
Mita pun pulang dari kantor, Dia menantarkan Melati terlebih dahulu sebelum pulang.
Ternyata Melati wanita yang baik dan juga dewasa, Dia seperti menemukan sosok kakak perempuan.
Melati tidak tahu saja kalo yang Dia nasehati itu ternyata anak dari bosnya.
"Akhirnya sampai juga," gumannya.
Dia pun segera masuk ke dalam rumah, yang tampak sepi hanya ada Art saja yang ada di sana, Dia pun bergegas masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.
Selama Dia bekerja di kantor, Dia meluangkan waktu juga untuk ke kampus meskipun hanya 2 atau 3 jam bertemu dosen, namun itu lebih baik dari pada Dia cuti kuliah.
"Semoga Papa cepat pulang, rasanya tidak ada waktu untuk istirahat," gumannya merebahkan tubuhnya di kasur dan tak lama Dia pun terlelap.
Untung saja Dia sempat mampir makan malam dulu sebelum pulang jadi tidak perlu makan malam lagi.
.
Keesokan harinya, Mita sudah siap ke Kampus, hari ini Dia akan ke kantor siang habis pulang kuliah, untung saja Bayu mengizinkannya.
Meskipun anak dari pemilik perusahaan namun Mita berusaha propesional dalam bekerja.
"Pagi Mita bagaimana kabarmu?" Tanya Angga yang sudah duduk di samping nya.
"Kabarku baik,kamu sendiri gimana? "
" Aku juga baik, kamu sudah mengerjakan tugas yang aku kirimkan?"
"Sudah, terimakasih banyak ya kamu teman terbaik pokoknya," ujar Mita tersenyum.
"Walaupun kamu cuma anggap aku teman tapi aku sudah bahagia, yang penting bisa selalu dekat denganmu,"batinnya.
Tak lama dosen pun masuk, dan memulai kelas.
"Dit loe gak ada kelas?" Tanya sandy.
Semalam Adit menginap dirumah Sandy, Dia menemani Sandy yang mabuk karna stres mencari Zahra.
"Ada, nanti masih ada waktu dua jam lagi," jawabnya.
"Nyokap loe gak nyariin loe? maaf semalem gue ngerepotin loe,"
"Gak masalah, yang penting loe baik-baik saja, gue harap loe jangan melakukan hal itu lagi itu membayakan diri loe sendiri," ujarnnya.
"Gue gak tahu kenapa, setelah melihat postingan Mita gue jadi kesel banget."
Mita sengaja memposting poto Zahra yang sedang berada di sebuah pesta dengan seorang pria, Dia sengaja agar Sandy tahu kalo sahbatnya bisa move on darinya.
"Udahlah sebaiknya loe move on, gue yakin Zahra juga udah bahagia walau pun tak bersama loe,"
__ADS_1
"Tapi...
"Udah gak usah tapi-tapian sekarang mending loe urususin cewek loe gue bener-bener pusing denger ponsel loe berdering dari tadi,"
Sandy pun dengan malas mengangkat telponnya.
[ada apa? ]
[Kamu dimana bukannya mau jemput aku? ] Ucap Wanita di sebrang sana.
[Maaf aku udah di kampus dan ada kelas pagi, nanti aku hibungi kalo udah selseai]
[Tapi.. ]
Tut.. tut...
Belum sempat menjawab, Sandy sudah mematikan ponsel nya, Adit yang ada di sebelahnya pun hanya geleng-geleng kepala.
"Jangan terlalu sadis sama cewek loe San, nanti di tinggalin baru loe nyesel."
"Gue gak bakalan nyesel, mau gimana pun yang gue cinta hanya Zahra sampai kapan pun itu," jawabnya.
"Terserah loe aja, gue langsung cabut." ucap Adit melangkah meninggalkan Sandy yang masih duduk di balkon kamar nya.
Adit pun mengendarai motor sport nya, dan meninggalkan halaman rumah Sandy, Dia bergegas pulang sebelum ke kampus.
hanya 20 menit Dia pun sampai di depan rumah yang terlihat sepi, hanya ada tukang kebun dan Art nya saja.
Setelah membersihkan diri Dia langsung bersiap.
"Mas Adit tadi Ibu berpesan, kalo mas Adit pulang di nanti sore pulang nya jangan kemaleman mau ada acara katanya." ucap Art nya.
"Acara apa? ko aku gak tau bi? " tanya Adit, sambil mengunyah makanannya.
" Gak tahu, coba tanya aja sama Ibu." ujarnya, dan Adit pun hanya mengangguk.
.
Mita pun sudah selesai kelas saat Adit sampai ke kampus, Dia langsung menyapa wanita nya itu.
"Sayang kamu udah selesai?" Ucap nya memeluk Mita.
"Udah, lepas dong jangan gini malu tahu di liat orang," ucap Mita melepaskan pelukannya.
Namun Adit hanya terkekeh melihat Mita yang Pipinya memerah menahan malu.
"Udah gak usah malu gitu, ayo aku antar kamu ke Kantor," ucap nya.
Mita pun mengangguk, Dia sangat senang akhirnya ada waktu bersama karna selama satu bulan ini mereka sama-sama sibuk.
__ADS_1
Adit meninggalkan motornya di kampus, Dia membawa mobil Mita.
"Gimana di kantor?" tanya Adit .
" Biasa aja gak ada yang aneh," jawabnya.
" Ya siapa tahu ada yang bikin kamu kesengsem,"
" Gak lah, aku mah tipe cewek setiap meskipun banyak yang mau dekat sama aku mereka mundur saat liat aku deket sama Kak Bayu," jawabnya.
Benar saja, mereka yang tidak tahu menyangka Mita ada hubungan spesial dengan Bayu.
" Jangan terlalu dekat juga dengannya, aku gak suka," ujarnya menggengam tangan Mita dan sesekali mencium nya.
" Kamu tenang aja, mana berani Kak Bayu sama kamu," jawabnya.
"Mama sama Papa kapan pulang? ko lama banget ya di sana," tanya Adit heran, karna sudah beberapa bulan ini orang tua Mita berada do Turki.
" Gak tahu, aku juga kalo nanya paling bilang nya nanti-nanti gitu terus,"
"Ya sudah yang penting mereka sehat iya kan," ucap Adit dan Mita pun mengangguk.
Setelah sampai di kantor Adit pun kembali ke Kampus karna giliran Dia yang ada kelas.
"Kamu hati-hati ya, awas jangan macam-macam," ujarnya.
"Kamu tenang aja, kamu juga hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut," ucap Mita mencium tangan Adit.
Setelah melihat Mita masuk, Adit pun segera mengemudikan mobilnya.
Sedangkan Mita langsung masuk ke ruangannya, dengan tatapan sinis dari senior nya.
"Bagus ya, masuk kantor seenak nya saja jam berapa ini?" tanya bu Dewi sedikit kesel.
"Maaf bu saya sudah Izin sama Pak Bayu untuk masuk siang karna harus ke kampus dulu," jawab Mita.
"Alasan...," ujarnya sambil menjebikan bibirnya.
Mita pun tak ambil pusing , Dia menyelesaikan pekerjaannya tanpa menghiraukan Bu Dewi.
Bu Dewi yang kesal akhirnya meninggalkan ruang kerja Mita dengan hati yang dongkol.
"Kurang ajar, awas saja kau berani beraninya melawan aku, aku harus bisa menyingkirkannya agar bisa menjauh dari Pak Bayu."batinnya.
Sudah sejak lama Bu Dewi memendam rasa kepada Bayu, namun Sikap Bayu yang Dingin membuatnya susah menaklukanya.
Jam makan siang pun tiba, Mita segara membereskan berkas nya dan masuk ke ruang kerja Melati untuk mengajak nya makan siang.
"Mba Mel ayo makan siang dulu," ucapnya.
__ADS_1
"Bentar, aku belum selesai," ucap nya tak lepas dari leptopnya.
Mita dengan sabar menunggunya, Dia sudah klop berteman dengan Melati yang tak banyak bicara.