
Satu minggu sudah mereka di sana, Mita selalu perhatian kepada semua teman nya, Intan dan Anggun pun senang bisa kenal dengan Mita yang baik dan ramah.
Seringkali mereka berdebat dengan Lisa karna alasan yang gak jelas, Lisa selalu saja membuat mereka kesal namun Mita selalu menjadi penengah bagi mereka.
Bahkan Mita juga sering membela Lisa kala beradu mulut dengan yang lain.
Mita sangat kasihan kepada Lisa sepertinya Dia kurang perhatian dari orang tua nya sehingga, membuat nya sombong dan manja seperti itu.
Malam ini mereka duduk sambil menonton tv, sesekali mereka bercanda.
Andi dan Vanya pun semakin dekat bahkan mereka selalu terlihat bersama bila ada kesempatan.
Berbeda dengan Angga yang nampak banyak diam tak banyak bicara, jika bicara pun hanya seperlu nya.
Mita sangat peka sekali terhadap teman-temannya itu.
"Apalagi sih ribut terus," ucap Mita masuk ke dalam kamar melihat Lisa dan Intan tampak saling ledek.
"Gak tahu nih Dia bikin gue kesel terus, pantas aja jomlo terus mana ada cowok yang mau sama loe yang kaya gitu," ujar Intan.
"Loe tuh yah jangan so deh mentang-mentang punya pacar bilang gue jomlo segala, gue bukan jomlo tapi gak minat cari pacar," jawabnya.
"Udah ya, kalian gak malu apa sama tetangga ribut terus lagian ini udah malem besok kita ada Sidak di bale Desa harus bangun pagi-pagi," ucap Mita.
Mereka pun akhirnya diam, tak ada lagi yang berbicara, Mita pun memutuskan untuk tidur, untung saja sekarang tidak terlalu banyak nyamuk jadi Dia bisa tidur dengan mudah.
Mereka sudah bergabung di balai desa, Mita dan teman-temannya juga sudah datang mereka berjalan kaki dari rumah ke sana karna tidak ada kendaraan.
"Mit kenalin dong sama Aa yang tadi siapa sih gue baru liat ganteng banget?" bisik Anggun.
Anggun baru pertama kali melihat laki-laki itu mengantarkan makanan ke rumah mereka.
"Oh itu loh anak nya Bu Rt, namanya A Deden, Dia yang suka anterin gue beli bubur," ujarnya.
"Loe ko gak bilang sih kalo yang nganter cowok gandeng, kenalin ke gue donG Mit siapa tahu aja jodoh," ujar nya.
"Dia udah tua mana mau loe sama yang tux tua," jawab Mita.
"Emang loe sempat nanya gitu berapa umur nya?" Vanya pun semakin penasaran.
__ADS_1
"Enggaklah malu-maluin aja, guetahu dari Bu Rt kalo anak nya udah hampir 30 katanya belum mau menikah,"
"Tapi kalo gue liat tadi kaya nya Dia awet muda ya hihi..," ujar Vanya cekikikan.
"Ya mungkin, gue gak terlalu merhatiin sih," ujarnya.
Mereka pun duduk bergabung dengan yang lain mendengarkan arahan Dosen.
Sedangkan Lisa melihat sinis ke arah Mita, Dia sangat kesal karna tadi pagi tak ada yang membangunkannya.
Setelah mendengarkan Dosen mereka pun membubarkan diri, ternyata sudah jam 1 siang.
"Sayang ponsel kamu ada sinyal gak?" tanya Adit.
Kini mereka duduk terpisah dengan yang lain, teman-temannya sebagian sedang membeli makan siang dan yang lain nya duduk berbincang.
Mita pun menyerahkan ponselnya kepada Adit sambil cemberut.
"Di sini ada lumayan dikit juga, kalo di tempat aku gak ada kosong banget mau nelpon juga susah apalagi WA," ujar nya membuka ponsel Mita yang ada di tangannya.
"Hmm WA kamu aja yang kemarin tuh baru sampe, kita harus extra sabar pokok nya sampe 30 hari kedepan," ucap Mita.
Sedangkan Lisa sedari tadi memperhatikan mereka, Dia terus meremas botol minum nya.
"Kenapa hmm?" tanya Angga yang tiba-tiba duduk di dekat lisa.
"Kenapa apa nya?" lisa pun malah balik tanya kepadanya.
"Kenapa loe kayanya benci banget sama Mita?" tanya Angga heran.
"Gue benci karna Dia rebut Adit dari gue, kenapa sih Adit malah milih Dia dibanding gue," ucap nya sendu.
"Apa yang membuat loe membenci Mita, apa Dia punya salah sama loe, gue liat Dia baik sama Loe," ujar Angga memperhatikan mereka yang tampak sedang tertawa.
"Gue gak tahu kenapa gue gak suka sama Dia, yang jelas Mita gak pernah jahat sama gue," ucap Lisa mengingat masa dulu.
"Seharusnya Loe bersyukur masih ada yang mau berteman baik sama loe, jaman sekarang susah cari orang yang tulus,"
Lisa pun mengingat kedua temannya yang hanya memanfaatkan nya saja, Dia tak pernah melihat ketulusan dimata mereka.
__ADS_1
Mereka pun makan nasi kotak yang di beli oleh Sandy dan Vito memakai motor Pak Lurah, mereka pun makan bersama.
Setelah menghabiskan makan siang nya mereka kembali ke desa masing-masing.
"Kamu hati-hati ya, awas jaga mata jaga hati yah," ucap Adit membuat nya tersenyum.
"Iya sayang kamu juga," ucap nya, mereka pun berpisah di jalan cagak.
Mereka berjalan kali menuju rumah sambil berbincang,Mita berjalan di belakang bersama Anggun dan Intan.Sedangkan Lisa berjalan bersama Angga.
"Heh menurut kalian mereka cocok gak?" tanya Anggun menunjuk Lisa dan Angga yang ada di depannya.
"Cocok lah mereka cantik dan tampan," ucap Mita.
"Ahh kalo menurut gue gak cocok, liat dong gimana gaya nya Lisa sedangkan Angga terlalu manis untuknya," candanya, membuat mereka menggelengkan kepala.
"Ya kalo jodoh kan gak ada yang tahu, kaya loe sama Vito," ujar Anggun.
Mita pun menghentikan langkah nya, menoleh ke arah mereka.
"Kenapa Mit kaya kaget gitu?" tanya Intan.
"Enggak papa cuma penasaran aja sama pacarnya intan," jawabnya tersenyum.
"Masa loe gak tahu tadi juga ketemu, Dia sahabat cowok loe,"
Oh jadi ini pacar nya Vito, Mita pun tersenyum akhirnya Vito punya pacar juha meskipun cerewet tapi Intan anak yanh baik dan selalu jujur.
"Syukurlah kita bisa jalan bareng nanti," canda Mita.
"Tentu saja loe orang nya asyik membuat kita nyaman," ucap Intan.
"Tinggal loe Anggun yang belum punya cowok, "
"Gue belum minat, mungkin kalo sama Aa Deden gue pikirin deh," jawabnya terbahak.
"Ahh itu mah mau nya Loe, A Deden itu guru Sd sama guru ngaji mana mau sama loe," ucap Intan terbahak.
"Ah sial," ucap Anggun cemberut.
__ADS_1
Tak terasa mereka pun akhirnya sampai, walau pun berjalan kaki Mita sangat senang bisa bekerja sama dengan mereka.