Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
"Siluet itu lagi"


__ADS_3

"Aku tahu kamu akan syok kalau tahu apa yang baru saja kulihat,"Ucap Ditta lirih sambil memegang tangan sahabatnya itu.


"Lyen, please dengarkan aku dulu!"Pinta Ditta pada sahabatnya itu.


"Iya aku mendengarkanmu!"Jawab Erlyen sambil tersenyum.


"Ada apa?" Tanya Erlyen lagi.


"Kamu tahu gak kalau tadi aku melihat siluet Albert dan isterinya!"Ucapan Ditta membuat Erlyen tercekat seketika karena ia juga tahu kalau Albert si mantan suaminya itu tadi nyaris berseteru dengan dirinya di tempat parkir.


"Iya aku tahu kok Ditt,malah aku...!!"Ucapan Erlyen menggantung karena tiba tiba Ditta menendang kakinya.


"Kamu kenapa Ditt?"Tanya Erlyen pada Ditta.


"Aku takut ada perkelahian disini makanya aku menendang kakimu agar kamu berhenti membicarakan apa ya g kamu alami tadi di parkiran."Ucap Ditta sambil berbisik membuat kedua pria yang berdiri tak jauh dari mereka menjadi heran.


Adrian lalu mendekat dan melihat sekitar mereka dan berkata "Bisik bisik apa sih?Mencurigakan sekali!"Ucap Adrian sambil mencubit hidung Ditta dan tersenyum.


"Kak,bagaimana kalau kita ganti tempat nongkrong aja."Ucapan Erlyen membuat Adrian sadar kalau mereka hanya menunggu di sana maka mereka takkan bakal menemukan Albert dan isterinya itu.


"Baiklah ! Ayo !" Ucap Adrian sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Bagaimana?"Tanya Leonard dari tempatnya yang tak jauh dari Erlyen,Adrian dan Ditta.


"Kita pindah tempat nongkrong Tuan Leo!!"Ucapan Erlyen membuat Adrian dan Ditta saling pandang dan lama lama mereka pun tak bisa menahan rasa yang membuncah dalam hati mereka masing masing dan apa yang terjadi Leonard pu ikut ikutan tertawa karena sebutan Erlyen pada dirinya.


"Ha ha ha ha ha ..."


Begitulah mereka bertiga tertawa terbahak bahak membuat Erlyen hanya mencibir saja dan bertanya "Apakah ada yang salah dengan aebutanku tadi?"Tanya Erlyen sedikit dongkol karena mereka bertiga saling tatap dan seperti menahan tawa yang akan meledak untuk yang kedua kalinya itu.


"Menyebalkan sekali...kalian bertiga mau bully aku ya?"Ucap Erlyen sambil memonyongkan bibirnya kedepan tanda ia mulai kesal dengan ketiga orang kesayangannya itu.


"Sayang...!!"Panggil Leonard sambil memeluk pinggang Erlyen karena Leonard sudah membaca situasi kalau sedikit lagi ia tak segera mengambil hati wanita itu maka akan terjadi banjir air mata yang sangat memilukan hati.


"Maaf sayang..jangan ngambek,"Ucap Leonard sambil mendekatkan hidungnya ke kening Erlyen.


"Siapa juga yang ngambek?"Pungkas Erlyen sambil kembali memonyongkan bibirnya lagi.


"Cie cie...manja sama calon suami terus abangnya ditinggal aja gitu ya?"Ucap Adrian sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kakak...!!" Panggil Erlyen sambil melepaskan pelukan Leonard dan masuk dalam pelukan Adrian yang saat itu sedang berdiri sambil berbincang dengan Ditta.


"Loh, anak ini benar benar sangat kolokan ya?"Ucap Adrian sambil memeluk Erlyen erat.


"Adikku! Adik kesayanganku!" Adrian mengecup puncak kepala Erlyen sambil membenamkan wajah cantiksang adik di dada bidangnya.


"Dik,kamu gak malu sama sahabat dan kekasihmu?"Tanya Adrian sambil mengecup lagi kening Erlyen.


"Iya ngapain malu sama mereka?!"Jawaban Erlyen menggelikan hati Adrian.


"Hm,kakak beradik ini memang selalu terbaik deh."Ucap Ditta sambil tersenyum.


Akhirnya mereka pun pindah ke starbuck di sudut mall itu.


Sambil duduk dan menyeruput minuman Erlyen menendang kaki Adrian sambil berbisik "Kak,Erlyen pengen makan rasanya lapar banget."Ucap Erlyen lagi.


"Dik,kamu pengen makan apa?Biar kakak pesankan!"Tanya Adrian sambil memanggil waiters.


"Kak, aku pengen makan bakso aja sih sebenarnya atau seblak kalo ada."Ucap Erlyen penuh harap.


"Hmm,jadi curiga nih!"Ditta cekikikan sambil melirik ke arah Leonard yang sedari tadi hanya diam membisu.


"Ah,kebiasaanmu belum juga hilang ya?jahil amat kamu Lyen?"Ucap Ditta sambil mengelus lengannya.


"Aku suka menggigit lengan sahabatku."Ucap Erlyen tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Erlyen pun mendekati Leonard dan memegang lengan pria netra biru yang telah mencuri hatinya itu sambil mengelus elus lengan itu dan alhasil ia pun mendaratkan deretan gigi giginya yang sangat tajam itu tepat di lengan pria itu.


"Arrrgggghhhh...sayang kamu kenapa menggigitku?"Leonard kaget bukan main sambil mengusap usap lengannya yang terasa ngilu.


"Nggak apa apa aku cuma gemas aja dan ingin menggigit lengan kekasihku."Ucap Erlyen sambil mendekati Adrian yang sudah siap siaga dengan kedatangam sang adik.


"Benar benar gak ada yang peka dengan permintaanku kah?"Ucap Erlyen lagi sambil memegang erat lengan Adrian yang terlihat sudah dikunci mati oleh Adrian.


"Kakak,biarkan aku menggigitmu sedikit saja."Ucap Erlyen sambil memoncongkan bibirnya ke depan.


"Dik, tenang aja dulu kan kakak sudah pesankan permintaanmu nanti juga para pelayan akan segera mengantarkannya kesini kok tenang aja ya?"Ucap Kak Adrian sambil tersenyum dan merasa terbebas dari gigitan Erlyen.


"Sakit banget Lyen,kamu udah gak sayang ya sama aku?"Ucap Leonard sambil mengusap lengannya.

__ADS_1


"Kamu sih pasrah banget saat aku menggigitmu,itu namanya gigutan penuh cinta."Ucap Erlyen sambil tersenyum membuat Leonard sangat ingin mengecup wanita itu.


"Awas aja kamu ya,tunggu pembalasanku!"Ucap Leonard dengan sedikit ancaman.


"Iya aku tunggu balasanmu pangeranku!"Ucap Erlyen sambil memperbaiki anak poninya yang bertebaran di keningnya itu.


"Ditt,sambil menunggu pesanan kita ke kamar mandi dulu ya aku kebelet nih."Ajak Erlyen pada Ditta.


"Baiklah tuan Putri!"


Mereka berdua pun minta ijin pada kedua pria itu dan pergi ke toilet di belakang ruangan dimana mereka nongkrong tadi.


"Lyen, jangan lama lama ya?"Ucap Ditta sambil memperbaiki anak rambutnya yang berserakan di wajahnya.


Erlyen pun masuk ke dalam kamar mandi dan Ditta menunggu dirinya di luar kamar mandi.


Setelah selesai ia pun keluar dari kamar mandi itu dan mencuci tangannya dan ia juga mencuci mukanya dengan sabun wajah yang selalu ia bawa dan membersihkannya dengan tissue yang selalu ia bawa juga biasanya satu set dengan sabun wajah.


Kemudian ia pun memakai krim wajah yang cocok dengan kulit wajahnya dan terasa sangat segar.


"Ayo Ditt," ajak Erlyen sambil menggandeng tangan Ditta dan pergi meninggalkan toilet itu.


Ketika sudah keluar dari pintu keluar ternyata Erlyen dan Ditta sama sama melihat siluet Albert dari balik kaca hitam di sebuah ruangan di dekat toilet itu dan membuat Erlyen dan Ditta berlari dengan cepatkembali ke ruang dimana Adrian dan Leonard sementara duduk sambil minum kopi.


"Ah,aku kehabisan nafas Lyen."Ucap Ditta sambil menahan tangan Erlyen agar ia tak berlari lagi dengan cepat.


"Ada apa sayang?"Tanya Leonard bersamaan dengan Adrian pada kedua sahabat itu.


"Sayang,aku melihat siluetnya Albert!"Ucap Erlyen sambil memeluk erat tubuh pria tinggi semampai itu dengan sangat erat.


"Jangan takut ia takkan pernah menunjukkan batang hidungnya karena aku akan menghajarnya."Ucap Leonard sambil memeluk erat tubuh wanita kesayangannya itu dan melabuhkan sebuah kecupan di puncak kepala Erlyen.


****


To be continued guys


jangan lupa komentar like dan vote ya?


Terima kasih🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2