
Jessy dan Natalie menghabiskan waktu mereka di Kedai Coffee tersebut dengan banyak obrolan-obrolan yang mereka ciptakan. Dan pembahasan mereka berhenti setelah sebuah panggilan masuk terdengar di ponselnya Jessy.
Terlihat sebuah nama yang tertera di layar ponsel Jessy " Tuan Steve ". Karena tahu siapa yang meneleponnya, Jessy menekan ikon warna merah untuk mereject panggilan dari Steve. Natalie pun binggung kenapa 2 kali panggilan diponsel calon adik iparnya itu direject oleh Jessy.
" Kenapa kau matikan panggilannya, siapa yang meneleponmu Jessy ?". Tanya Natalie.
" Tidak penting, ayo kita lanjutkan lagi cerita kita yang tertunda ". Jawab Jessy dengan santai.
" Apa itu dari Steve ! ". Natalie bertanya lagi karena ingin tahu.
" Sudahlah Natalie tidaklah penting yang meneleponku barusan ". Tukas Jessy.
Dan tak lama untuk 3 kalinya ponsel milik Jessy berdering lagi, panggilan yang sama dari Steve. Karena kesal obrolannya diganggu, Jessy mau tak mau menjawab panggilan diponselnya itu.
" Ada apa, katakan !". Tukas Jessy ditelepon.
" Kau dimana ? Kenapa pergi tidak memberitahuku ?". Suara Steve terdengar cemas diseberang telepon sana.
" Tidak perlu kuatir, aku hanya mencari suasana baru. Aku bosan dirumah terus ". Jawab Jessy ketus.
" Setidaknya kau memberitahuku Jessy, kalau seperti ini aku kuatir dengan keadaanmu ". Steve tetap berbicara baik-baik.
" Steve berhentilah mencemaskanku berlebihan seperti itu, aku baik-baik saja. Aku bersama Natalie. Tenang saja ".
" Kau dimana ? aku akan menjemputmu sekarang ".
" Tidak perlu, aku akan pulang bersama Natalie. Bye ". Jessy menutup teleponnya secara sepihak karena ia masih kesal dengan kejadian tadi pagi yang dilihatnya dirumah.
__ADS_1
" Apa kalian sedang bertengkar ? Kenapa kau berbicara seperti itu kepada Steve ?". Tanya Natalie yang sedari tadi memeperhatikan Jessy berbicara ditelepon.
" Tidak. Kami baik-baik saja ". Bantah Jessy singkat.
" Baiklah, ayo kita pulang hari sudah sore. Aku akan mengantarkanmu pulang ". Ajak Natalie kepada Jessy.
Setelah membayar pesanan mereka, Jessy dan Natalie keluar dari Kedai Coffee tersebut dan menuju ke tempat mobil Natalie yang sedang terparkir diseberang jalan.
***
Jessy yang sudah sampai dirumah, melihat Steve sedang duduk menunggui dirinya pulang. Jessy mengajak Natalie untuk singgah terlebih dahulu kerumahnya namun ditolak oleh Natalie karena ada urusannya lagi yang harus dikerjakan bersama Alex. Mereka berdua berpisah dan Natalie pun kembali melajukan mobilnya meninggalkan Jessy disana.
Kenapa dia menungguku diluar ? Pikir Jessy yang berjalan pelan masuk kedalam rumah.
" Jessy ! Kau darimana saja ?". Tanya Steve yang menghampiri Jessy.
" Lain kali beritahu aku jika kau mau keluar, aku tidak akan mengurungmu dirumah ini terus Jessy, aku juga tahu kau butuh sesuatu yang baru ". Ujar Steve dengan nada pelan dan cemas.
" Baiklah, lain kali aku akan memberitahumu Steve ". Jawabnya lalu masuk kedalam rumah yang diikuti oleh Steve dibelakang.
" Tunggu Jessy ! ". Steve menahan tangan Jessy karena ingin menyampaikan sesuatu kepada Jessy. " Aku merasa heran dengan sikapmu hari ini, apa kau marah denganku ?".
Jessy mengamati Steve sebentar. " Menurutmu Steve !". Tukasnya lalu melanjutkan langkahnya untuk naik keatas.
Steve terdiam sejenak, memikirkan kesalahan apa yang telah diperbuatnya sehingga Jessy menunjukkan sikap aneh kepadanya. Karena tidak menemukan apa yang salah, Steve pun mengikuti Jessy naik keatas.
" Jessy, kau mau mandi ? Aku akan menyiapkan air hangat untukmu ". Tawar Steve yang kemudian masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Jessy tidak menjawab tapi hanya melihat apa yang dilakukan oleh Steve. Ketika Jessy ingin mengambil pakaiannya tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan membuat tubuhnya ingin rebah. Steve yang bersamaan keluar dari kamar mandi melihat Jessy ingin jatuh segera mungkin menangkap tubuh Jessy agar tidak jatuh kelantai.
" Jessy, kau tidak apa-apa ?". Steve menahan tubuh Jessy.
" Kepala ku ... kepalaku terasa pusing Steve ". Jawab Jessy dengan suara melemah.
" Istirahatlah dulu kalau begitu, aku akan memanggil Dokter Carlos kesini untuk memeriksa keadaanmu". Ucapnya yang menggendong tubuh Jessy ke tempat tidur.
Jessy yang sudah baring diatas tempat tidur, masih memejamkan matanya. Steve segera mengambil ponselnya diatas nakas samping tempat tidur dan memanggil Dokter Carlos agar cepat datang kerumahnya. Setelah itu Steve meminta tolong kepada bi Lusy untuk membuatkan teh madu rempah untuk Jessy minum.
***
Dokter Carloa yang sudah tiba dirumah Steve, segera melakukan pemeriksaan terhadap Jessy. Sedangkan Steve tidak henti-hentinya bertanya kepada Doktee Carlos apa yang terjadi dengan Jessy. Dokter Carlos pun merasa kesal dengan pertanyaan Steve yang tidak habisnya itu.
" Stevw, jika kau tidak diam aku akan menyuruhmu keluar dari kamar ini ". Ucap Dokter Carlos dengan ancaman.
" Berani sekali kau mengusirku dari kamarku sendiri, enak saja kalau bicara ". Tukasnya dengan kesal kepada Dokter Carlos.
" Aku Dokter yang sedang memeriksa istrimu, jika kau terus bertanya seperti ini aku tidak fokus Steve, jadi kalau kau ingin bertanya tunggu aku selesai memeriksa Nona Jessy ". Tutur Dokter Carlos lagi.
" Iya iya .. maaf, aku hanya kuatir dengan keadaanya saja. Begitu saja cerewet sekali ". Steve menggerutu.
Selang beberapa menit tidak ada gangguan lagi dari Steve, akhirnya Jessy pun selesai diperiksa oleh Dokter Carlos. Tampak sebuah senyuman manis terpancar dari wajah Dokter Carlos kepada Steve dan juga Jessy.
" Apa sudah selesai Carl ? Lalu ada apa dengan wajahmu, kenapa kau tersenyum ?". Tanya Steve.
Dokter Carlos masih tersenyum kepada dua orang tersebut. " Selamat Steve, Nona Jessy saat ini hamil ". Jawabnya senang.
__ADS_1
" Apa !". Jawab Steve dan Jessy bersamaan.