
Hem...capeknya hari ini benar benar sangat melelahkan.
"Kak Adrian,kue adek kok habis?"Tanya Erlyen sambil duduk di samping abangnya yang baru saja turun gunung.
"Kakak sangat capek sayang,kuenya sudah kakak habiskan nanti kakak belikan yang banyak ya kalau pas lita pulang nanti?Jangan marah ya Dek?"Ucap Kak Adrian lagi.
Dari jauh terlihat Leonard baru saja turun dari gunung juga dan membawa sekantong buah buahan entah dia mendapatkan dari mana yang pasti ia benar benar sangat bahagia terlihat dari pancaran wajahnya yang sangat tegas itu.
Leonard tersenyum dan mulai melangkah perlahan lahan dan secara tiba tiba ia menjatuhkan dirinya di samping Erlyen sambil berkata "Sayang sungguh aku sangat capek,aku pengen istirahat dulu sayang."Ucap Leonard sambil tertidur di atas hamparan rumput hijau dan terlelap tanpa suara.
Terdengar suara dengkuran halus yang keluar dari hidung Leonard,pertanda pertukaran Oksigen dengan Karbondioksida Leonard cukup bagus.
Erlyen pun tanpa sadar mengecup kening itu dengan kecupan manja dan kasih sayang.
"Sangat lelah ya sayang?"Ucap Erlyen sambil meletakkan bantal di bawah kepala Leonard.
Pria itu tak menyadari kalau wanita kesayangannya memperlakukan dirinya seistimewa itu.
Dengan penuh hati hati Erlyen pun melangkah masuk ke tenda dimana Ditta sedang memasak makan malam mereka.
"Hai Ditt,perlu bantuan aku?"Tanya Erlyen sambil mendekati sahabatnya itu.
"Nggak apa apa sayang ini juga udah mau selesai kok kamu mandi aja dulu biar nanti pas matang kamu sudah siap untuk makan."Jawab Ditta sambil terus saja menumis sayuran hijau hasil melanglang di puncak gunung itu.
"Sayur pucuk labunya mau kamu apakan Ditt?"Tanya Erlyen sambil mendekati Ditta.
"Aku tak tahu karena ini pertama kalinya aku masak sayuran itu."Jawab Ditta lagi.
"Bagaimana kalau aku yang akan memasaknya dijamin enak dan kamu bakal minta tambah lagi?"Ucapan Erlyen membuat Ditta tersenyum dan ingin merasakan makanan yang di bilang oleh Erlyen tadi.
"Baiklah kamu yang masak dan aku mandi dulu ya gerah banget nij."Ditta mwnyetujui tawaran dari sahabatnya itu.
Akhirnya Ditta pergi dari tempat itu dan diganti dengan Erlyen yang mulai berkutat dengan semua perlengkapan dapur itu.Tidak membutuhkan waktu lama masakan Erlyen telah selesai dan siap dihidangkan.
Sedikit lagi matahari akan segera terbenam di bagian barat dan mereka tak ingin melewatkan lagi moment bersejarah itu karena kemarin mereka tak sempat menikmati sunset makanya kemping mereka diperpanjang lagi agar mereka bisa menikmati sunset hari ini.
Dan hari ini terbayar sudah rasa ingin tahu dan ingin menikmati sunset itu.
Sstelah beres memasak Erlyen pun menghampiri Leonard yang masih tidur di depan tenda dengan sangat nyaman itu.
"Bangun sayang...Leo,ayolah katanya mau lihat sunset kok malah ngorok?"Ucap Erlyen sambil mengguncang perlahan badan dan bahu Leonard.
Leonard pun menggeliat dan membuka matanya perlahan lahan.
"Sayang maaf aku ketiduran."Ucap Leonard sambil bangun dan melohat sekelilingnya.
**
Mereka pun menuju ke puncak gunung itu masing masing bersama pasangannya.
Sesampainya di atas mereka semua sangat bergembira karena sunset kalau dilihat dari puncak gunung sangatlah indah.
"Wow Ciptaaan Tuhan yang luar biasa indahnya."Seru Erlyen sambil merentangkan kedua tangannya dan merasakan semilir angin bertiup dengan sepoi sepoi basah.
Erlyen sangat menikmati keadaan sore itu.
__ADS_1
Bukan Erlyen saja tetapi Adrian dan Ditta serta Leonard pun demikian,mereka pun asyik berfoto foto dengan masing masing gaya di area itu sampai mereka lupa pulang padahal hari sudah mulai malam.
Terdengar suara jangkrik di mana mana,suara burung malam pun mulai terdengar membuat Erlyen yang paling takut dengan suara burùng hantu itu ketakutan dan dengan secepat kilat ia memeluk erat tubuh Leonard.
"Ayo pulang...!!"Pinta Erlyen tapi Adrian dan Leonard tak bergeming sedikitpun mereka justru duduk tenang dan mulai menghidupkan api unggun di sekitar situ dan mengumpulkan kayu bakar untuk membuat api unggun mereka lebih besar lagi karena malam ini mereka akan menikmati api unggun sambil melihat bulan purnama yang katanya sih sangat sempurna keindahannya itu.
"Kak Adrian ayo balik ke tenda,Erlyen lapar banget tadi belum sempat makan."Pinta Erlyen sambil memelas.
"Benaran kalau kamu belum makan sayang?"Tanya Kak Adrian sambil duduk di samping sang adik.
"Iya nih Kak..!!"Erlyen menjawab dengan wajah kesal.
"Sabar ya biar kakak pergi ambil makanannya di bawah sana nanti kakak bawakan makananmu sekalian selimut biar kamu tidak kedinginan."Ucap Adrian yang sangat kasihan melihat adiknya kelaparan itu.
"Bang aku ikut juga ya biar sekalian bantu bawa makanannya."Ucap Ditta sambil bangun dari duduknya dan melangkah mengikuti Adrian.
Keduanya pun pergi ke tenda mereka yang jaraknya hanya dua satu kilometer saja.
Mereka berdua terlihat bahagia berjalan ke bawah sana sambil bersenda gurau dan bergandengan tangan.
Sedangkan Erlyen dan Leonard sedang duduk di dekat api unggun sambil sesekali tertawa bareng.
Leonard sangat berdebar kencang begitu juga Erlyen.
"Sayang kapan kamu mau menikah denganku?jujur ya kalau aku udah tak sabar menunggu moment itu. Aku ingin kita secepatnya menikah dan hidup bahagia bersama kamu tahu sendiri kan aku hanya ingin bersama dirimu meleqati hari hariku. Aku juga ingn anakku Kirana memiliki adik adik yang tampan dan cantik cantik dan aku juga mau meminta jawabanmu kalau aku ingin kita memiliki banyak anak?aku mampu dan sangat mampu untuk memberi mereka makan,pendidikan bahkan untuk hidup mereka ketika sudah besar nanti."Leonard berbicara panjang lebar sambil memeluk pundak wanitanya itu.
"Leo,aku sih setuju setuju saja tetapi apa kamu mau menggantikan aku melahirkan bayi bayimu itu?Kalau aku melahirkan banyak anak muka aku bisa cepat tua dan keriput apa kamu mau?Aku hanya mau memiliki anak dua orang atau tiga orang saja."Ucap Erlyen sambil hendak merebahkan kepalanya diatas hamparan rumput hijau itu tetapi langsung di sanggah oleh Leonard sehingga ia pun tidur sambil berbantalkan paha Leonard.
"Sayang... kita lihat nanti ya karena semua yang terbaik akan aku lakukan untuk isteri dan anak anakku tercinta."Ucap Leonard sambil menundukkan kepalanya dan mengecup kening Erlyen dengan sangat lama.
"Aku sangat mencintaimu,jagalah hati ini dan jangan pernah mengecewakannya."Ucap Leonard sambil terus mengecup seluruh wajah Erlyen.
"Diamlah sebentar sayang aku ingin memlukmu seperti ini dulu sayang."Ucap Leonard pada Erlyen dengan cara berbisik.
Erlyen pun menurut apa yang dikatakan oleh Leonard walau ia merasa gerakannya takkan mungkin bisa melepaskan dirinya dari pelukan Leonard.
"Bagaimana caranya agar aku bisa lepas dari pria ini."Gumam Erlyen dalam hatinya.
"Bagaimana kalau aku menuruti apa katanya dan bermanja manja padanya aku yakin dia pasti akan melepaskan aku."Erlyen membathin.
"Leo...!!"Panggil Erlyen pada pria itu.
"Iya sayangku...!!Sahut Leonard pada Erlyen.
"Leo,aku mencintaimu..!!"Ucap Erlyen terbata.
"Aku tahu kamu juga mencintaiku Lyen makanya aku tidak terlalu mengekang kamu karena cinta kita adalah cinta sejati yang dimiliki oleh pasangan pasangan yang tahan banting,tahan segala aral dan rintangan serta semua kesulitan di depan maupun dibelakang kita berdua akan mampu menghadapinya."Ucap Leonard sambil perlahan melonggarkan pelukannya.
**
Setelah selesai mereka berdua saling tatap dan akhirnya Adrian meletakkan rantang berisi makanan untuk Erlyen dan mendekati Ditta dan tanpa aba aba ia pun mengecup kening Ditta sambil berkata "Jangan pernah berniat untuk tinggalkan aku,aku bisa mati menahan rindu ini padamu."Ucap Adrian sambil melepaskan kecupannya itu.
"Iya Mas,jangan khawatirkan hal itu,aku akan selalu disampingmu menemani kamu sampai kapanpun itu."Ucap Ditta sambil tersenyum dan tanpa aba aba ia pun memeluk erat tubuh pria berotot indah itu,dadanya yang seperti roti sobek,rahangnya yang sangat tegas dan tampan ah sungguh sempurna ciptaan Tuhan ini.
"Ayo sayang biar Lyen bisa makan kalau tidak aku takut asam lambungnya kumat."Ucap Adrian sambil menggandeng tangan Ditta dan mereka pun berjalan dengan diterangi lampu senter.
__ADS_1
"Wow...!!bulannya sangat indah bang."Ucap Ditta sambil menatap bulan purnama yang sudah mulai menampakan wajahnya untuk menerangi malam ini.
"Kamu suka sayang?"Tanya Adrian sambil tersenyum.
"Iya aku sangat suka cahaya bulan tetapi yang lebih dan paling suka dengan bulan adalah Lyen,dia sering menghabiskan waktu untuk menatap bulan sambil menangisi keadaanya,aku sering menangkap basah ia sedang menangis di bawah cahaya bulan purnama."Ucap Ditta menceritakan apa yang ia lihat selama ini bersama Erlyen.
"O ya,kamu tak pernah bertanya penyebab ia menangis di bawah sinar bulan purnama itu sayang?"Tanya Adrian penasaran dengan penjelasan sang kekasih mengenai kelakuan adik perempuan semata wayangnya itu.
"Lyen bilang kalau hidupnya sangat susah,ia juga tak tahu kapan semua yang ia alami ini berakhir? Dan ia juga sering merutuki dirinya sendiri dengan keadaannya saat itu. Untuk itu setiap bualn purnama datang aku selalu mengajaknya duduk duduk dibawah cahaya bulan dan mendengarkan semua keluh kesahnya."Ucap Ditta sambil terus melangkah kedepan karena mereka akan segera tiba di puncak gunung.
"Sayang aku akan cari waktu yang trpat untuk meminta maaf pada sahabatmu itu aku sangat berdosa padanya."Ucap Adrian sambil terus melangkah disamping Ditta.
"Aku tahu Lyen itu anak baik dan aku yakin ia pasti sudah memaafkan kamu sayang."Ucap Ditta menguatkan hati Adrian yang rapuh sesaat itu.
"Sssstttt...!!"Ucap Ditta sambil tersenyum pada Adrian.
"Makanan sudah tiba...!!"Seru Ditta sambil melangkah mendekati Erlyen dan Leonard yang sedang duduk dan bercerita itu.
"Terima kasih Ditt aku sangat lapar."Ucap Erlyen sambil mencuci tangannya dengan menggunakan air yang ada di ember itu kemudian ia pun mulai makan.
Selesai makan ia pun menyimpan peralatan makannya dan mulai duduk bersama mereka sambil menatap bulan Purnama dan alhasil membuat trenyuh hati Erlyen sehingga tanpa sadar ia pun mengucurkan air mata.
Seolah olah mengetahui apa yang dialami oleh sang adik,Adrian kemudian duduk di samping Erlyen dan membawanya dalam dekapan hangatnya itu.
"Maafkan Kakak adikku sayang."Ucap Adrian sambil mengecup kening Erlyen dan semua itu di tatap biasa oleh Leonard karena ia tahu posisi Erlyen dan Adrian seperti apa saat ini.
Mereka berempat pun mulai menatap bulan sambil bercerita tentang kehidupan yang mereka alami sekarang.
Selama menatap bulan di atas puncang gunung itu Erlyen benar benar sudah sangat mengantuk sehingga dalam beberapa menit kemudian ia pun tertidur dengan dengkuran halus menhiasi jalur pernafasannya itu.
Ketika Leonard berbalik dan hendak berbicara pada Erlyen,ia pun kaget dan tertegun sesaat sambil terus menerus menatap wanita yang selalu membuatnya damai itu.
Ia pun melirik ke arah Adrian dan Ditta dan ternyata kedua insan itu sedang asyik memadu kasih.
Kecupan demi kecupan mereka resapi penuh kemesraan membuat hati Leonard memanas seketika karena tak tahan dengan apa yang ia lihat saat ini dalam remang remang cahaya bulan malam itu.
Dengan rasa yang menggebu ia pun melabuhkan kecupan di bibir Erlyen sambil membisikkan sesuatu di telinga Erlyen yang sangat membuat hatinya puas.
"Aku akan mencintaimu sepanjang hidupku,sepanjang usiaku dan aku akan memanjakanmu hingga kita menua bersama mengarungi hidup bersama dan bahtera cinta kita takkan pernah tergoyahkan oleh apa pun. Aku jamin kalau kamu akan selalu bahagia bila berada dalam pelukanku yang hangat ini."Bisikkan Leonard melemah karena matanya sudah tak tahan lagi sehinggaia pun merebahkan Erlyen di atas rumput hijau bak karpet permadani yang berkilau tertimpa cahaya bulan purnama itu dan ia pun memberikan tangannya menjadi bantak bagi sang kekasih hati.
Seketika Erlyen bergerak dan membalikkan badannya sehingga Leonard pun membisikkan sesuatu yang indah di telinga Erlyen yang setengah sadar itu...
"Kamu tahu gak kenapa aku menjadi sesak nafas ketika berada di dekat kamu?"Ucap Leonard penuh rasa bahagia.
"Aku tak tahu Leo apa maksudmu?"Tanya Erlyen sambil menggeliat manja membuat hati dan jantung Leonard bergemuruh dengan sangat kuat dan cepat swpwrti bunyi pukulan ombak di pantai.
"Jawabannya karena kamu adalah separuh nafasku,aku tak bisa bwrnafas bila tanpa kamu disisiku,selamanya hanya kamu di hati ini."Jawaban dari Leonard membuat mata Erlyen terbelalak dan seketika ia berusaha untuk bangun dan lepas dari pelukan pria itu tetapi pelukan pria netra biru yang pernah membuatnya emosi itu tak mau melepaskannya justru ia semakin memeluk dengan erat.
"Sayang longgarkan pelukanmu dulu aku tak bisa bernafas."Ucap Erlyen sambil berusaha melonggarkan pelukan dari tangan kekar pria itu tetapi tidak berhasil karena sang pria tak ingin melepaskan keindahan yang ia dapatkan saat ini.
♡○♡○○♡♡○☆○♡☆○♡♡♡○○☆☆
To becontinued
bersambung ya guys...jangan lupa like,komentar dan juga vote ya.
__ADS_1
jangan lupa follow Ig author ya Ig author @Chreschya Kehi
Terima kasih...😘🙏