Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
Pengakuan Yang Resmi


__ADS_3

Apa yang aku pikirkan sekarangSemoga jadi kenyataan.


Pagi yang cerah,matahari bersinar sangat terang menyinari alam semesta ini dan membuat semua makhluk hidup mulai aktivitas mereka.


Reagan sedang berolahraga di sekitaran taman kota.


Ia bersama pengawal setianya si Bonny yang sudah bersamanya sejak kecil dulu.


Mereka berdua adalah pria tampan yang wajahnya sedingin es batu atau sedingin salju di kutub utara.


Bonny juga tak kalah tampannya dari sang CEO alias Reagan.


"Capek ah...istirahat dulu ya Boss?"Bonny berbicara sambil duduk diatas rumput hijau yang bertebaran bak permadani hijau itu.


"Ya udah ayo kita istirahat dulu."Ucap Reagan sambil menyeka keringatnya dengan handuk kecil yang ia taruh di bahunya itu.


Tiba tiba Reagan tersenyum mengingat sesuatu yang membuatnya sangat bahagia.


Bonny memandangnya dengan mengerutkan keningnya.


"Eh Boss lagi mikir apa sih kok senyum sendiri?"Tanya Bonny penasaran.


"Bon,di dunia ini gak ada yang kebetulan kan?"Tanya Reagan tiba tiba.


Dan pertanyaan itu membuat tanya di otak Bonny.

__ADS_1


"Iya semuanya gak ada yang kebetulan,apalagi soal pertemuan pertama kali dengan cewek dan beberapa saat kemudian bertemu lagi tanpa janjian itu namanya jodoh."Ucapan Bonny membuat Reagan kaget dan menoleh ke arah Bonny.


"Bon,kamu tahu gadis yang kemarin kah?"Tanya Reagan pada Bonny dengan wajah serius.


"Gadis yang mana Boss?"Tanya Bonny tidak mengerti.


"Masa kamu gak ingat sih Bon?"Tanya Reagan sedikit kesal.


"Iya Boss aku benar benar tidak tahu kalau Boss bertemu seorang gadis."Ucap Bonny membela diri.


"Ah kamu gak asyik ah...pantes aja gak laku laku."Ucap Reagan sambil memukul pelan pundak Bonny.


"Ah Boss aku ini lagu jatuh cintrong ya ceritanya?"Ucap Bonny menggoda Reagan yang sudah tersipu malu.


"Jangan lah ganggu aku kalau gak gajimu aku potong 70%."Ancam Reagan pada Bonny yang langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


Sementara kedua orang itu sedang asyik ngobrol dan bercanda,di sebuah mansion besar dan mewah tampak sepasang kekasih sedang memadu kasih.


"Sayang,tahun ini aku ingin kita menikah aku sudah tak mau sabar lagi aku ingin dalam waktu dekat kita akan menikah tolong jangan bantah ataupun berkomentar yang banyak lagi please!"Ucap Leonard sambil merangkul bahu Erlyen dan sesekali melabuhkan kecupan kecupan manis di kepala,pipi dan rambut Erlyen.


"Aku belum siap Leo...aku takut melukai hatimu."Bisik Erlyen di telinga Leonard.


"Aku takkan mengecewakanmu Lyen,aku akan membantumu melewati semua masalahmu dan aku akan selalu setia mendampingi dan menjagamu Lyen,aku merindukan memiliki keluarga kecil yang bahagia dan harmonis dan harapanku itu ya hidup bersama kamu Lyen.Tak ada yang bisa memisahkan kita sampai kapanpun Lyen,aku hanya ingin menikmati sisa hidupku bersamamu."Ucapan Leonard membuat trenyuh hati Erlyen.


Erlyen menyadari kalau ia sudah membuat pria itu menunggunya bahkan ia telah menggantung cinta pria itu terlalu lama dan bahkan sampai saat ini pun ia masih trauma dengan masa lalu yang pernah melukainya.

__ADS_1


Tanpa sadar Erlyen pun memeluk erat tubuh pria itu sambil berbisik di telinga pria itu.


"Aku mau menikah denganmu tapi kita menunggu Kirana genap Dua tahun dulu biar Kirana bisa mendampingi kita dan memegang bunga atau rumbai gaun pengantinku nanti."Jawab Erlyen membuat wajah sedih Leonard di ganti dengan wajah sumringah yang membuatnya reflek memeluk serta menggendong Erlyen ala bridal style.


"Aku sangat bahagia oleh karena itu malam ini kita party di hotel Zaviera aku akan menyuruh Angga untuk reservasi hotel itu."Ucap Leonard penuh binar bahagia terpancar dari bola matanya yang biru itu.


"Makasih ya Lyen,akhirnya penantian panjangku berakhirlah sudah sayang,aku sangat bahagia saat ini dan semoga ini menjadi pertanda baik bagi hubungan kita dan aku berharap kita bahagia selamanya dalam suka maupun duka."Leonard kembali membisikkan kata kata bahagia di telinga Erlyen membuat Erlyen hanya menutup matanya dan pasrah pada apa yang Leonard katakan.


"Aku sangat bahagia mendengar kata kata ini,sudah lama aku menunggu kata kata itu keluar dari mulutmu sayang,aku tak tahu apa yang akan aku lakukan sekarang aku benar benar tak bisa berkata kata lagi Lyen kekasih hatiku kekasih jiwaku Lyen aku sangat mencintaimu dari dulu hingga kini dan takkan pernah tergantikan."Ucapan lembut suara Leonard terdengar sangat halus menggema di lubuk hati Erlyen.


Perlahan Erlyen pun melepaskan kepalanya dari rengkuhan tangan kekar milik Leonard dan ia pun menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu,pria bermata biru yang kekuatan cintanya tak pernah goyah dari dulu hingga sekarang dan pria yang mau menerima Erlyen apa adanya tanpa melihat masa lalu Erlyen yang gelap gulita.


"Leo,aku boleh minta suatu hal dari kamu Leo?"Ucap Erlyen sambil menatap ke hamparan bintang di langt yang berkelap kelip seakan tahu apa ya g di alami dua insan itu.


"Boleh dong sayang,mau minta apa?"Tanya Leonard sambil memainkan poni rambut Erlyen yang menghalang wajah Erlyen.


"Aku hanya ingin katakan Jangan pernah berubah dalam keadaan apa pun saat kita di terjang masalah dan suatu saat apabila kamu sudah menemukan orang yang lebih dariku jangan pernah membuangku tetapi bawalah aku pada kedua prang tuaku dan tinggalkan aku disana biarkan aku kembali kepada mereka tanpa melihatmu bahagia bersama wanita lain..."Ucapan Erlyen tak dilanjutkan karena tetesan bening itu telah menetes dengan sempurna di pipi mulus itu dan jari jemari panjang milik Leonard telah menutup bibir Erlyen dengan lembut "Please jangan pernah mengatakan hal itu padaku hatiku sakit kalau kamu terus mengucapkan hal hal yang tidak sesuai ekspektasiku dan janjiku pada diriku aku akan sangat sakit hati karena kamu tak mempercayaiku..."Ucap Leonard sambil melabuhkan sebuah kecupan di kening dan kepala Erlyen dengan penuh rasa sayang,dan saking bahagianya ia pun meneteskan air mata di pipi dan rahang yang tegas itu.


"Maafkan ucapanku tadi Leo,aku tak bermaksud untuk melukai hati dan perasaanmu tetapi kita hanyalah manusia biasa yang bisa berubah kapan saja dan untuk selalu mengingatkan kamu agar kelak kamu mengalami hal itu kamu bisa langsung mengingat kata kataku Leo,maafkan aku Leo."Ucap Erlyen pada Leonard dan Leonard pun mendekap erat Erlyen.


"Kamu benar sayang,aku mendengarkanmu."Ucap Leonard pada Erlyen.


"Baiklah ayo bersiap siap kita mau makan bersama di hotel malam ini."Ucap Leonard sambil melepaskan pelukannya dan melepaskan Erlyen pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dan mempersiapkan diri untuk menghadiri party kecil kecilan mereka.


Erlyen sangat bersyukur karena Leonard benar benar ingin menunggh hingga Kirana berusia Dua tahun.

__ADS_1


○♡○♡○♡○♡♡○☆♡☆♡☆♡♡☆♡☆♡


To be continued guys


__ADS_2