Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#70


__ADS_3

"Eh gue baru ingat, Zahra kemana ko gak ikut sama loe?" tanya Ifa baru sadar kalo sahabat yang satu itu ikut bersama mereka.


"Tadi ikut makan malam sama abang gue, udah biarin aja lah lagian Dia kan pasti leboh kangen pacarnya di banding kita," ujarnya.


"Ah benar juga ya, terus loe sendiri kenapa gak makan sama Adit??" tanya Ifa heran.


"Gue udah makan tadi sore sambil jalan-jalan di pantai, loe harus cobaain Fot seefood nya enak banget gue aja sampe nambah," ujar Mita mengingat tadi sore saat makan bersama Adit di dekat pantai.


Tidak tahu karna lapar atau apa, Mita melupakan rasa malu nya saat minta nambah itu membuat Adit terkekeh dan senang, karna biasanya Mita tidak suka banyak makan.


"Oke besok kita ke sana, kita masih banak waktu untuk jalan-jalan bersama iya kan?"


"Iya, Mba Mel juga pulang nya bareng kita lagi kan?" tanya Mita.


"Mba hanya 2 hari di sini, banyak kerjaan di kantor jadi gak bisa lama-lama," jawabnya.


" Yah, kirain masih lama di sini nya terus Mba pulang nya nanti sama siapa?" tanya Ifa.


"Sama Pak Bayu, kami tidak ada banyak waktu apalagi Pemilik perusahaan katanya sudah kembali dari luar negri,"


"Mba kenapa gak pacaran aja sama Kak Bayu, Dia baik loh tampan juga," ucap Mita membuat Melati tersedak.


"Uhuk.. uhukk..


"Mba gak papa?" tanya Ifa mengulurkan botol air mineral kepadanya.


"Gak papa ko Mba cuma keselek aja," kilah nya namun hal itu membuat Mita curiga.


"Apa Mba punya pacar, dari dulu Mba gak pernah cerita masalah pribadi Mba sama aku," ucap Mita.


"Mba punya pacar tapi kami Ldr, Dia bekerja di luar kota," jawabnya membuat mereka ber Oh ria.


***


Di tempat lain Adit sedang menemani Sandy yang sedang minum tuak bali yang terkenal dengan khasiatnya, tapi kalo di minum terlalu banyak akan membuat kepala pusing dan badan panas tak nyaman.


"Udah dong loe ko malah kaya gini sih, bukanya kita mau hepy-hepy loe malah menyedihkan kaya gini," Ucap Adit kesal niat nya ingin istirahat lebih awal malah di buat kacau oleh Sandy.


Tak berselang lama Vito pun datang bersama Rey yang ikut duduk di sana dan juga ikut minum.

__ADS_1


"Dia kenapa?" tanya Rey namun Vito mengangkat bahu acuh.


"Biasa lah masalah wanita, kadang membuat dunianya kacau berantakan," ujar Adit.


"Mending kaya gue lah jomlo tapi bahagia, karna bagi gue wanita itu merepotkan, bahkan selalu bikin pusing masalah dikit aja di bikin rumit," ucap Vito.


Setelah putus dengan pacarnya 3 tahun lalu,Vito lebih memilih menjomlo karna menurut nya wanita itu sama.


"Loe gak minat cari cewek Vit, disini banyak loh cewek cantik," ujar Rey.


"Ah malas gue," jawabnya, Adit pun hanya geleng-geleng kepala.


Mereka pun berbincang sambil memperhatikan Sandy yang terus meracai gak jelas, setelah itu nereka mengangkat Sandy membawanya ke kamar.


"Tau gini gak usah ikut loe, ngerepotin aja masalah cewek juga sampe kaya gini loe kaya gak ada cewek lain aja," ujar Vito kesal.


Adit sendiri malah terkekeh melihat Vito menggerutu dari tadi.


"Udah sana balik sana ke kamar loe, Rey pasti udah sampe di kamar," ujarnya.


Vito pun mengangguk dan segera keluar dari kamar itu, Dia pun lelah dan ingin segera beristirahat.


"Gue harap loe bisa lupain Zahra secepatnya, kalian sahabat gue dan gue berharap kalian bahagia dengan pasangan kalian siapa pun nanti nya," guman Adit sambil merentangkan tubuhnya menghadap langit kamar yang terlihat samar dengan lampu tidur.


Namun Adit berusaha memendam perasaan nya agar bisa melupakan sosok Mita yang sudah cantik dari dulu bahkan dulu masih berkacamata.


Adit pun tersenyum mengingat nya, ternyata alam berpihak padanya dengan perjodohan orang tuanya Dia bisa berada di titik ini.


Ingin rasanya Dia mengajak Mita menikah namun apalah daya, Dirinya merasa belum mapan dan takut tidak bisa membahagiankan Mita.


Apalagi usaha nya hanya punya bengkel saja, meskipun itu berkembang pesat dan mempunyai banyak karyawan namun Dia masih minder bila di bandingkan dengan kekayaan orang tua Mita tidak ada bandingannya.


Ayah nya pun berusaha merangkul nya agar Dia mau belajar di perusahaan, meskipun dari cabang dahulu namun itu akan menjadi awak untuk karir nya nanti.


Adit bingung harus bagai mana sekarang, Namun Dia juga takut kalo terlalu lama pacaran Mita bisa tertarik dengan pria lain.


***


Keesokan harinya Mita dan yang lain sudah berada di resto yang ada di area hotel itu.

__ADS_1


"Mana Sandy ko gak ikut bareng kamu?" bisiknya agar tak terdengar oleh Zahra yang sedang asyik dengan makanannya di sebalah Yoga.


"Masih tidur, semalam Dia mabuk aku sama yang lain sampe kewalahan bawa Dia ke kamar," jawabnya masih berbisik.


"Oh pantas saja," jawabnya.


"Kalian kenapa pada bisik-bisik begitu?" tanya Yoga yang tak sengaja melirik ke arah mereka.


"Gak papa ko A, ini aku cuma lagi bahas makanan iya kan sayang," jawab Mita dan Adit pun mengangguk.


"Oh kirain apaan,"


Mita pun memperhatikan Zahra yang sedang makan, dalam hatinya pun bertanya apa Dia tidak memperhatikan sekitarnya bahkan Sandy tak ada pun Dia terlihat baik-baik saja dan tak menanyakan apa-apa.


"Sudah jangan banyak melamun ayo makanannya habiskan," ujar Adit dan Mita pun langsung makan lagi dengan lahap.


Setelah makan mereka jalan-jalan ke museum yang tak juah dari sana.


"Mba Mel pasti bosan ya di ajak kemari," ujar Ifa yang sedari tadi jalan bareng Melati.


Sedangkan Adit dan Mita jalan duluan di susul Yoga dan Zahra tak jauh dari mereka.


"Ah enggak juga, aku suka berpetualang suka dengan tempat bersejarah," jawabnya tersenyum


Ifa tahu kalo Melati dulu tinggal di Jogjakarta sebelum akhirnya merantau ke Bandung.


Di Jogja kan banyak museum dan juga tempat-tempat bersejarah, pasti Melati merindukan kampung halamannya itu.


"Mba sering pulang ke Jogya?" tanya Ifa.


"Jarang lebih tepat nya, dari pertama aku ke sini baru kemarin aku pulang itu pun karna Mama ku sakit," jawabnya sendu.


"Maaf ya Mba aku gak maksud bikin Mba sedih," ucap Ifa tak enak.


"Tak usah minta maaf Mba gak papa ko, gimana kerjamu lancar?"


" Ya begitulah Mba kalo di bilang cape ya cape lah tapi mau gimana lagi," ujarnya.


"Yang sabar ya," ucap nya dan Ifa pune mengangguk.

__ADS_1


Setelah dari meseum mereka mencari oleh-oleh untuk Melati yang akan kembali nanti sore bersama Bayu.


Sedangkan para laki-laki hanya berbincang di sebuah Cafe sambil ngopi, mereka tidak suka berdesakan apalagi menantar belanja.


__ADS_2