Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#49


__ADS_3

Dua minggu beralu, Mita sudah terbiasa dengan Kampusnya yang baru, semua orang yang ada di sana tahu kalo Mita dan Adit berpacaran tak terkecuali Lisa.


"Kamu masuk kelas sana, nanti jangan kemana-mana sebelum aku datang," ucap Adit dan Mita pun mengangguk.


"Hebat banget cewek cupu kaya loe bisa tunangan sama Adit," ucap Lisa dan kedua temannya, kelas masih sepi hanya ada mereka di sana.


"Jangan ganggu gue, dan urus aja urusan loe,mau gue tunangan ke meriet ke apa masalah nya sama kalian?" ucap Mita.


"Berani ya loe sama kita, loe gak tau Bokap gue pemilik Yayasan di sini dan Loe jangan berani sama gue," ucap Lisa mendorong Mita sampai terjatuh, untung saja ada yang membantu Mita.


"Hey Mata empat jangan coba-coba loe bantu Dia," ucap Sinta temannya Lisa.


"Kenapa, ada yang salah?" tanya laki-laki itu.


Yang membantu Mita adalah mahasiswa berkacamata.


"Kalian memang cocok sama-sama cupu, ayo guys cabut," ujar Lisa,mereka pun meninggalkan kelas Mita yang sudah mulai ramai.


"Kamu gak papa?" tanya Angga, laki-laki itu bernama Angga teman satu kelas Mita.


"Tidak apa-apa, terimakasih banyak," ucap Mita tersenyum.


Mereka pun mengikuti kelas seperti biasa, karna Dosen baru saja masuk.


.


Setelah mengantarkan Mita ke dalam kelas, Adit pun pergi karna Dia juga ada kelas.


"Adit tunggu," teriak Sandy, Dia pun menoleh dan berhenti melangkah.


"Ada apa?" tanya Adit, Dia tidak tau kalo Zahra dan Sandy sudah putus karna Mita lupa menceritakannya.


"Mana Mita, gue mau ngomong sesuatu sqma Dia," Ucapnya.


"Udah masuk kelas, mau ngomong apa biar gue sampein," ujarnya.


"Nanti siang gue tunggu pulang dari Kampus, loe ajak Mita gue tunggu di Cafe stroberie," ujarnya dan Adit pun mengangguk.


Setelah berbincang Sandy pun langsung pergi, sedangkan Adit masuk ke dalam kelas.


Beberapa jam berlalu Mereka pun keluar dari kelas masing-masing.


"Ko kamu udah di sini aja, padahal aku baru aja mau nyamperin kamu ke sana," ucap Adit, Mita sengaja menunggu Adit di depan kelasnya karna Dia selesai kelas lebih dulu.

__ADS_1


"Aku pulang duluan ya, tadi aku telpon kamu tapi gak di angkat makanya aku kesini," ujarnya.


"Aku anter ya, biasanya kan aku yang anter kamu pulang," ujar Adit heran, karna tak biasanya Mita ingin pulang sendiri.


"Sebenarnya aku mau ke rumah Zahra, itu Ifa udah nunggu di depan kampus," jawabnya.


"Ya udah kita bareng aja yuk," Mereka pun berjalan keluar kampus.


"Lama banget sih Demit," ucap Ifa kesal.


"Maaf, mau kemana sih buru-buru," ucap Mita heran.


"Udah ayo cepetan ikut gue, ini darurat loe tau kan darurat," ujarnya menarik tangan Mita.


"Ehh tunggu, mau kemana sih biar Mita bareng gue," ujar Adit.


"Mita bareng gue aja, udah mendung takut nya hujan kalo bareng sama loe kasian Mita nanti kehujanan," ucapnya, Ifa tau Adit tidak membawa mobil.


"Ya sudah kalo gitu, gue ikutin loe dari belakang," ujarnya.


Mereka pun masuk ke dalam mobil, sedangkan Adit mengikuti mereka dengan motornya di belakang mobil Ifa.


"Sebenarnya mau kemana sih ko jalan ke sini?" tanya Mita heran.


"Yang benar loe jangan becanda, bukannya kemarin kita masih baik-baik saja maksud gue Dia gak bilang apa-apa kan," ucapnya, karna kemarin mereka sempat jalan bareng.


"Gue serius, gue dengar tadi Pa Anwar lagi ngobrol sama Bu Sarah katanya Zahra pindah kuliahnya gitu, Dia gak masuk kelas pagi ini terus gue ke rumah nya katanya Dia akan berangkat siang ini, kita cuma punya waktu 30 menit, makanya gue ngajak loe cepet-cepet," ujarnya.


Tak berapa lama mereka pun sampai dan menanyakan kepada perugas Pesawat yang akan di naiki Zahra.


"Semoga saja kita belum terlamabat," ucap Mita sudah berkaca-kaca, Dia tidak bisa menahan kesedihannya.


"Ayo cepetan," ucap Ifa, Dia juga sama sedih nya.


"Itu Dia, cepetan Demit," teriak Ifa terus menarik tangan Mita.


Terlihat Zahra duduk bersama kakak nya di kursi tunggu.


"Zahra.. Zahra.. " teriak Ifa, membuat Zahra menoleh.


"Mita.. Ifa," ucapnya lirih, Dia sangat kaget kenapa kedua sahabatnya itu ada di sana.


"Zahra loe tega ya sama kita, loe jahat ninggalin kita tanpa pamit," ucap Mita memeluknya erat.

__ADS_1


"Mita maafin gue, gue gak maksud buat kalian bersedih loe tahu kan orang tua gue udah lama di sana, gue kesepian gak ada lagi yang memberatkan gue di sini," jawabnya terisak, sedangkan Kakaknya Zahra hanya bisa mengusap pundak adik nya itu.


"Tapi gak kaya gini Ra, loe harusnya cerita ke kita apa yang akan loe lakuin dan pamitan dulu, loe nganggap kita apa sih?" tanya Ifa kesal menahan sedih.


"Maafin gue, gue gak bisa ngomong ke kaliam karna gue gak mau kalian sedih, dan gue juga gak tega ninggalin kalian," ujarnya.


"Sudah jangan menangis, nanti Zahra akan sering berkunjung ketika libur semester kalian jangan sedih ya," ucap Kakaknya Zahra.


Mereka pun menunggu, hingga panggilan keberangkatan pun terdengar, Zahra pun pamit dan melepaskan pelukan mereka.


"Hati-hati Ra, jangan lupa telpon kita kalo udah sampe," ucap Mita.


Zahra pun mengacungkan jempolnya, Diamendorong koper kecil, sedangkan kakaknya koper yang besar.


"Zahra benar-benar pergi Fot," ucap Mita masih menangis.


"Sudahlah, ayo kita pulang," ujarnya.


Tiba-tiba Adit datang menghampiri mereka.


"Kenapa ke sini, siapa yang bikin Mita nangis?" Ujarnya memeluk Mita yang masih menangis.


"Kita habis nganter Zahra, baru saja berangkat ke Malaysia, loe dari mana sih bukannya tadi ikutin gue di belakang, kenapa baru nyampe sekarang, telat amat loe mah," Ucap Ifa.


"Serius loe?" tanyaAdit dan Ifa pun mengangguk lesu."Gue tadi nyari dulu tempat parkir jadi lama," Lanjutnya.


"Oh pantas saja, kita kira loe langsung pulang dan gak jadi ke sini,"


"Kenapa gak bilang ke gue kalo Zahra mau kesana, apa Dia bakal lama di sana?"


"Dia pindah kuliah dan akan tinggal di sana," ucap Mita.


Adit pun teringat dengan Sandy yang tadi mengajak nya dan Mita bertemu.


"Ya sudah Mit, loe ikut gue apa Adit pulangnya?" tanya Ifa.


"Mita ikut gue, loe pulang duluan aja Fot kita ada urusan dulu," ucap Adit.


"Ya udah kalo gitu gue pamit ya, awas jagain Mita jangan sampai lecet," ujarnya.


"Siap loe tenang aja," jawabnya.


Ifa pun pergi mengendarai mobilnya, meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2