Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#33


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu kini mereka sudah menjadi mahasiwa, setelah serangkaian acara yang mereka lakukan itu akhirnya Opsek dan yang lainnya selesai juga kini mereka sudah belajar normal seperti mahasiswa pada umumnya.


"Mit gue mau liburan ke rumah Nenek gue, loe mau ikut gak?" ujar Zahra, kini mereka sedang makan siang di kantin.


"Boleh kapan?" Jawabnya.


"Hari sabtu nanti kita pakai motor aja, kita nginep di sana satu malam," Mita pun mengangguk.


"Fot boncengin gue ya, gue tau loe udah putus sama Rey, jadi kita sama-sama jomlo iya kan," ujarnya menaik turunkan alis nya.


"Ah sialan loe, jangan buka kartu gitu dong gue kan malu masa baru satu minggu pacaran udah end aja," jawabnya sendu, sedangkan mereka hanya tertawa.


"Haha lebay banget loe, cari lagi lah cowok banyak kali Fot," ucap Zahra sedangkan Mita mengangguk setuju.


"Mit loe dulu lah yang cari pacar nanti gue nyusul," ucapnya.


"Harusnya loe balikan Mit sama Adit, bukanya loe masih suka ya sama Dia?" Ifa sangat tau perasaan sahabatnya itu.


"Gue gak tau fot, hati gue belum yakin aja," ujarnya.


"Terserah loe dah, nanti kalo udah keduluan yang lain baru loe tau rasa," ujarnya menakuti Mita, sedangkan Zahra mengangguk setuju.


Kini mereka kembali ke kelas, seperti biasa kuliah mereka lancar dan berapa jam berlalu akhirnya mereka keluar kelas.


"Gue pulang duluan, udah sore gue mau ke butik dulu," ucap Mita , dan mereka pun mengangguk, Dia pun masuk ke dalam mobilnya.


Sedangkan Zahra menunggu di jemput oleh Sandy, sedangkan Ifa menunggu Zahra sampai di jemput baru Dia akan pulang.


"Lama banget nih si Sansan , apa Dia nyasar ya di jalan," ujar Ifa sambil terkekeh.


"Mana ada seperti itu, mungkin macet kali," jawabnya, setelah setengah jam berlalu akhirnya Sandy pun datang dengan mobilnya.


" Lama banget sih loe, jamuran tau lama-lama di sini," ucap Ifa, lantas Dia pun langsung menancap gas motornya meninggalkan mereka.


"Ckk ,sayang liat tuh temen kamu bikin aku kesel terus kalo ketemu," ujar Sandy.


"Udah jangan di pikirin, mungkin Dia lagi Pms, ayo pulang," Zahra pun memakai sabuk pengamannya. Mobil pun melaju meninggalkan kampus.


Adit yang baru saja pulang dari kampus di kaget kan dengan kedatangan Ifa.

__ADS_1


"Astaga, bisa gak sih gak bikin gue jantungan," ujar nya sambil mengusap dadanya, sedangkan Ifa hanya terbahak.


"Habisnya gue udah salam juga loe malah diem aja, ngelamunin apa sih loe? " kini mereka duduk di kursi depan rumah Adit.


"Gak ada, siapa yang melamun ? Lagian loe ngapain sih ke sini?" ucap Adit kesal.


"Jangan marah dong gue mau ajak loe ke suatu tempat, ada Mita juga, kita mau sekalian ke rumah nenek nya Zahra,"


"Serius loe ajak gue? ini bukan akal-akalan loe kan?"


"Tenang , Zahra yang nyuruh gue ajak loe lagian bukan loe aja tapi Vito juga di ajak, kita mau turing sekaligus main ke rumah nenek nya Zahra," jawabnya antusias.


"Oke kalo begitu , kapan?"


"Hari sabtu berangkatnya loe langsung ke rumah Mita aja, kita pada kumpul di sana, kalo di rumah Zahra malu lagi ada Abang nya,"


"Siap, nanti gue bareng Vito ke sana nya," Ifa pun mengangguk,dan meninggalkan Adit di sana yang masih senyum-senyum sendiri.


"semoga ini awal yang baik untuk kita Mita, setelah lama gue tunggu akhirnya gue bisa dekat lagi sama loe." batinnya.


Di sisi lain Mita juga baru saja sampai di rumahnya, setelah mampir sebentar ke butik. Dia pun langsung masuk ke dalam kamar nya.


"Ngapain juga s Andi pake ada di Butik segala," gumannya kesal.


Beberapa jam yang lalu, Mita sampai di Butik seperti biasa Dia akan membantu Ibu nya di sana dan pulang bareng Ibunya.


Tapi hari ini berbeda, di butik sedang ada tamu langganan Ibu nya, namun yang membuat nya kesal adalah anak dari pelanggan itu adalah Andi mantan pacar Mita saat Smp.


"Hay makin cantik aja kamu," ujar Andi menggoda, sedangkan Mita hanya diam saja, kini mereka berada di depan ruangan Ibunya Mita.


"Jangan jutek gitu dong sini duduk , mana senyum manis kamu, aku sungguh rindu," Mita pun terpaksa duduk di Sofa, namun agak menjauh dari Andi.


" Kalo aja aku tau kamu akan menjadi bidadari seperti ini, aku gak bakal ninggalin kamu,"


" Haha udah dramanya, untuk apa bahas masalalu yang gak penting, gak banget," Jawab Mita.


"Loe tau gak, kalo gue satu kampus sama cowok loe, dan gimana so ganteng nya Dia di kampus?" ujarnya.


"Gue tau ko," ucap Mita gugup, sungguh Dia tidak tau apa-apa.

__ADS_1


"maaf Tuhan aku sudah bohong" batinnya.


"Wah hebat dong, kirain Dia gak bakal cerita sama loe, terus Dia cerita gak kalo suka anterin Lisa pulang, Dia kan satu kelas sama Adit,"


Deg..


"Ya tau juga lah, lagian kenapa sih loe pengen banget campurin urusan Dia?" Mita pun jadi kesal, mendengar nama Lisa.


Mita terpaksa berpura-pura masih menjadi pacarnya Adit, karna Dia tahu Andi seperti apa orang nya.


"Sayang ayo pulang," ajak Bu Dina Ibunya Andi, Andi pun berdiri menghampiri Ibunya.


"Eh siapa gadis cantik ini jeng?" ucap Bu Dina kepada Bu fatma.


"Dia anak saya jeng, bukannya dulu pernah satu sekolah sama Andi ya," jawabnya.


"Ah tentu saja, maaf saya lupa ternyata anakmu sangat cantik," Mita pun mencium tangan Bu Dina, sambil tersenyum.


"Siang tante, saya Mita," Ucapnya.


"Mita, tante senang bisa bertemu denganmu nak, kapan-kapan main ya kerumah," ucap nya antusias, karna anak nya 3 laki-laki semua , yang dua sudah menikah dan ikut bersama istrinya.


"Iya tante," jawab Mita canggung.


"Ya sudah jeng, Mita kami pamit dulu ya, makasih banyak," ucapnya memeluk Bu Fatma, Sedangkan Andi hanya menyimak.


"Sama-sama jeng, hati-hati di jalan," ucapnya.


Mereka pun pergi meninggalkan Butik.


"Mama udah selesai belum, kita pulang," ucap Mita.


"Kamu duluan aja sayang, Mama kaya nya masih lama," jawabnya.


"Ya sudah Mita pamit ya," Mita pun mencium tangan Ibunya.


"Hati-hati di jalan,langsung pulang ya nak," ucap nya dan Mita pun mengangguk.


Mita pun meninggalkan Butik, Dia mengendari mobil nya .

__ADS_1


__ADS_2