastikan Nona Jessy baik-baik saja ".
" Mintalah beberapa orang untuk menjaga dirumah ini Juan, untuk keamanan Jessy jika aku tidak dirumah, aku kuatir Kimberly bertindak ketika aku tidak sedang dirumah ".
__ADS_1
" Baik Steve, aku akan melakukannya ". Ucap Juan menyanggupi permintaan Steve.
***
Hari ini Steve dan Sekretaris Juan akan berangkat keluar kota untuk menemui klien mereka disana. Sebenarnya Steve tidak mau pergi tapi Jessy terus memaksanya untuk pergi keluar kota, Jessy berulang kali menyakinkan Steve bahwa dirinya akan baik-baik saja. Dan untuk menghilangkan kecemasan Steve akhirnya Jessy mengatakan akan menyurruh Lanny datang kerumahnya untuk menemaninya.
Sekretaris Juan pun menyuruh 3 orang penjaga untuk berjaga-jaga dirumah Steve. Untuk menghindari terjadi sesuatu, Sekretaris Juan memperlihatkan foto Kimberly kepada 3 orang tersebut, dan memerintahkan kepada mereka agar tidak memperbolehkan wanita ini masuk kedalam rumah.
Setelah memastikan semuanya aman, Steve dan Sekretaris Juan pun berangkat keluar kota.
" Juan, apa kau sudah menyuruh orang untuk menjemput Nona Lanny ?". Tanya Steve tanpa menoleh kedepan arah Juan yang sedang mengemudi.
" Oh, baiklah .. semoga urusan hari ini cepat selesai dan kita bisa pulang ". Ucap Steve penuh harap karena masih kepikiran tentang Jessy.
Seusai mengucapkan itu Steve pun kembali diam dan berusaha menenangkan dirinya sendiri. Sementara itu ponsel milik Sekretaris Juan bergetar diatas dashboard mobil yang dikemudikannya itu. Tampak terlihat dilayar ponselnya sebuah pesan masuk dia melirik sebentar lalu memfokuskan kembali pandangannya kedepan.
Tuan, aku sudah ada dirumah Jessy, terima kasih. Lanny.
Begitu isi pesan yang dikirim oleh Lanny kepada Sekretaris Juan sebagai tanda bahwa dirinya sudah tiba dirumah Steve dan Jessy. Dari kaca spion mobil Sekretaris Juan melirik Steve yang sedang memejamkan matanya kemudian mengalihkan kembali pandangannya kedepan.
Ternyata ancamanku waktu itu tidak berpengaruh kepada Nona Kimberly. Batin Sekretaris Juan dan memgingat kembali kejadian waktu itu bertemu dengan Kimberly secara tidak sengaja.
__ADS_1
Flashback On
" Kebetulan sekali Nona kita bertemu ditempat ini ". Seru Sekretaris Juan dengan nada datar.
" Juan, bagaimana keadaanmu sekarang ! Apa kau sudah memiliki kekasih ! Atau masih setia membuntuti Steve kemanapun ?". Sindir Kimberly sambil menarik salah satu sudut bibirnya meremehkan orang dihadapannya itu.
" Apapun itu bukan urusanmu Nona, seharusnya aku yang bertanya bagaimana keadaan Nona setelah Tuan Steve menolak Nona !". Sekretaris Juan menyindir balik Kimberly, wanita itu wajahnya berubah masam dan kesal dengan perkataan Sekretaris Juan barusan.
" Kau ! berani sekali kau berbicara seperti itu kepadaku ? ". Tukas Kimberly tidak terima.
" Ada apa Nona ? kenapa kau marah-marah ? Ah .. bisa aku pastikan dilihat caramu yang seperti ini kau pasti sangat hancur sekarang. Jangan kau pikir kau adalah wanita satu-satunya yang dicintai oleh Tuan Steve, kau tidak pantas dicintai olehnya. Ku peringatkan kau Nona Kimberly Pattinson, jika kau sedikiy saja menyentuh istri Tuan Steve akan aku pastikan kau akan menerima akibatnya Nona ". Ancam Sekretaris Juan kepada Kimberly.
" Kau mengancamku ? ". Lagi-lagi Kimberly tersenyum meremehkan Juan. " Kau bukan apa-apa Juan, aku tidak takut dengan ancamanmu itu ". Sambungnya sambil menatap tajam kearah Juan.
Sekretaris Juan tidak memperdulikan omongan Kimberly, lebih baik dia meninggalkan tempat itu daripada banyak bicara dengan wanita yang dihadapannya itu. Kimberly pun merasa diabaikan setelah melihat apa yang dilakukan oleh Juan kepadanya.
" Juan .. Juan .. ". Teriaknya memanggil laki-laki itu yang sudah berjalan meninggalkannya tanpa sepatah kata lagi. " Sialan ". Gerutu Kimberly lagi.
Flashback Off
Maaf ya teman-teman Author mengganti Cover serta judul dari Novel ini, karena thor merasa semakin kesini ceritanya tidak sesuai dengan judulnya ... Semoga Judul yang baru readers semakin menyukai Novel ini yaa ... Tetap semangat untuk kita semua 😇❣️
__ADS_1