Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#82


__ADS_3

Setelah membersihkan jalan mereka bergabung dengan warga desa yang lain.


"Oya Pak ini sampah nya di bawa kemana yah?" tanya Angga.


"Biasa nya akan di bawa ke tempat pembakaran, oleh para pemuda mereka bertugas setiap 2 hari sekali itu pun bergantian tugas mereka memakai cator untuk mengangkut sampah tersebut yang jumlah nya lumayan banyak," jawab pa Rt.


"Oh begitu ya Pak, ternyata para pemuda di sini sangat aktip,"


"Ya begitu lah, jiwa muda memang begitu, Biasanya kami mengumpulkan uang 500 rupiah untuk kepantingan bersama, mau kebutuhan mesjid, acara kemerdekaan atau pun acara lainnya, para pemuda yang akan mengambil nya setiap hari ke rumah rumah warga dan mengunmpulkan nya di ketua pemuda," ucap Pa Rt.


"Apa cukup 500 rupiah pak?" tanya Mita heran, uang segitu masih berharga di desa tersebut.


"Kan kita gabung Neng dari semua warga kalo di kali kan sebulan satu rumah kan 15000 apalagi kalo 100 rumah udah berapa," mereka pun mengangguk mendengarkan Pak Rt yang bicara panjang lebar.


Mita pun mendapat pelajaran baru dari tempat itu, Dia bisa mengambil pelajaran kalo bergotong royong itu sangat menguntungkan untuk semua.


"Hebat ya ternyata di desa ini sungguh membuat kami belajar kalo uang sedikit juga akan berharga bila di berikan sama sama," ujar Mita.


"Ya begitu lah Neng kalo gak gitu kita merasa terbebani kalo ada acara harus patungan kan uang ada dan tidak, di sini rata rata bukan pekerja kantor yang mempunyai penghasilan yang tetap, kami petani hanya mengandalkan hasil panen itu pun kalo untung, banyak di antara kami yang bahkan rugi dengan hasil panen nya, sampai-sampai ada yang sampai rugi puluhan bahkan ratusan juta,"


"Ko bisa begitu pak, bukan nya saruyan mulai mahal ya?" tanya Angga.


"Memang mahal tapi kalo hujan terus sayuran pada busuk dan tak terjual, kemarin harga bawang merah lumayan mahal namun pendapatan dari hasil panen nya tidak seperti biasa karna banyak nya hujan,"


"Bukanya bagus ya pak kalo musim hujan sayuran tumbuh dengan baik," ujar Andi.


"Justru itu karna terlalu banyak air hujan jadi tanaman tidak bagus bahkan banyak yang mati dan gagal panen, dari modal yang di pakai mungkin satu atau dua orang yang kembali modal kebanyakan rugi dan tak bisa bertani lagi,"


"Emang gak ada koperasi yang meminjam kan uang buat modal petani di sini?" tanya Mita.


"Ada bahkan dari pihak Bank pun menawar kan dengan bunga yang lumayan kecil, banyak juga di antara para petani yang tergiur meminjam dengan jumlah besar, namun hasil panen nya gagal," ujar Pa Rt sendu.

__ADS_1


"Kasian juga ya para petani di sini, semoga saja kedepan nya bisa panen dengan harga yang bagus dan juga hasil panen nya melimpah," ucap Mita.


"Amin makasih Neng do'a nya kami juga berharap seperti itu,"


Setelah perbincangan nya dengan pak Rt, Mita, Angga, Anggun, Vanya dan Andi kembali ke rumah dan bergabung dengan yang lain.


"Gimana Tan acara nya lancar?" tanya Mita. Intan, Lisa, dan ke 5 para laki-laki tadi habis berkumpul dengan para anggota kelompok tani, mereka membuat ssesuatu dari pohon pisang.


Sedangkan Mita, Angga, Andi,Vanya dan Anggun bertanya mengenai cara menanam. bawang merah kepada Pak Rt.


"Lumayan lah mereka sangat antusias, sekitar 20 orang wanita anggota Kelompok tani yang ikut bergabung bersama kami, dan setelah di coba rasanya lumayan enak juga," ucap Intan.


Keripik pohon pisang rasa nya memang aneh namun lumayan enak.


Intan juga mengajak warga membuat Bawang goreng untuk produksi kelompok namun mereka menolak nya.


"Kalo bikin bawang goreng kata nya mereka susah memasarkan nya, di sini banyak yang bikin di rumah masing masing," ucap Vanya.


"Ya begitu lah Mit, namanya juga usaha kali mau tani mau apa pun kalo rezeki kan udah di porsi," ucap Angga. Mereka pun mengangguk.


.


Di tempat lain Adit dan yang lain nya ikut memanen bawang merah milik warga yang kebetulan sedang panen.


"Hebat ya Pak bawang nya besar-besar," ucap Adit.


"Iya A biasanya ini akan lebih besar kalo musim kemarau," jawab salah satu petani.


"Memang nya pengaruh ya musim hujan sama musim kemarau untuk petani?"


"Ya tentu saja, biasa nya kalo musim kemarau para petani akan menyiram tanaman nya 2 hari sekali, jadi pertumbuhan bawang tuh maksimal, tapi kalo di kasih hujan terus biasanya bawang tidak terlalu bagus bahkan kalo kita telat mengobat bisa-bisa pada busuk dan tak berbuah,"

__ADS_1


"Oh begitu yah, saya baru tahu dan ini pengalaman untuk saya," jawab Adit tersenyum.


Adit merasa senang berada di sana warga nya sangat ramah dan juga baik sering kali tetangga nya memberikan makanan dan sayuran untuk mereka.


Ada pula yang terang-terangan mengirimkan nasi dan lauk nya untuk Adit seorang, Dia adalah Sari anak Pa Kades Dia sangat mengagumi sosok Adit yang terbilang ramah di banding teman temanbta yang lain.


.


Sore itu Mita dan yang lain berangkat ke tempat pembakaran sampah yang tak terlalu jauh dari desa.


"Kalian kalo gak mau ikut juga gak papa ko," ujar Mita.


"Gue juga kan pengen tahu, sekalian lah kita jalan jalan keliling desa," ucap Intan dan Vanya pun mengangguk setuju.


"Iya gue juga ikut kok," ucap Anggun.


"Loe gimana lisa?" tanya Mita.


"Ya mau gimana lagi gak mau juga gue gak ada teman di rumah," jawabnya ketus.


"Ya tinggal diem aja kalo gitu gak usah ikut," ujar Intan kesal.Karna mau apapun kegiatan nya pasti Lisa selalu protes tadi juga saat ada acara dengan warga Dia selalu bikin kesal mereka.


"Loe ko sewot sih biasa aja, gue juga bisa marah kalo loe terus begitu," jawabnya.


"Udah gak usah ribut lagian gak malu apa sama tetangga di sini gak kedap udara yah," ucap Angga kesal sedangkan Mita hanya diam memperhatikan mereka yang nampak cekecok.


"Yang mau pergi tinggal pergi dan yang gak ikut juga gak usah ribet," ucap Mita angkat bicara.


"Baik lah ayo kita berangat," ujar Andi.


Akhirnya semua berangkat jalan kaki menuju tempat tersebut yang lumyan jayh dari sana, sekitar 20 menit mereka berjalan menuju tempat itu yang lokasi berada di sawah milik desa.

__ADS_1


__ADS_2