Terlambat Mencintaimu

Terlambat Mencintaimu
Siapa ?


__ADS_3

"Aku tidak butuh apa-apa, Steve. Aku sudah memiliki semuanya. Aku hanya butuh kau terus disampingku seperti saat ini." Jawab Jessy yang menatap wajah Steve.


"Kita akan seperti ini selamanya. Kita akan terus bersama sampai maut memisahkan kita berdua." Steve pun membalas dengan senyuman diwajahnya.


Percakapan romantis itu berakhir saat keduanya sudah tiba disalah satu restaurant dalam Mall tersebut. Lumayan ramai oleh pengunjung lainnya, Steve pun menuntun Jessy kepada tempat yang kosong.


Setelah itu keduanya pun duduk berdampingan, rasa lelah dirasakan oleh Jessy terlebih dibagian kakinya. Mencari-cari kebutuhan bayi memang mengasyikan tapi pada akhirnya membuat lelah juga.


"Kau lelah ? Perlu aku memijat kakimu ?." Steve menawarkan dirinya untuk membantu istrinya itu.


"Iya aku lelah, tapi tidak perlu memijat disini."


"Aku akan memijat kakimu dirumah nanti. Ayo pesan apa yang mau kau makan dan minum."


Jessy pun mulai mengamati buku daftar menu dari restaurant tersebut. Mulutnya ingin mencicipi sesuatu yang pedas dan berkuah, dan ingin minum yang dingin-dingin.


"Aku pesab ini saja, Steve." Ucapnya sambil menunjuk kearah menu yang terlihat dibuku tersebut.

__ADS_1


"Baiklah." Kemudian Steve memanggil salah satu pelayan restaurant untuk menyerahkan secarik kertas yang sudah ditulis makanan dan minuman pilihan mereka.


Pelayan itu pun pergi meninggalkan mereka, dan sambil menunggu pesanan keduanya. Jessy ingin pergi ke toilet sebentar untuk buang air kecil.


Ia berjalan dengan hati-hati sambil membawa perutnya itu, dan Steve dari kejauhan memperhatikan istrinya itu. Setelah memastikan Jessy masuk ke area toilet, Steve mengambil ponsel disaku bajunya. Ketika akan membuka kode ponselnya, sebuah pesan masuk.


"Nomor tidak dikenal ? Siapa ini ?." Batinnya.


Aku ingin bertemu denganmu sebentar saja. Hanya kau saja.


Begitu isi pesan yang masuk ke ponsel Steve. Steve mengamati nomor tersebut dan memang nomor asing baginya. Ketika ingin menelepon nomor tersebut, ternyata Jessy sudah datang, Steve pun mengurungkan niatnya untuk menelepon nomor itu.


Selesai mandi dan badan kembali segar, Jessy menyuruh suaminya itu untuk segera menbersihkan dirinya di kamar mandi. Steve pun mengiyakan perintah Jessy tanpa membantah, sedangkan Jessy menuju lemari pakaian mencari pakaian santai untuk dikenakan oleh suaminya itu.


Tepat pukul 8 malam, rasa lelah setelah aktifitas mereka tadi membuatnya ingin segera merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Kakinya masih terasa pegal dan ia pun memijat pelan kakinya sembari menunggu Steve selesai mandi.


"Kenapa rasanya lelah sekali, membawa perut besar seperti ini lelah juga." Tuturnya sendiri diatas tempat tidur. "Nak, apa kau juga lelah di dalam perut sana seperti kayak mama ?." Sambungnya lagi yang memegangi perutnya.

__ADS_1


Jessy terkekeh sendiri dengan kelakuannya tadi, bicara kepada anak yang masih di dalam perut terdengar menggemaskan sekali.


Tak berapa lama Steve pun keluar dari kamar mandi, ia keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Kemudian ia pun mengambil baju yang sudah disiapkan oleh Jessy tadi dan memakainya.


"Kau belum tidur ?." Tanya Steve yang menghampiri istrinya di tempat tidur.


"Aku menunggu orang yang janji mau memijat kaki ku." Singgung Jessy dengan menarik salah satu sudut bibirnya.


"Aku pikir kau bakal lupa, ternyata tidak."


"Bukannya kau sudah janji akan memijat kakiku ? Jangan bilang kalau kau yang lupa, Steve." Jessy menyipitkan kedua matanya kearah Steve.


Steve tertawa kecil. "Berbaringlah, aku akan memijat kakimu."


"Terima kasih, suamiku." Ucap Jessy yang kemudian mencium pipi Steve.


Jessy pun membaringkan tubuhnya dan melihat tangan Steve mulai menyentuh kakinya. Awalnya Jessy menemani Steve agar suaminya tidak bicara sendirian tapi lama kelamaan Jessy terlelap karena kelelahan dan mulai tidur pulas.

__ADS_1


Steve menarik salah satu sudut bibirnya saat melihat Jessy sudah tidur pulas. Tak lama pikirannya kembali kepada nomor asing yang mengiriminya pesan tadi.


Siapa si pengirim pesan tadi ? Aku akan menyuruh Juan untuk melacak nomor itu besok. Ucapnya dalam pikirnya.


__ADS_2