
"Dia benar-benar tidak tahu. Alasan Tuan Paul benar-benar bagus. Rencana ku berhasil. Datanglah Sayang, dan lihat apa yang akan terjadi disana malam ini." Ucap Steve dalam hatinya sambil tersenyum kepada istrinya.
"Sayang. Aku sudah selesai sarapan, kau masih ingin disini atau bagaimana ?." Jessy meletakkan alat makannya yaitu sendok dan garpu di atas piring.
"Disini saja, kopi ku belum habis." Alasan Steve sambil menunjukkan cangkir yang berisi kopi.
"Ya sudah, aku mau berkemas sebentar dan menghubungi Lanny." Wanita itu beranjak dari kursinya dan berlalu meninggalkan Steve yang masih berada di ruang makan.
Steve memastikan bahwa Jessy benar-benar pergi, kemudian ia mengeluarkan benda pipih berwarna hitam dari saku celananya, dan mulai menghubungi beberapa orang yang terlibat dalam rencananya itu termasuk keluarganya.
Setelah selesai, ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menemui Nico yang sedang bermain dengan Bibi Lusy diruang bermainnya.
"Bibi. Apa semua keperluan Nico sudah Bibi persiapkan ?." Tanyanya kepada Bibi Lusy.
"Sudah Tuan. Sesuai dengan perintah Tuan Steve." Jawab Bibi Lusy.
"Bagus kalau begitu. Jessy akan berangkat jam 2 siang nanti, setelah ia pergi, kita akan berangkat. Bibi bersiap-siaplah."
"Iya Tuan. Kalau begitu Bibi permisi." Pamit Bibi Lusy lalu berjalan keluar dari ruang bermain Nico.
Steve menggendong Nico dan mengajaknya berbicara entah anak kecil itu mengerti atau tidak yang penting Steve memberitahukannya sesuatu.
__ADS_1
"Jagoan Papa. Kita akan memberi kejutan kepada Mama ya. Pasti Mama kaget nanti setelah tahu kita sudah ada disana mendahuluinya. Apa kau senang kalau kita memberi kejutan untuk Mama ?."
Nico bertepuk tangan dan kegirangan seperti tahu dan mengerti maksud ucapan dari Papanya itu, ia bergerak-gerak kegirangan dalam gendongan Steve.
"Pintar. Papa anggap kau mengerti, Nak." Tutur Steve sembari mencium pipi Nico.
***
Resort Jess Ve ...
Sebuah pulau yang cukup luas terlebih pemandangan yang indah memanjakan bagi siapa saja yang menikmati indahnya pulau tersebut.
Ditambah lagi dengan pasir putih yang indah dan bersih menambah nilai plus bagi tempat tersebut yang diberi nama Resort Jess Ve.
Tak heran banyak pengunjung yang berdatangan untuk berlibur di pulau itu. Apa lagi bukan hanya Resort saja yang dibangun tapi ada beberapa wahana juga dibangun agar para pengunjung tidak merasa bosan.
Karena tingkat kenyamanan serta pelayanan yang baik tentu saja membuat Resort Jess Ve menjadi salah satu tujuan orang-orang untuk berlibur.
Seperti saat ini, selain orang asing yang berada ditempat ini ada juga keluarga dari Steve dan juga keluarga dari Jessy. Mereka semua berkumpul dipulau ini untuk memberi kejutan kepada Jessy.
Semua sudah diatur oleh Steve dan dibantu oleh Sekretaris Juan, Lanny, Tuan Paul serta seluruh pegawai yang bekerja di Resort itu. Bahkan sebuah tempat seperti halaman dan cukup luas dihias seindah mungkin oleh orang suruhan Steve.
__ADS_1
Semua halaman terbuka yang menghadap ke pantai itu dipenuhi dekorasi layaknya sebuah pesta. Meja makan pun sudah tersusun rapi dan diatasnya ditata beberapa jenis makanan serta minuman.
Steve dan Nico sudah lebih dulu sampai di Resort tersebut. Mereka menggunakan helikopter untuk datang kesini agar cepat sampai daripada Jessy. Kedatangan Steve sekalian memantau dan memastikan segala sesuatunya tidak ada yang kurang.
Steve dan juga yang lainnya memang bersembunyi di dalam kamar. Semuanya berkumpul di kamar tersebut, sementara menunggu kedatangan Jessy.
"Ide mu bagus juga Steve, tak disangka ternyata putra Papa romantis juga ?." Ucap Brian yang sedang duduk dengan Leo.
"Bakat romantisku temurun dari Papa. Jadi tidak usah diragukan lagi kalau soal seperti ini." Jawabnya dengan bangga.
"Itu baru putra ku." Setuju Brian yang diselingi tawa.
"Itu baru menantu ku." Lanjut Leo yang menunjuk kearah Steve.
"Apa yang kalian bahas ?." Seru Mama Olive yang tiba-tiba masuk ke ruangan tempat ketiga laki-laki itu sedang duduk sambil membawa nampan yang berisi 3 cangkir kopi.
"Tidak ada. Mana Nico ? Seharusnya sesama pria, anak kecil itu duduk disini." Tutur Leo kepada istrinya.
"Bibi Lusy sedang memberinya makan. Lebih baik cucu ku itu tidak bergabung dengan kalian." Pungkas Mama Olive yang kemudian pergi meninggalkan orang-orang itu.
"Hei. Kenapa memangnya ? Dia cucu kami juga, bukan cucu mu saja." Teriak Leo yang tidak di gubris oleh Olive. Brian dan Steve pun hanya tertawa saja melihat teriakan Leo yang tidak dipedulikan oleh Olive.
__ADS_1