Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Apa salah anakku ?


__ADS_3

Guys, jangan lupa tinggalin jejak yaa. Coment, like, vote, ratting 5 bintang. Sehat selalu


" Mantan kekasihmu itu sudah menyakiti menantuku ditempat ini, jika papa tidak ada disini papa tidak tahu lagi bagaimana keadaan Jessy. Wanita itu sungguh tidak waras sekali ". Tutur Brian.


Steve terkesiap mendengar penuturan papanya, dia tidak menyangka jika Kimberly berani menganggu Jessy padahal sudah diingatkan oleh Steve bahkan Sekretaris Juan pun sudah mengancamnya dulu. Steve menatap Jessy yang berdiri disamping papanya, terlihat mata Jessy yang berubah sendu dan seperti sedang melamun.


" Jessy ". Ucap Steve lembut yang berjalan mendekati Jessy. " Kau tidak apa-apa ?". Tanya cemas.


Jessy menggelengkan kepalanya, setelah apa yang dialaminya membuat perasaannya terguncang. Jessy mengingat semua kata-kata Kimberly beberapa saat yang lalu, dia menahan cairan bening dimatanya agat tidak terjatuh. Terlebih dalam ingatannya masih membekas ucapan Kimberly tentang anak yang dikandungnya.


Merasa tidak mendapat jawaban, Steve menyentuh wajah Jessy dan mengarahkan arah pandangan Jessy kepada Steve. Terlihat dikedua matanya Jessy cairan bening tertampung disana setelah Steve berhasil mengalihkan pandanga Jessy kepadanya.


" Steve, apa salahku ? Apa salah anakku ? Kenapa ada orang yang begitu jahat menghina anakku Steve ? ". Ucap Jessy yang bersamaan tangisannya pecah.


Steve mendekap tubuh Jessy erat-erat, dia tidak tahu apa yang sudah dikatakan oleh Kimberly kepadanya, bahkan Steve juga merasa marah dan kesal jika ini menyangkut anaknya. Apa yang sudah dikatakan oleh Kimberly kepada istrinya itu sehingga Jessy pun melontarkan ucapannya barusan.

__ADS_1


" Tenangkan dirimu Jessy, ingat saat ini kau sedang mengandung. Aku tidak mau kau mengalami sakit lagi, jangan pikirkan apa yang diucapkan oleh Kimberly kepadamu, aku akan mengurusnya. Kau tenang saja ". Ujar Steve yang masih memeluk Jessy.


" Steve sebaiknya kau mengantarkan Jessy pulang sekarang agar dia bisa beristirahat ". Saran papa Brian yang kemudian diangguki oleh Steve. Sebelum meninggalkan tempat tersebut, papa Brian memeluk menantunya dengan kasih sayang setelah itu mereka berpisah.


***


Sampai dirumah, Steve memarkirkan mobilnya dengan rapi dan sedangkan mobil Jessy yang dibawa oleh paman James dan didampingi oleh Sekretaris Juan memarkir mobil tersebut di belakang mobil Steve.


Seperti biasa Steve mengantarkan Jessy naik keatas menuju kamar mereka sebelum dirinya berdiskusi dengan Sekretaris Juan diruang kerjanya.


" Belum ". Jawab Jessy singkat.


" Kalau begitu makanlah dulu, aku akan menyuruh bibi Lusy mengantarkan makanan kesini ". Ucap Steve yang bersamaan beranjak berdiri.


Jessy menahan tangan Steve, mencegahnya untuk pergi. " Aku tidak lapar Steve ".

__ADS_1


" Tapi kau harus makan Jessy, pikirkan anak kita yang kau kandung saat ini, apa kau tidak kasihan kepadanya ?". Tutur Steve.


Jessy hanya diam, dia memandangi perutnya dan kemudian mengarahkan tangannya untuk menyentuh perutnya yang mulai membuncit itu. " Iya, aku akan makan tapi aku ingin kau yang menyuapiku, apa bisa ?".Pintanya dengan suara pelan.


Steve tersenyum kepada Jessy. " Baiklah, tunggu disini sebentar ya, dasar manja sekali ". Sahutnya yang mencubit pipi Jessy namun tidak membuat Jessy merasa kesakitan.


Jessy melihat Steve yang keluar dari kamar mereka, dan kembali memandangi perutnya. Dia hampir menangis lagi karena masih tersimpan dimemori ingatannya ucapan Kimberly mengenai anaknya.


Sayang, mama sangat menyayangimu begitu juga papamu nak. Maafkan mama karena tidak membelamu saat ada orang yang menghina dirimu nak, tapi mama janji akan selalu melindungimu dari siapapun yang ingin berbuat jahat terhadapmu. Kamu anak mama dan papa.


Dan sementara itu Steve terlihat masuk kedalam kamar yang diikuti oleh bibi Lusy yang membawa makanan untuk Jessy. Steve mengambil piring yang berisi makanan sehat yang diletakkan oleh bibi Lusy diatas nakas. " Ayo makan setelah itu minum obat ". Perintah Steve yang menyuapi Jessy dengan sabar. Jessy pun menikmati setiap suapan yang diberikan oleh Jessy, entah mengapa jika disuapi seperti ini Jessy makan begitu lahap beda jika ia makan dengan sendiri.


Selesai makan, Steve mengeluarkan beberapa jenis obat dari tempatnya dan diberikan kepada Jessy untuk segera diminum. " Sekarang istirahatlah, aku akan menemanimu disini ". Steve mendudukkan tubuhnya disamping samping Jessy yang sudah merebahkan tubuhnya. Steve membelai kepala Jessy dengan lembut agar istrinya itu segera tidur. Sambil membelai kepala Jessy, pikiran Steve pun kembali mengingat tentang kejadian yang ditoko kue tersebut. Pikirannya menerka-nerka apa yang sudah di lakukan oleh Kimberly kepada Jessy.


Kali ini Steve tidak akan membiarkan Kimberly bertindak seenaknya saja kepadanya dan juga Jessy, dia akan membuat wanita yang pernah menjadi kekasihnya itu menyesal karena sudah menganggu Jessy.

__ADS_1


__ADS_2