Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#24


__ADS_3

Satu Minggu pun berlalu hari ini Mita akan pulang bersama orang tuanya, sedangkan Yoga sudah pulang hanya dua hari saja di sana.


Ibu Aise sudah membaik dan sudah pulang dari rumasakit, seperti pagi ini mereka sedang berkumpul di ruang makan.


"Mita tingal di sini ya temani nenek, bukanya mau kuliah di sini?" ujar Nenek Aise.


"Maaf Nek, Mita sudah mendaftar di sana," jawabnya, sedangkan Kaenan sedari tadi mencuri pandang kepada sepupunya itu membuat Mita risih.


"Ya sudah kalo begitu nanti kalo libur semester jangan lupa tengok Nenek ya," ucapnya mengelus kepala Mita.


"Baik Nek, nanti Mita usahakan," jawabnya sambil tersenyum.


"Saya juga ingin berkunjung ke negara kalian," ujar Kaenan tiba-tiba, membuat Ibrahim tersedak.


"Ngapain kamu kesana," ujarnya setelah meneguk air putih.


"Biarkan saja, Paman malah senang Dia mau ke main ke rumah," Jawab Ali, membuat Kaenan tersenyum.


"Serius paman? dengan senang hati saya akan ke sana," ucapnya.


"Awas saja kalo bikin Paman malu," ujar Baim karna sudah tau kelakuan adiknya itu.


"Abi jangan khawatir, saya akan nurut dan jadi anak yang baik," jawabnya, sedangkan Ibrahim tidak percaya itu.


"Sudah kalian jangan berdebat, Nenek senang kalian berkumpul seperti ini, jarang sekali kaenan ada di rumah," Nenek Aise sangat menyayangi cucu nya terlebih lagi Kaenan.


"Ali apa kalian tidak akan menginap lagi? Ibu masih rindu," ujarnya .


"Maafkan Ali Bu, Ali ingin sekali tinggal beberapa hari lagi, namun pekerjaan sudah menunggu kasian Bayu kalo lama di tinggal Dia pasti kewalahan," jawabnya.


"Baik lah kalo begitu, Fatma jaga Cucu cantik Ibu, Dia satu-satu nya cucu perempuan Ibu," ujarnya.


"Iya Ibu tenang saja," jawabnya sambil tersenyum.


Setelah selesai sarapan mereka sudah bersiap berangkat,Mita sudah sangat rindu dengan teman-temannya begitu pun dengan Adit, meskipun hatinya sakit tapi Dia masih menyayangi nya.


Supir pun mengantar mereka sampai ke Bandara,Mereka pun bergeges masuk ke dalam pesawat,tak lama kemudia pesawat pun mengudara.


***


Adit dan teman-temannya di bantu Osis yang baru sedang berada di sekolah, mereka sedang menyusun rencana untuk perpisahan nanti.


"Jadi acara drama nya akan di wakilkan oleh adik kelas kita, karna siswa seangkatan kita tidak ada yang mau ikutan, mereka hanya ikut berpartisipasi saja," ucap Zaki, sejak satu bulan yang lalu mereka menyusun rencana namun karna banyak kegiatan jadi di wakilkan oleh kelas 11.


"Ya sudah tidak apa-apa yang penting acara nya lancar," jawab Adit.

__ADS_1


Setelah bermusyawarah mereka membubarkan diri, acara pun akan di selenggarakan satu minggu lagi membuat mereka sibuk.


Disisi lain Ifa dan Zahra sedang berada di kelas, mereka sedang berbincang.


"Mita tadi telpon gue katanya mau pulang malam ini," ujarnya.


"Serius Fot? Gue seneng banget dengernya , Dia juga telpon gue tapi gak sempet ke angkat, pas gue telpon balik malah gak aktip," ujarnya tersenyum senang.


"Tapi jangan kasih tau siapa-siapa ya, biar jadi kejutan buat mereka," ucap nya, yang dimaksud mereka adalah teman-temannya.


"Oke siap, malam ini nginep di rumah gue yuk, nyokap ma bokap gue lagi pada pergi ke luar kota," ujarnya.


"Liat entar deh gue kan harus izin dulu Ibu negara," jawabnya, membuat Zahra tersenyum.


"Ya udah biar gue aja yang izin sama Ibu loe gimana?"


"Oke kalo gitu," serunya.


Ifa dan Zahra pun keluar kelas, mereka pergi ke kantin untuk makan siang, ternyata di sana sudah rame.


"Mana si cupu?" ujar Sila yang tiba-tiba datang bersama Via.


"Siapa maksud loe?" Ifa pun berdiri dan menarik rambut panjang Sila.


"Lepasin sakit tau," ujar nya, dan Ifa pun melepasnya dengan kasar.


"Dasar preman loe gak ada akhlak, pantas aja s Cupu berani sama kita ternyata ini gurunya," ujar Via sewot.


Ifa pun tak terima Dia langsung mendorong Via sampai tersungkur,Zaki dan kawan-kawan yang baru saja datang pun memnantu Via berdiri.


"Dasar gak jelas loe," ujar Via berdiri meninggalkan mereka,di susul Sila.


"Loe kenapa sih? Ko jadi kaya gini," ucap Zaki heran, walau pun Ifa terlihat bar-bar tapi Dia tidak suka kekerasan.


"Gak usah urusin hidup gue," ujarnya meninggalkan mereka.


"Ifa tunggu woy mau kemana?" teriak Zahra ingin mengejarnya, namun tangan Sandy mencekal tangan nya agar Zahra diam, karna sudah ada Zaki yang mengejar.


Ifa pun mengendarai motornya meninggalkan sekolah, Zaki pun tak bisa berbuat apa-apa.


"Ifa kamu salah faham," guman Zaki, menjambak rambutnya.


~Flasback~


Beberapa hari yang lalu saat mereka meraya kan kelulusan mereka berencana membuat acara di rumah Zahra karna orang tuanya sedang tidak di rumah.

__ADS_1


Namun saat berbelanja di supermarket Ifa bertemu dengan Ibu nya Zaki, orang nya sangat baik namun ada sesuatu yang membuat hati nya sakit.


"Eh kalian sedang belanja juga?" tanya Umi Dewi, Ibunya Zaki.


Ifa pernah main ke pondok pesantrennya, sehingga Umi mengenali mereka.


"Iya Umi ,Umi sama siapa?" tanya Ifa setelah mencium tangannnya, begitu pun Zahra.


"Ah itu, sama calon mantu Umi,itu Dia," ujarnya menujuk seorang gadis memakai pakaian sya'i tak lupa memakai cadar.


"Calon mantu umi?" tanya Ifa, dengan wajah yang mulai pucat, karna yang Ifa tau Zaki hanya punya kakak perempuan dan sudah menikah.


"Ah iya, beberapa bulan lagi mereka akan menikah, ayo umi kenalkan," ucap nya, namun Ifa sudah tidak mood.


"Lain kali saja ya Umi, kita buru-buru,Asamualaikum," ujarnya, Dan Ifa pun menarik tangan Zahra pergi meninggalkan Umi dan gadis itu


"Fa loe gak papa kan?" Zahra pun sama sedihnya Dia juga tidak menyangka kalo Umi Dewi sudah menyiapkan jodoh untuk Zaki.


"Gue gak papa ayo pulang," seru nya memasukan barang belanjaannya kedalam mobil.


Zahra pun mengangguk, kini mereka pun memasuki mobil dan segera pulang.


Sesampainya di rumah Zahra sudah ada yang lain, namun Ifa hanya diam saja.


Mereka akan membuat barbeque, bahan-bahan pun sudah siap.


Sudah ada kentang, bakso, sosis, ayam, ikan, seafood,daging sapi dan jagung.


Zahra pun hanya bisa memperhatikan sahabatnya itu, ingin menegur tapi takut yang lain tahu kalo Ifa tidak baik-baik saja.


Ada Sandy, Zaki, Adit, dan juga Vito mereka bekerja sama mematangkan semuanya.


Setelah matang mereka langsung makan, namun Ifa hanya mencicipi nya saja, Dia sudah tidak selera.


Kini mereka sedang berbincang, namun Ifa agak menjauh dari mereka dan Zaki pun menghampirinya duduk di sebelah Ifa yang sedang melihat kearah kolam renang.


"Fa kamu kenapa kok diem aja?" Tanya Zaki heran, karna biasanya Ifa yang paling rame apalagi ada seafood kesukaannya.


"Gue gak papa," jawabnya tanpa menoleh, membuat Zaki semakin penasaran.


"Kamu lagi ada masalah cerita sama aku," ujarnya menyentuk tangan Ifa.


Ifa pun melepaskan tangan Zaki, dan segara berdiri.


"Stop Kie jangan ganggu gue lagi, loe kan udah mau kuliah di luar negri sebaiknya kita udahan biar loe bisa konsentrasi," ujarnya, membuat Zaki kaget.

__ADS_1


"Kamu ngomong apa sih gak jelas, bukanya kamu siap LDR? l"


"Maaf gue nyerah duluan, makasih buat semunya," ujarnya meninggalkan Zaki sendiri, Ifa pun berlari masuk ke rumah Zahra.


__ADS_2