
Maaf ya Author baru sempat up lagi,karena selama ini author lagi proses pemulihan kesehatan...!!🙏
Saat ini hatiku sangat bahagia karena anaku telah memberikan seorang cucu yang sangat cantik seperti bidadari padaku.
Mama Elaine membelai rambut baby kirana sambil bersenandung lagu lagu penuh kasih sayang pada cucunya itu.
"Kiran,mau pesan apa ya Opa?"Tiba tiba Papa Jayadi datang dan langsung duduk di samping gadis kecil itu.
"Opa...Opa...!!"Sebut gadis kecil yang baru genap satu tahun itu pada sang Kakek.
"Iya sayang,mau pesan apa sama Opa biar Opa bawakan nanti."Tanya Papa Jayadi pada cucunya itu.
"Kilan mau ma'am naci sama ayam goleng opa...!!"Jawab Kirana pada sang kakek.
"Pintarnya kamu sayang,usia kamu baru setahun loh nak?"Puji Papa Jayadi pada Kirana cucu kesayangannya itu.
"Iya Opa,Kilan pintal ya?"Kirana membalas ucapan Papa Jayadi.
"Iya dong cucu Opa pasti pintar,oya Opa berangkat kerja dulu ya,Kiran sama Oma di rumah yang anteng ya sayang?"Ucap Papa Jayadi sambil mengecup kening dan pipi Kirana sang bayi pembawa hoki dalam keluarganya.
Sejak Kirana masuk dan tinggal dalam rumah,proywk proyek yang ditangani oleh Papa Jayadi semakin banyak tender proyek besar di luar negeri pun selalu di menangkan oleh Papa Jayadi,bahkan Adrian pun demikian ia juga selalu mendapatkan tender mega proyek yang membuat mereka semakin merasa bersyukur dan semakin rendah hati.
Tak lupa setiap hari minggu pertama di awal bulan selalu mereka sumbangkan sembako pada orang orang yang membutuhkan,baik di panti asuhan,panti jompo,dan sebagainya.
"Sayang ayo masuk,Kiran makan dulu ya biar ada tenaga yang banyak dan bisa bermain main lagi."Ajak Mama Elaine pada sang cucu.
"Iya Oma...!!''Jawab Kirana sambil tersenyum dan memeluk serta mencium pipi sang nenek.
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah dan menuju ruang makan,Kirana sudah terbiasa makan di ruang makan,ia memiliki meja Khusus dan kursi khusus sehingga ia bisa makan dengan leluasa.
**
Erlyen sedang mempersiapkan pakaian yang akan dipakai oleh Leonard.
__ADS_1
Leonarf masih saja mengerjakan pekerjaannya yang tertunda beberapa hari lalu.
"Sayang,"
"Hmm.."
"Pakaianmu sudah aku siapkan ya,aku mau ke dapur dulu ada kekurangan apapun itu tolong panggil aku."Ucap Erlyen hendak berlalu tetapi nyaris jatuh karena kakinya terantuk sehingga ia pun jatuh terduduk di lantai.
"Sayang,hati hati kalau jalan kamu terlalu buru buru ada apa sayang,punya masalah apa?"Tanya Leonard pada Erlyen.
"Gak ada masalah apa apa kok Leo aku hanya terantuk tadi."Ucapnya sambil meringis karena lecet di lututnya.
Segera Leonard menggendongnya dan membawanya ke atas ranjang dan membaringkannya di atas ranjang itu dan kemudian ia pun mengambil kain bersih dan mencelupkannya dalam air hangat kemudian mengompres lutut dan telapak Erlyen yang terluka tadi.
"Lain kali hati hati sayang,kamu gak boleh jatuh sembarangan karena kamu adalah calon isteriku dan calon ibu dari anak anakku kamu mengerti kan apa yang aku katakan ini sayang?"Ucap Leonard sambil mendaratkan sebuah kecupan di kening Erlyen.
"Hari ini kamu tinggal aja ya biar aku ke kantor sendirian saja,"Ujar Leonard pada Erlyen.
"Sayang aku boleh bilang sesuatu gak?"Tanya Leonard pada Erlyen.
"Boleh bilang aja,"Jawab Erlyen sambil mengelus dada Leonard yang terlihat turun naik.
"Sayang ada apa di masa lalu kita sehingga ketika kamu merajuk atau lagi sedih hatiku sangat sakit,apa kamu juga merasakannya?"Tanya Leonard serius dan menatap tajam wajah Erlyen.
"Jangan menatapku seperti itu sayang."Jawab Erlyen sambil tersenyum dan memakai selimut menutupi wajahnya.
"Sayang,jawab dulu pertanyaanku."Pinta Leo lagi.
"Iya sayang aku juga merasakannya kalau saat kamu marah aku atau kamu berkata dengan nada tinggi aku merasakan kalau hatiku sangat sakit dan rasanya juga pengen nangis sampai puas."Jawab Erlyen lagi.
"Buka selimutnya sayang,aku ingin melihat wajahmu saat ini."Ucap Leonard sambil menarik selimut itu dan melabuhkan kecupan kecupan hangat di pipi dan seluruh wajah Erlyen.
"Kamu tahu gak selama ini aku sangat tersiksa Erlyen,saat saat tertentu aku sangat merasa ingin selalu dekat denganmu dan menjaga serta melindungimu aku tak tahu mengapa tetapi hati kecilku berkata kita memiliki sebuah hubungan yang sangat dekat bahkan sangat intim di masa lalu kita dan kita ini merupakan hasil reinkarnasi dari sepasang suami isteri yang sangat saling mencintai satu sama lain."Cerita Leonard panjang lebar.
__ADS_1
"Ah masa aku gak percaya itu Leo,jangan suka mengada ada hal yang belum pasti."Ucapan Erlyen tiba tiba membuat Leonard menjadi temperamen.
"Apa yang kamu bilang tadi,aku mengada ngada ucapannku tadi hah?Aku sangat sakit hati sekali dengan ucapanmu itu sayang,aku sangat sakit hati."Jawab Leonard sambil mengepalkan tangannya dan dengan cepat ia pun meninju tembok kamar itu dan membuat tangannya terluka.
"Leo kamu kenapa?"Ucap Erlyen sambil meraih tangan Leonard dan mengecupnya.
"Jangan bertindak bodoh seperti ini sayang...?"Ucap Erlyen lagi dan dengan segera Erlyen memeluk erat tubuh pria itu dan membenamkan wajahnya di dadanya.
Ia oun merasakan getaran dalam dada milik Leonard.
Perlahan lahan di usapnya dada itu sampai terlihat tak ada gerakan cepat lagi ia pun meraih tangan kekar itu dan mengobatinya.
"Sayang,kamu lagi pikirin apa?"Tiba tiba Leonard memeluk Erlyen dan melabuhkan kecupan kecupan hangat di bibir Erlyen dan itu membuat Erlyen sadar dari lamunannya.
"Oh ternyata aku berhalusinasi saja soal kejadian tadi."Gumam Erlyen dalam hati.
"Sayang ikat dasinya dong."Ujar leonard sambil memberikan dasi itu pada Erlyen.
Dengan segera Erlyen meraih dasi itu dan mengikatnya.
Selama mengikat dasi Erlyen sangat serius mengikat dasi itu dan ia tak tahu kalau Leonard mencuri curi ciuman pada bibir Erlyen bahkan di pipi Erlyen berulang ulang.
"Cukup Leo,geli tahu...!!"Jawab Erlyen sambil tersenyum.
"Tapi alu pengen menciun isteriku please jangan menolak ciuman aku."Ucap Leonard sambil melepaskan kembali dasinya dan melabuhkan kecupan mesra di bibir Erlyen dan kening Erlyen.
"Nah kayak gini nih aku harus mengikat ualng dasi lagi dong."Gerutu Erlyen sambil melepaskan pelukan Leonard.
**
To be continued
Bersambung ya
__ADS_1