
"Suster, perutku mules dan ingin buang air besar." Ia mengalihkan pandangannya kepada perawat di belakangnya.
"Nona, akan melahirkan. Cepat panggil Dokter Milly." Perintah perawat yang satu kepada yang lainnya.
Perawat yang tinggal membantu memperbaiki posisi Jessy yang tadi berbaring miring ke kanan. Kemudian ia menyuruh Jessy untuk mengambil posisi melahirkan dan tunggu aba-aba atau panduan darinya atau Dokter Milly nanti.
Tak lupa perawat tersebut juga menyuruh orang-orang keluar dari dalam ruangan kecuali Steve, yang akan menemani Jessy.
Brian, Nancy, Bibi Lusy pun keluar dan menunggu dari luar saja. Dalam hati mereka, masing-masing berdoa kepada Tuhan agar persalinan normal Jessy berjalan dengan baik sehingga keduanya selamat dan sehat.
Sementara itu di depan Rumah Sakit, Leo juga Olive tiba dan langsung turun dari mobil dan saat bersamaan juga Alex dan Natalie sampai di Rumah Sakit tersebut.
"Papa, Mama." Teriak Alex yang baru keluar dari dalam mobil.
"Alex." Leo dan Olive menjawab secara bersamaan.
Mereka berempat saling berpelukan secara berganti-ganti. Kebetulan sekali mereka sama-sama sampai di Rumah Sakit.
"Ayo kita masuk ke dalam." Ajak Olive yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anaknya itu.
__ADS_1
Leo, Alex dan Natalie pun menganggukan kepala mereka tanda menyetujui ajakan wanita paruh baya itu. Mereka berempat masuk dengan langkah kaki agak cepat, Leo dan Olive tahu dimana ruangan Jessy karena sudah dihubungi oleh Brian sebelumnya.
Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai dan menyapa orang-orang disitu yang sedang menunggu.
"Nancy." Panggil Olive kepada Nancy yang sedang duduk di kursi.
Nancy pun menoleh kearah suara begitu juga Brian dan Bibi Lusy melihat siapa yang datang." Olive, Leo." Nancy berdiri dan segera memeluk Olive dengan erat kemudian beralih kepada Leo.
Begitu juga dengan yang lainnya, melakukan hal yang sama. Setelah itu Nancy menceritakan semuanya kepada orangtua kandung dari menantunya itu secara detail.
"Jessy sangat kuat, Olive. Walaupun merasa sakit, dia tidak mengeluh sedikit pun akan hal itu." Ucap Nancy dengam tersenyum.
Sedangkan di dalam ruangan, Steve tak lepas memberikan semangat kepada istrinya itu. Dengan memegangi tangan Jessy agar istrinya itu kuat melakukan persalinan.
Steve benar-benar melihat semu bagaimana perjuangan seorang wanita saat melahirkan anak. Walau dalam hatinya sebenarnya tidak sanggup melihat Jessy seperti ini tapi inilah sudah takdirny bagi wanita yang melahirkan secara normal.
"Ayo Nona Jessy, sedikit lagi bayinya akan keluar.". Seru Dokter Milly.
Mendengar itu bahwa anaknya akan keluar, Jessy mengumpulkan semua tenaga yang tersisa untuk mengeluarkan anaknya itu. Karena selama 3 kali berusaha mengeluarkan anaknya belum juga berhasil.
__ADS_1
Jessy mengatur nafasnya baik-baik, kemudian mengambil nafas dalam-dalam lalu sekali lagi mengeluarkan anaknya. Butuh beberapa detik, kepala dari anaknya keluar dan selanjutnya ditarik keluar dengan benar.
Seperti terbebas dari belenggu yang mengganjal begitu yang dirasakan oleh Jessy ketika anak yang berada dalam perutnya ditarik keluar. Sebuah kelegaan bagi Steve dan Jessy, tak lupa Steve mencium puncak kepala Jessy berkali-kali.
Rasa bahagianya karena puteranya sudah lahir dengan selamat bahkan istrinya pun dalam keadaan baik-baik saja. Bayi laki-laki yang masih diurus oleh perawat untuk dilakukan pengecekan terhadap tubuh bayi tersebut.
Dan setelah selesai bayi laki-laki itu diletakkan diatas dada Jessy. Jessy bersentuhan langsung dengan kulit bayi itu, bayi laki-laki yang tampan dan juga putih.
Karena bahagia, airmata Jessy pun mengalir membasahi pipinya. Ia terharu akan perjuangannya mengeluarkan bayinya, bahkan saat ini sedang baring diatas dadanya.
"Dia tampan sepertimu, Steve." Tutur Jessy sambil melihat kearah suaminya.
Dengan tersenyum senang, Steve bangga akan pujian dari Jessy." Tentu saja dia tampan karena papanya sangat tampan." Jawabnya dengan tertawa, kemudian mencium putranya dengan kasih sayang.
"Terima kasih karena kau sudah berjuang melahirkan anak kita, Jessy." Sambungnya dengan suara pelan.
"Apapun itu, aku akan berjuang demi anak kita, Steve." Sahut Jessy dengan senyuman.
Kemudian salah satu perawat mengambil kembali bayi laki-laki tersebut untuk dibersihkan lalu di pakaikan baju. Jessy juga sama, Doker Milly masih sibuk membersihkan sisa-sisa dalam perut Jessy, kotoran yang mungkin masih ada dikeluarkan oleh Dokter itu.
__ADS_1
"Nona, bayi anda sehat semua dalam tubuhnya normal. tinggi badannya 53cm dan berat badannya 3,5kg. Selamat Nona dan Tuan Anderson." Ucap Perawat yang mengurus bayi mereka.