
Tapi dengan kejadian hari ini, ia tidak menyangka bahwa dirinya diberi hadiah oleh Tuhan. Janin yang baru usia 4 minggu sedang tumbuh di dalam perutnya. Ia pun menangis karena bahagia, Steve yang melihat istrinya sudah menangis pun datang mendekati Jessy.
" Hei. Kenapa kau menangis ? Apa kau tidak bahagia kita akan memiliki anak lagi ?." Tanyanya lembut sambil mengelus tangan Jessy.
"Ak-aku sangat bahagia, Steve. Aku tidak pernah memikirkan ini tapi Tuhan memberikannya kepada kita tanpa aku sadari. Aku begitu bahagia setelah mengetahui ini."
" Terlebih aku, Jessy. Aku sudah menunggu kehadirannya walaupun harus menunggu lama. Aku mencintaimu."
Jessy hanya tersenyum kepada Steve yang berada disampingnya itu. Dan kemudian mereka kembali ke meja kerja Dokter Milly untuk diberikan beberapa vitamin kepada Jessy.
Setelah selesai, mereka berdua pun pamit kepada Dokter Milly dan pergi meninggalkan rumah sakit tersebut. Tujuan mereka selanjutnya adalah ke rumah orangtua Jessy, sesuai permintaan Jessy sebelum mobil yang mereka gunakan benar-benar meninggalkan rumah sakit.
***
Tibanya mereka berdua dirumah kediaman orangtua Jessy, merek disambut oleh Papa Leo yang kebetulan sedang duduk santai di taman depan rumahnya. Sebuah senyuman di berikan oleh Jessy yang melihat Papanya juga sedang tersenyum kepadanya juga kepada menantunya itu.
"Papa." Ucap Jessy yang sudah berada di pelukan Leo.
" Steve." Leo beralih memeluk menantunya setelah selesai memeluk Jessy. " Kalian, tumben sekali datang kemari. " Lanjutnya lalu mempersilahkan Jessy dan Steve duduk bersama dengannya.
" Maafkan kami Pa. Kami jarang menjenguk papa dan mama kesini. " Jawab Steve yang merasa tidak enak karena kesibukannya jadi jarang melihat kedua mertuanya itu.
__ADS_1
" Tidak apa-apa. Papa tahu kau sibuk. Papa senang kalian datang kemari, ada yang Papa mau sampaikan juga kepada kalian berdua."
" Oh ya. Tentang apa Pa ?." Tanya Jessy mulai penasaran.
" Sabar. Kita tunggu mama datang kesini. Setelah itu papa dan mama memberitahukannya kepada kalian." Tutur Leo dengan tertawa kecil.
Mereka bertiga pun berbincang-bincang hangat sembari menunggu Mama Olive datang. Tanpa menunggu lama, Mama Olive pun datang menghampiri mereka. Ia terkejut karena di tempat itu bukan hanya ada suaminya saja tetapi ada anak perempuannya juga menantunya.
" Jessy, Steve. " Serunya senang lalu segera memeluk kedua anaknya itu satu persatu.
" Mama." Jessy membalas pelukan Olive dengan erat karena rindu kepada Mamanya tersebut.
" Sejak kapan kalian disini ?." Ucapnya sambil mendudukan tubuhnya di kursi sebelah suaminya.
" Kami juga ada kabar baik untuk Papa dan Mama." Timpal Jessy yang sudab tidak sabar ingin memberitahukan kehamilannya. " Tapi sebelum itu, aku ingin tahu terlebih dahulu berita apa yang ingin Papa sama Mama sampaikan."
Leo dan Olive saling melihat satu sama lain kemudian keduanya tersenyum bersamaan. " Baiklah kalau begitu. Papa dan mama beberapa waktu yang lalu ada membeli sebuah pulau kecil, rekan bisnis papa menawarkannya karena membutuhkan dana."
" Lalu !." Sanggah Jessy agak heran.
" Pulaunya bagus dan bersih sekali, ada resort juga disana untuk para wisatawan. Kami juga sudah melihat pulau tersebut secara detail. Mama dan Papa berencana ingin memberikan pulau tersebut kepadamu, nak." Tutur Olive yang arah pandangannya jatuh kepada Jessy.
__ADS_1
" Maksud Mama ? Jessy benar-benar tidak mengerti."
" Papa dan Mama membelikan pulau itu atas namamu, Jessy. Pulaunya bagus untuk dijadikan tempat wisata. Semua sudah lengkap di pulau itu. Apa kau mau mengelolanya ?." Tawar Leo kepada anak perempuannya itu penuh harap.
"Jessy yang mengelolanya ? Tapi Jessy tidak ada pengalaman berbisnis atau kayak papa yang benar-benar menguasai semua bidang."
"Kau tenang saja. Minta bantulah kepada suamimu. Papa yakin, Steve mau mengajarimu caranya berbisnis , Nak. "
" Iya, benar Jessy. Mama juga yakin, Steve mau membantumu." Timpal Olive dengan tersenyum kearah menantunya.
Kemudian Jessy melirik kearah Steve berharap suaminya itu mau meluangkan waktu untuk mengajarinya. " Steve. Bagaimana menurutmu ?." Tanya ragu-ragu.
"Jangan merasa tidak enak seperti itu, aku dengan senang hati akan membantumu, Jessy. " Jawab Steve santai dan merangkul istrinya itu.
"Tapi kau juga punya kesibukan yang lain, Steve. Apa tidak akan membebanimu ?."
Steve menggelengkan kepala. " Tidak. Papa dan mama sudah mempercayaimu untuk mengelolanya, dan sebagai suamimu aku akan dengan senang hati membantumu, Jessy." Ucap Steve dengan lembut.
Jessy tersenyum senang lalu memeluk Steve. " Oh. Aku hampir lupa. Kami juga punya kabar baik untuk kalian." Seru Jessy seraya melepaskan pelukannya.
" Kabar baik apa,Nak ?." Olive tampak antusias ingin tahu kabat baik apa yang ingin disampaikan oleh putrinya itu.
__ADS_1
Jessy dan Steve saling melirik. "Papa dan mama, sekarang ini ... Jessy ... Jessy hamil dan usia kandungan Jessy sudah 4 minggu." Ucapnya bahagia didepan kedua orangtuanya.
Olive menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena kaget, apa yang diharapkan oleh mereka akhirnya terkabulkan. Leo juga sama halnya dengan Olive, pria paruh baya tersebut begitu bahagia mendengar bahwa putrinya sekarang hamil. Impiannya ingin menggendong cucu akan segera tercapai.