
Setelah selesai belanja kami pun pulang ke rumah baru kami di mana Baby Kirana sedang diasuh oleh bibi.
"Sayang...aku berharap kamu tak meninggalkan aku kelak karena aku sangat menyayangimu dan baby Kirana,aku sudah menganggapnya anakku sendiri dan aku tak ingin kalian pergi dari kehidupanku."Ucap Leonard sambil menggenggam jemariku dengan lwmbut tapi erat.
"Erlyen kamu tidak akan meninggalkan aku kan?"Ucap Leonard lagi.
"Iya Leo aku mana sanggup meninggalkan kamu seorang diri aku dan baby Kirana adalah bagian dari hatimu,kami adalah bagian dari jiwamu."Ucap Erlyen meyakinkan aku.
"Aku harap kamu akan selalu bersamaku selamanya."Jawab Leo padaku.
"Leo maafkan aku karena aku tak tahu seperti apa hatimu padaku saat ini."Gumamku dalam hati.
Tiba tiba Leo menarik kepalaku dan menyandarkan aku pada bahunya sambil berkata "Sekali lagi sayang jangan pwrnah pergi dariku aku takkan bisa hidup tanpamu,kamu tahu kan aku menunggu dan memcarimu bertahun tahun lamanya sampai aku sudah menemukanmu dan itu mustahil bagiku untuk melepaskanmu karena aku sudah bersumpah bahwa hanya kamulah pemilik hati ini,selama ini perasaan ini sangat membelenggu dalam jiwa. Dan sebenarnya aku tak sanggup melihatmu bersama dengan Albert aku tak sanggup karena hanya kamu pelipur lara dan hanya kamu yang selalu ada dalam hati ini,aku mencoba untuk membencimu tetapi hatiku melarang bahkan hatiku tak pernah mengijinkan pikiranku untuk membencimu Erlyen."
Aku tak menyangka bahwa pencarianku akan berakhir di kota ini.
Aku hanya berharap suatu saat nanti ketika aku marah dan tidak peduli padamu tolong jangan tinggalkan aku,sebenarnya aku sangat rapuh bila tak bersamamu bila tak melihatmu sehari saja rasanya duniaku runtuh,aku tak tahu kenapa aku begiti terlalu menyukaimu bahkan banyak gadis yang melebihimu sudah ku tolak dan tak pernah berniat untuk mencari yang lain.
"Maafkan aku Leo,aku tak tahu kalau kamu sangat menyayangiku dan mencintaiku tetapi aku takut aku tak bisa membalas cintamu dan aku takut aku tak seperti yang kamu inginkan dan satu lagi Leo aku bukanlah seorang gadis polos seperti yang kamu lihat dahulu,aku sudah memiliki seorang anak dan amu harap apabila kamu benar benar mencintaiku tolong jangan pernah mengungkit masa laluku karena aku tak sanggup harus mendengar semua cacian dan makian itu dari mulutmu."Jujur Erlyen pada Leonard.
"Kamu meragukan aku Sayang?"Tanya Leonard lagi.
"Tidak Leo aku tak meragukan kamu hanya saja aku takut kamu berubah pikiran dan mengambil keputusan yang salah dan membenciku selamanya."Ucapku lagi.
"Erlyen tetap saja itu artinya kamu meragukan aku,aku tak suka kamu meragulan aku karena aku hidup karena kamu,aku harap kamu tak pernah mencoba membuat sebuah cerita yang memacu kebencian hadir dalam hati ini untukmu Erlyen."Ucap Leonard tiba tiba dengan suafa meninggi.
Dengan secepat kilat Erlyen meraih tangan Leonard dan menggenggamnya dengan penuh kasih.
__ADS_1
"Maafkan aku kalau aku telah menyinggungmu Leo aku tak bermaksud seperti itu."Ucapku terbata dan butiran keringat membasahi pipiku tanpa aku sadari Leo mengambil tisu dan membersihkan keringat di pipiku sambil berucap "Cukup sayang,cukup hari ini perdebatan kita aku tak ingin kamu terbeban oleh belenggu itu lepaskan semua rasa yang membuatmu sakit hati dan semoga saja kamu hanya ingin bersamaku hingga kita menua nanti."
Akhirnya kami pun tiba di halaman rumah dan terlihat bibi pengasuh sudah menunggu kedatangan kami.
Leonard pun membuka pintu mobil fan langsung meraih sang bayi dan memeluknya erat dalam dekapannya.
"Maafkan papa sayang,papa dan mama lama sekali ya perginya?Oh sayangku kamu haus ya?"Tanya leonard sambil mengecup pipi bayi cantik itu berulang kali.
"Sayang kok langsung di gendong sih kan kamu belum cuci tangan,ini hand sanitizernya."Ucap Erlyen sambil memberikan Hand sanitizer pada Leonard tetapi ia tak menggubrisnya karena ia sibuk dengan baby Kirana.
"Malam nanti Kirana bobo sama papa ya?"Ucap Leonard sambil mengedipkan matanya pada Erlyen.
"Leo,apa yang kamu bilang tadi?"Tanya Erlyen sambil mendekati pria netra biru itu dan memeluk erat pinggang Leonard.
Aneh sekali kenapa Leonard tak pernah ingin berpacaran dengan gadis gadis diluar sana padahal banyak loh yang menyukainya?Leonard sungguh bodoh malah dia lebih menyukai wanita seperti Erlyen.
"Sayang nanti malam ada party kamu ikut ya?Kan aku sudah memborong baju baju di butik tadi untukmu aku tak ingin ada alasan apapun untukku ya aku hanya ingin pergi ke party bersama kekasih hatiku.
**
"Sudah siap sayang?"Tanya Leonard menggedor gedor pintu kamar Erlyen.
"Iya ntar lagi selesai sayang."Jawab Erlyen tetapi sudsh lewat dari sepuluh menit Erlyen tak kunjung keluar membuat Leonard sudah tidak menahan rasa penasarannya lagi.
"Sayang,sudah belum?"Tanya Leonard sangat lirih.
Tanpa sadar hidung Erlyen berdarah ia tak menyangka kenapa sampai mimisan seperti ini ada apa dengan dirinya?
__ADS_1
Apakah aku sakit?Tapi aku tak merasakan kalau aku sakit?Semua pertanyaan merasuk dalam dirinya.
Pintu semakin di gedor gedor dari luar.
"Sayang aku dobrak pintunya ya?"Ucap Leonard sudah tak tahan lagi.
"Bentar lagi selesai kok!!"Ucap Erlyen tal bermaksud mengatakan pada Leonard soal apa yang baru saja ia alami.
"Ya gak pake lama dong sayang kaki ini sudah pegal sekali nunggu kamu tak kunjung datang."Ucap Leonard lagi.
Dan akhirnya Erlyen pun keluar dari dalam kamar itu dan betapa kagumnya Leonard melihat bidadari tak bersayap di hadapannya itu "Kamu sangat cantik sayang apa kamu mau menggoda pria pria di pesta nanti?"
"Leo please deh aku tak berpikir sampai ke sana aku hanya milik kamu seorang. "Ucap Erlyen sambil meraih tangan Leonard dan mereka pun pergi ke pesta yang diadakan di hotel bintang lima itu.
"Leo aku gugup."Ucap Erlyen sambil menggenggam erat tangan Leonard.
"Ada aku disinj aku harap kamu tak gugup lagi."Jawab Leonard pada Erlyen.
Beberapa saat kemudian mereka sudah masuk ke dalam mobil Maybach milik Leonard.
Mobil pun meluncur ke arah pesta yang menjadi tujuan mereka.
"Sayang sampai pesta tolong jangan tebar pesona ya kalau gak aku akan menghancurkan pestanya."Ungkap Leonard pada Erlyen.
"Sayang janganlah begitu kita kan pergi mengikuti acaranya orang kenapa kita harus emosi di sana,kontrol dong emosinya sayangku kamu sudah memiliki seorang putri kenapa masih saja labil?"Tanya Erlyen menggoda.
"Iya ini kan seandainya saja."Jawabnya sambil memutar mobil itu masuk ke pelataran hotel mewah itu.
__ADS_1
To be continued
Bersambung ya guys....