Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Aku tidak akan lama


__ADS_3

Sekretaris Juan dan Lanny sudah sampai dirumah Steve setelah mereka berdua menjemput Bibi Lusy dan Bibi Nat dirumah besar. Walaupun ada drama yang membuat kepala Sekretaris Juan pusing akibat banyak menerima pertanyaan dari Papa dan Mamanya Steve karena Sekretaris Juan datang bersama Lanny.


" Siapa gadis ini Juan ". Tanya Papa Brian yang melihat Lanny berdiri disamping Sekretaris Juan.


" Perkenalkan namanya Lanny Tuan .... " Jawab Sekretaris Juan yang terputus.


" Juaaannn ... " Tegur Papa Brian yang mendengar kata Tuan dari mulut Sekretaris Juan.


Sekretaris Juan yang mendapat teguran dari Papa Brian langsung memperbaiki kalimatnya. " Maaf Pa .. dia Lanny temannya Nona Jessy ".


" Temannya Jessy ! " Timpal Mamanya Steve bernama Nancy.


" Iya bibi aku temannya Jessy, kami bekerja diperusahaan yang sama bahkan satu ruangan ". Sahut Lanny yang merasa canggung dengan keadaan diruangan itu.


" Apa kalian memiliki hubungan ? Kenapa bisa kalian berdua bersama-sama " Pertanyaan yang dilontarkan oleh Papa Brian berhasil membuat Sekretaris Juan membulatkan matanya.


" Ti-tidak pa .. Tuan Steve menyuruhku untuk menjemputnya untuk menemani Nona Jessy dirumah ". Sekretaris Juan menjawab dengan cepat.


" Oh .. papa pikir kalian ada hubungan khusus, tapi alangkah bagusnya jika kalian memiliki hubungan lebih dari ini ". Ledek Papa Brian yang menggoda Sekretaris Juan.


Lanny hanya tertunduk malu setelah mendengar ucapan laki-laki paruh baya dihadapannya itu. Sedangkan Sekretaris Juan sendiri tidak mau menanggapi apa telah disampaikan oleh papa angkatnya itu lebih baik diam daripada panjang urusannya, pikirnya begitu.

__ADS_1


Selama mereka mengobrol diruang tengah, kedua pembantu yang ditunggu akhirnya datang setelah secara mendadak diminta oleh majikan mereka untuk berkemas karena akan pindah kerumah pribadi Steve.


" Maaf Tuan, karena sudah menunggu lama ". Ucap Bi Lusy yang sedikit lebih tua dari Bibi Nat.


" Tidak apa bi, ayo kita pergi sekarang ". Ajak Sekretaris Juan kepada mereka berdua.


Mereka berpamitan kepada orang-orang dirumah besar terlebih kepada si empunya rumah. Sebelum meninggalkan rumah, Papa Brian sempat membisikkan sesuatu ditelinga Sekretaris Juan. Entah apa yang disampaikan oleh Papa Brian yang jelas bisa dilihat dari raut wajah Sekretaris Juan yang berubah kaget setelah mendengar yang diucapkan oleh Papa Brian.


***


Jessy yang mengetahui jika Lanny sudah datang kerumahnya, segera menemuinya dibawah. Steve yang sudah turun duluan pun memberikan arahan kepada kedua pembantunya itu dan menunjukkan kamar mereka berdua yang ternyata hanya ada satu kamar saja.


" Maaf bi karena kamarnya hanya ada 1 saja tapi cukup luas untuk bibi Lusy dan bibi Nat ". Tutur Steve setelah menunjukkan kamar pembantunya.


" Iya sudah kalau begitu, tolong jaga Jessy ya bi sementara aku keluar, jika ada apa-apa segera hubungi aku ". Perintah Steve kepada keduanya.


" Baik Tuan ". Jawab keduanya serempak.


Setelah itu Steve meninggalkan mereka berdua dan pergi keruang kerjanya untuk menemui Sekretaris Juan yang sudah menunggunya disana. Steve melihat sekilas Jessy dan Lanny yang berada di ruang tengah sedang asyik mengobrol lalu melanjutkan langkahnya ke tujuannya yang semula.


Sesampainya diruang kerjanya, Sekretaris Juan yang tadinya duduk karena menyiapkan beberapa berkas untuk dibawa hendak berdiri tapi dicegah oleh Steve.

__ADS_1


" Santai saja Juan, bagaimana apa sudah kau persiapkan semuanya ". Tanyanya kepada Sekretaris Juan lalu ikut duduk di sofa.


" Sudah Tuan, semuanya sudah aku persiapkan ". Jawab Sekretaris Juan.


" Bagus, kita pergi sekarang saja karena aku tidak mau meninggalkan Jessy lama-lama dirumah ".Ucapnya yang beranjak berdiri dan berjalan keluar.


Sekretaris Juan hanya mengikuti Steve berjalan keluar tanpa menjawab lagi. Dia juga tidak mau berlama-lama yang dipikirkannya hanyalah semua pekerjaan ini cepat selesai dan dia bisa beristirahat.


Steve dan Sekretaris Juan keluar dari ruang kerja dan sebelum pergi Steve menghampiri Jessy sebentar untuk pamit.


" Jessy, aku akan keluar sebentar bersama Juan, jangan lupa minum obatmu". Ucap Steve yang sudah berdiri disamping Jessy untuk mengingatkan istrinya minum obatnya.


" Kau mau kemana Steve ". Tanya Jessy yang menengadahkan kepalanya melihat suaminya itu.


" Aku ada urusan sama beberapa klien diluar, aku tidak akan lama begitu selesai aku akan segera pulang ".


" Hmm .. ya sudah, kalian berdua hati-hati dijalan ". imbuh Jessy setelah mendengar alasan Steve keluar.


" Lanny, temani dia sampai kami pulang .. oke " Seru Steve yang melihat arah Lanny.


Lanny menganggukkan kepalanya menerima perintah langsung dari atasannya itu.

__ADS_1


" Baiklah, aku pergi dulu ". Pamit Steve lalu mencium puncak kepala Jessy.


Setelah itu Steve dan Sekretaris Juan meninggalkan rumah, sedangkan Jessy dan juga Lanny melanjutkan kembali obrolan mereka yang sempat tertunda.


__ADS_2