
Waktu sudah mulai siang akhirnya Mita memutuskan untuk pergi ke kantin mencari makan siang.
"Boleh saya duduk di sini?" tanya Anita.
"Boleh silahkan Mba," jawabnya sambil tersenyum.
Mita sangat ramah kepada siapa pun yang ada di kantor, Dia ingi menjadi teladan yang baik bagi karyawan yang lain agar nanti saat dirinya menjadi pemimpin sudah terbiasa.
"Saya satu devisi dengan Melati, tapi hari ini saya tidak melihat nya masuk kerja apa Dia memberi kabar kepadamu biasanya kalian sering makan bersama," tanya Anita.
"Mba Mel lagi ada acara penting jadi gak masuk kerja itu yang saya tau karna meskipun kami dekat Mba Mel jarang bicara," jawabnya.
Anisa orang nya baik, namun jarang bicara hanya seperlunya saja, biasanya hanya bicara saat bekerja saja namun kali ini berbeda.
"Oh begitu ya," jawabnya.
"Iya Mba, apa Mba gak hubungi Mba Mel dan menanyakan nya langsung?"
"Tidak, saya belum pernah bertegur sapa langsung biasanya hanya di grup WA," jawabnya.
Berarti Mita beruntung bisa langsung dekat dengan Melati dan bisa curhat apa saja di telpon.
"Oh pantas saja,apa kalian tidak dekat? bukannya Mba Anisa juga sudah lama bekerja satu devisi dengannya?"
"Iya tapi tidak ada yang berani dekat dengannya karna Bu Dewi selalu mengancam kami, kalo dekat dengan Melati harus berurusan dengannya, siapa sih yang ingin berurusan dengan Bu Dewi jadi kamo menjaga aman saja."
Mita jadi tahu ternyata tidak semua orang membenci Melati,mereka hanya di hasut dan di ancam saja agar menjuhi Melati.
Mita harus cari tahu apa sebenarnya hubungan bu Dewi dengan Melati sehingga Dia sangat membencinya.
Mereka pun melanjutkan makan siang mereka yang sesekali berbincang.
Setelah selesai makan siang, Mita pun kembali ke ruang kerjanya.
Namun baru saja masuk sudah ada Agata di sana, dengan senyum manis nya.
"Loh Mba ko ada di sini?" Tanya Mita heran.
"Emang gak boleh ya, aku kesini," Jawabnya masih terkekeh.
__ADS_1
"Gak gitu juga, ayo duduk."
Mereka pun duduk bersama, Mita yang penasaran pun langsung bertanya.
"Ayolah Mba kasih tau aku apa yang mau mba sampein ke Aku, ko aku jadi deg-degan gini sih," ucap nya dan Agata malah terbahak.
"Udah gak usah di pikirin aku cuma main-main saja di sini, kamu tahu kan Dewi dan dua karyawan lain yang mempitnah Melati, mereka sedang di sidang di ruang kerja Bayu jadi aku terpaksa keluar dulu." ujarnya.
"Terus gimana, apa mereka mengaku?"
Mita sangat senang akhirnya Bayu bertindak tegas kepada mereka, untung saja Dia sigap mencari bukti.
"Aku gak tahu yang jelas tadi Pak Bayu sangat marah sekali, tapi Dia bukan Bayu yang dulu yang tak bisa menahan emosinya sekarang Dia sudah dewasa tidak mungkin mnengotori tangannya,"
"Maksud Mba apa? apa Kak Bayu segalak itu," batinnya pun bertanya-tanya apa benar yang Agata katakan, entah lah Mita baru juga bekerja beberapa bulan Dia belum tahu sifat Bayu seperti apa.
"Aku udah kerja 5 tahun jadi sekertarisnya selama itu pula Bayu menjadi Asistent Pa Ali, Dia orang keparcayaan Pa Ali dari dulu Bayu sangat disiplin sekali orang nya, bahkan Dia rela menjomlo demi pekerjaan,"
"Wah hebat dong kalo gitu aku salut banget sama Kak Bayu," ujar Mita.
"Salut boleh tapi jangan sampai naksir sepertinya Dia tidak suk wanita," jawab nya terbahak, Karna selama ini Dia tidak mendengar kalo Bayu pernah pacaran atau dekat dengan seorang wanita.
"Yang perhatian itu banyak bahkan ada juga yang terang-terangan suka sama Pak Bayu tapi Pak Bayu nya yang suka menjaga jarak,"
Oh pantas saja selama ini Mita mendekatkan Bayu dengan Melati seolah biasa saja, ternyata Bayu tidak tertarik dengan perempuan ,pikir Mita bergidik.
"Kamu kenapa ko malah geleng-geleng kepala?"
Agata heran melihat Mita melamun sambil menggelangkan kepala.
"Gak papa ko," Mita pun tersenyum hambar.
"Ya sudah aku balik lagi ke ruang kerja ku yah, kamu yang rajin kerjanya," ucap Agata mencubit pipinya.
Sejak dulu Agata sudah dekat dengan keluarga Mita, bahkan saat menikah pun orang tua Mita yang membiayai nya karna Agata sudah tidak punya orang tua.
Mita sudah menganggap nya kakak sendiri sama seperti kepada Bayu.
Setelah kepergian Agata Mita pun menyelesaikan pekerjaannya hingga tak terasa waktu pulang pun tiba, namun Dia harus ke kampus dahulu karna ada kelas sore hingga malam.
__ADS_1
Sungguh Mita lelah namun Dia juga ingin berbakti kepada orang tuannya.
"Sayang kamu langsung ke kampus?" tanya Adit melihat Mita sudah bersandar di samping nya.
"Iya sayang, maaf ya ngerepotin aku ada kelas sampe jam 9," jawabnya.
"Kamu tuh gak lelah kerja sambil kuliah, lebih baik kamu cuti dulu selama orang tua kamu gak ada biar gak terlalu lelah sayang," ucap Adit.
"Gak Papa ko aku malah seneng bisa berada dalam kondisi kaya gini, aku jadi tahu perjuangan teman-teman ku yang kerja paruh waktu untuk mencukupi kuliah mereka," ucap Mita.
"Sayang kamu terlalu mendalami peran mereka, ohya kamu jadi nginep di rumah?"
"Gak tahu, aku malu kan pulang kampus nya malem takut ganggu mereka," ujarnya.
"Ya sudah terserah kamu saja sayang, aku gak maksa ko, apa kita pulang ke apartemant ku aja biar lebih dekat dari kampus," ujar Adit mengusul kan.
"Enggak ihh ngapain ke sana, apalagi cuma berdua," ucap Mita.
"Ya siapa tahu aja kamu kesepian sehingga ingin aku temenin,"
"Gak ih apaan kamu ini," ucap Mita cemberut.
"Sayang kamu tuh kenapa sih, walau pun pulang ke Apartemant kamu tenang aja kamar nya juga ada dua, jangan berpikir macam-macam,"
Mita pun melirik ke arah samping Sungguh Dia sangat malu sekali berlikrin yang tidak -tidak.
"Udah gak usah malu gitu sayang, aku ngerti ko perasaan kamu giman, kamu pasti takut kan kalo kita cuma tinggal berdua, aku akan berusaha jaga kamu dan cinta kita sampai kamu halal untukku." ucap nya mengelus rambut Mita.
Mita pun langsung menoleh dan mengangguk, Dia benar-benar takut Adit berbuat macam -macam padanya namun setelah mendengar pengakuan Adit Dia merasa bersalah karna sudah salah paham.
"Maafin aku ya terlalu parno sama kamu," Mita pun menyandarkan kepalanya di bahu Adit.
"Udah sampe kamu mau gini terus," ucap Adit membuyarkan lamunannya, ternyata mereka sudah sampai di depan kampus, untung saja tadi Mita sudah mandi di ruang kerja papanya dan membawa baju dari rumah.
"Ya udah aku langsung masuk ya udah mu telat,hati-hati nanti jangan lupa jemput jam 9," ucapnya.
"Baikalah, Miss u sayang jangan terlalu dekat dengan Angga," ujarnya setelah mencium kening Mita.
Dan Mita pun mengangguk setelah itu Dia langsung masuk ke dalam kampus yang masih ramai.
__ADS_1