Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#30


__ADS_3

Adit pun akhirnya sampai, Dia segera bergabung dengan yang lain.


"Sorry gue telat," ujarnya langsung duduk di kursi dan meminum satu gelas air sampai habis.


"Lo dari mana aja sih lama banget liat noh si Vito caper terus sama Mita," ujar nya menunjuk ke arah Mita dan Vito yang sedang bercanda sambil menata makanan di meja,Adit pun mengepalkan tangannya.



"Udah samperin sana, Vito gak tau kalo loe sama Mita udahan," ucap Sandy, dan Adit pun melangkah menghampiri mereka.


"Hay, udah selesai semua ya sorry gue telat," seru nya dan langsung duduk di samping Mita.


Sedangkan Mita yang merasa risih pun sedikit bergeser namun Adit memegang pinggang Mita agar tidak menjauh darinya.


"Kemana aja loe lama banget, untung aja ada gue yang temenin cewek loe, kasian tau dari tadi gak ada temen ngobrol,liat tuh Sandy dan Zaki serius sama pasangannya masing-masing." Vito pun menunjuk Ifa yang sedang membantu Zaki membakar, sedangakan Zahra pamit ke toilet dan belum juga kembali, Sedangkan Sandy, Dia baru saja membawa piring dari dapur.


"Gue sama Adit.. " belum sempat Mita menjawab Adit langsung menyela.


"Sorry gue ketiduran, makasih udah jagain pacar gue, terus gue bantu apa nih?" Adit pun tersenyum sedangakan Mita kebingungan.


"Udah loe tinggal makan aja, gue tinggal sebentar ya," ucap nya meninggalkan mereka berdua di sana.


"Maaf, tangan kamu bisa lepas," ucap Mita, menetralkan perasaannya.


Adit pun melepaskan tangannya, Mita pun berdiri saat akan melangkah tangan Mita di pegang olehnya, Mita pun menoleh seolah meminta penjelasan.


"Mau kemana? Sini duduk dulu, aku mau bicara sama kamu," ucap nya, dan Mita pun duduk kembali dengan wajah jutek nya.


"Ada apa lagi?"


"Kamu ko blokir no aku, apa kamu emang benar-benar udah lupain aku Mit atau memang kamu sengaja bikin aku bucin terus kamu ninggalin aku sama cowok lain?" Adit pun sedikit emosi karna teringat tadi siang di sekolah.


"Aku gak ada urusan apa-apa lagi sama kamu, dan terserah aku dong mau dekat sama siapa juga," jawabnya, Mita sengaja tidak mengatakan kalo Yoga adalah kakaknya.

__ADS_1


"Mit aku benar-benar minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan, tapi asal kamu tau aku tulus cinta sama kamu," ujarnya menggenggam tangan Mita, namun Mita segera melepaskannya.


"Maaf," ujarnya,


setelah itu Mita pergi dari sana.


Adit pun kesal pada dirinya, namun Dia tidak akan menyerah Dia akan memperjuangkan Cintanya pada Mita.


Mita sendiri masuk ke dalam rumah, Saat berpapasan dengan Zahra Dia pun izin ke toilet.


"Udah semua kan bakarnya," ucap Zahra menghampiri mereka.


Kini semua orang sudah duduk berkumpul di bangku taman, hanya tinggal menunggu Mita saja yang belum kembali.


Mita pun akhirnya datang, namun baru saja Dia makan ponselnya berbunyi.


"Maaf ya gue angkat telpon dulu, kalian lanjut aja, gue permisi bentar," setelah mereka mengangguk Mita pun agak menjauh dari mereka, sedangkan Adit yang kepo berdiri di belakang Mita.


"Hallo A, ada apa?"


"Eh gak usah, biar Mita pulang sama Zahra aja ya, Mita bentar lagi pulang belum juga jam 9,"


"Share lok, pokoknya Aa gak mau tau, tadi Mama telpon sekalian pulang suruh jemput kamu,"


"Ya udah kalo gitu, Mita kirimin tempatnya,"


Setelah itu Mita pun menutup telponnya, saat Dia berbalik Dia pun kaget kepalanya membentur dada bidang Adit yang ada di belakang nya.


"Ya Tuhan, loe tuh ya ngangetin aja untung gue gak jantungan," Ujarnya memegang dadanya .


Adit pun membisikan sesuatu ke telinga Mita." Sampai kapan pun loe cuma milik gue Mit, Paramita azra gue cinta sama loe,"


Namun Mita tak menjawab Dia malah meninggalkan Adit sendiri, Mita pun kembali bergabung bersama mereka, dan Adit pun mengikutinya.

__ADS_1


"Siapa yang telpon, nyokap loe?" bisik Ifa kepo.


"Bukan, tapi A Yoga katanya mu jemput sekalian pulang," jawabnya pelan.


"Oh gitu ya, loe gak jadi nginep di rumah Zahra dong kalo di jemput,"


Mita pun hanya tersenyum melihat Ifa yang cemberut, sedangakan Adit terus memperhatikannya.


"Loe cantik banget Mit, kenapa gue baru sadar sekarang ya, dari dulu Ifa jodohin gue sama loe tapi gue selalu nolak, mungkin ini balesan dar Tuhan, gue harus berjuang dapetin loe," batinnya.


Mereka makan dengan lahap hingga habis tak tersisa,Vito pun senang akhirnya acara parti BBQ mereka berjalan lancar meskipun Dia melihat ada kecanggungan diantara Adit dan Mita.


30 menit kemudian Yoga pun menelpon lagi, Dia sudah ada di depan gerbang,Mita pun pamit kepada mereka.


"Oke guys gue langsung pulang ya, makasih banyak," serunya, dan mereka pun mengangguk sambil tersenyum hanya Adit saja yang diam saja.


Zahra dan Ifa pun mengantar sampai ke gerbang, Adit yang penasaran pun ikut pamit dan berniat mengikuti mereka.


"Hati-hati ya," ucap Mereka berdua, Mita pun menganggak dan segera memakai jaket yang di berikan oleh kakaknya itu, Yoga membuka jaketnya saat melihat Mita hany memakai kaos pendek, untuk saja Mita memakai celana jeans kalo pake dres pasti ribet.


Setelah siap dengan helm nya Mita pun segera naik, dan melambaikan tangan kepada mereka.


Setelah Mita pergi Adit pun segera melajukan motornya menyusul Mita.


Sedangkan Ifa dan Zahra hanya cekikikan melihat Adit yang terbakar cemburu.


"Kalian kenapa senyum-senyum gitu? ada yang lucu," ujar Vito melihat mereka yang terlihat aneh.


"Gak ko, kita juga ikutan pamit ya udah malem," ucap Zahra.


"Adit juga aneh udah telat datang, eh pulang nya malah duluan," Vito pun tak habis pikir, harusnya Adit yang antar Mita pulang tapi ini ko malah orang lain yang jemput.


"Ya udah biar aku anter ya," Sandy pun tak mau kalah, Dia juga ingin mengantar pacarnya itu.

__ADS_1


" Gak usah yang aku sama Ifa lagian kan rumah aku deket dari sini 10 menit juga sampe," ujarnya, dan Sandy pun akhirnya mengalah.


__ADS_2