
"Sayang... "
"Hmm," Jawab Mita yang masih asyik membalas Chat dari Zahra.
"Sayang, liat sini dong," ucap Adit sedikit kesal melihat Mita yang nampak cuek padanya.
"Maaf sayang, aku bales chat dari Zahra kenapa hmm?" tanya Mita menatap pacarnya itu.
"Kamu deket banget ya sama Kak Yoga?"
"Iya lah emang kenapa sih nama nya juga ade kakak pasti deket," Jawabnya heran.
"Jangan terlalu dekat banget ya aku gak suka liatnya, Dia tuh kaya pacar kamu aja bukan kaya abang ngobrol nya manis banget," ucap Adit sedikit kesal.
Mita pun tersenyum."Itu cuma perasaan kamu aja, kita gak terlalu dekat ko, Aa asli nya jutek dan juga jarang ngobrol jadi cuma sama aku aja kaya gitu, tapi mungkin nanti kalo udah punya pacar Dia bisa perhatian kaya Dia perhatian sama aku,"
"Udah jangan mikir macem-macem, dan jangan pernah cemburu sama Aa, karna Dia abang kandung aku," ujarnya.
Sedangkan Yoga yang tak sengaja mendengar pun langsung mempunyai ide jail, agar Adit semakin cemburu.
Dia pun mendekat ke arah Mita yang berdiri membelakanginya bersama Adit sambil menahan tawanya.
Dia memeluk Mita dari belakang dan mencium pipi kirinya, sambil tersenyum puas melihat Adit syok dan mengepalkan tangannya.
"Aa ih apaan sih bikin kaget aja, gak usah cium-cium aku bukan anak kecil lagi ya." ucap Mita kesal sambil mengusap pipinya, sedangkan Yoga masih menahan tawanya.
"Cuma gitu doang ngambek, biasanya juga merengek minta di manja," ujarnya mengacak rambut Mita gemas dan itu pun tak luput dari pengawasan Adit.
"Tuh kan nyebelin banget," ujarnya memukul dada Abang nya itu, yang malah semakin terbahak.
"Sayang liat deh pacar kamu kaya nya marah," Yoga, semakin gemas saja melihat mereka.
"Sana ihh bikin kesel aja, jangan panggil aku sayang ih geli denger nya," ucap Mita kesal, sedangkan Adit diam menahan amarahnya.
"Ohh gitu ya sekarang, bukannya dari dulu juga gak papa kalo Aa panggil itu, mentang-mentang ada yang baru Aa di cuekin."
"Itu kan dulu, sekarang Mita gak mau cuma Adit yang boleh panggil itu, cowok lain gak boleh termasuk Aa," Jawabnya, membuat hati Adit yang tadi nya kesal menjadi berbunga.
"Baiklah baiklah, Aa ngalah deh sama kamu asal besok Aa ikut kalian liburan ke Bali," ujarnya.
Mita pun melirik Adit seoleh meminta izin dan Adit pun mengangguk.
"Oke, tapi jangan bikin aku kesel apalagi ganggu kebersamaan aku sama Adit," ujarnya.
"Baiklah, sampai besok adikku sayang dan Adik ipar," Yoga pun meninggalkan mereka sambil bersiul.
Sedangkan Mita merasa tidak enak dengan sikap konyol Abang nya itu, pasti Adit tambah marah sama Dia.
"Sayang kamu jangan marah ya, maaf untuk semuanya Abang aku memang nyebelin pasti Dia sengaja bikin kamu cemburu," ucap nya menunduk, tak enak dengan Adit yang dari tadi hanya diam saja.
__ADS_1
"Gak papa ko sayang, lain kali kamu harus menghindar ya jangan terlalu dekat, jujur aku cemburu liat Abang kamu,"
"Iya, aku ngerti ko perasaan kamu maaf sekali lagi," ujarnya menyandarkan kepalanya di dada Adit.
Mereka memilih duduk setelah kepergian Yoga, mereka duduk berdampingan bahkan Adit tak segan-segan mengelus tangan Mita dan mencium pucuk kepalanya.
"Besok kita berangkat jam berapa?" tanya Mita.
"Jam 9, aku udah pesen tiket untuk 10 orang,"
"Banyak banget, emang siapa aja yang ikut?" tanya Mita heran.
"Gak tau, itu papa kamu yang minta mungkin aja Kak Bayu juga ikut,"
"Oh gitu ya, Sandy ikut gak?" Mita pun teringat dengan Zahra jangan sampai Sandy ikut dengan mereka.
"Ikut kayanya, emang kenapa?"
"Yahh kirain enggak, aku ajak Zahra soalnya," Jujur Mita merasa bersalah dengam sahabtnya itu.
"Emang Zahra jadi ikut?" tanya Adit dan Mita pun mengangguk.
"Ya sudah lah, lagian udah lama juga kan mungkin mereka juga udah sama-sama lupa," ujar Adit menenangkan, sedangkan Mita terus berpikir bagaimana agar Zahra tidak bertemu dengan Sandy.
Bagaimana kalo Zahra marah padanya dan gak jadi ikut, kasian kan udah jauh-jauh dari Malaysia ke sini tapi malah di bikin sedih.
"Udah lah sayang, kamu jangan banyak pikiran,"
***
Keesokan harinya Mita sudah siap dengan koper kecil di tangannya, mereka akan berlibur selama satu minggu di sana.
Begitu juga dengan Yoga, Dia tidak akan menyia-nyiakan waktu cutinya yang hanya satu minggu.
Sebenarnya Papanya menyarankan Yoga berhenti dengan propesi nya dan mengurus perusahaan Papanya yang sudah mempunyai banyak cabang.
Namun Yoga selalu menolak, dengan alasan Dia nyaman.Papa nya pun tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah .
Mereka pun di antar ke Bandara dengan supir, dan yang lain pun menunggu di sana termasuk Zahra dan Ifa.
Hanya 30 menit akhirnya mereka sampai, sudah ada Adit dan Vito menunggu di sana.
"Hay Mita apa kabar? " tanya Vito, karna sudah lama mereka tidak bertemu.
"Kabar baik loe sendiri?" Mita pun tersenyum."Gue juga baik,"
"Vito, kenalin ini Abang gue namanya Yoga," ucap Mita mengenalkan Abang ke sayangannya itu.
" Yoga.."
__ADS_1
" Vito.."
Mereka pun berjabat tangan, namun suasana mulai hening saat Sandy datang.
Mita pun berusaha mengontrol emosi nya dan tetap tersenyum, serta menyapa Sandy duluan.
"Gimana kabar loe San, lama gak ketemu?" tanya Mita basa basi.
"Baik," jawab Sandy merasa canggung.
Tak lama kemudian datang lah Ifa dan Rey di susul Zahra di belakang nya.
Sandy sampai syok melihat nya, apakah ini nyata atau halusinasi bisa melijat wanita yang selama ini di carinya.
Sedangkan Mita sudah tidak bisa berpikir, takut Zahra marah padanya.
"Hay semua.. " sapa Zahra tersenyum.
"Hay.. " Jawab semua termasuk Sandy.
"Mita loe ko diem aja gak kangen sama gue?" tanya Zahra memeluk sahabatnya itu.
"Zahra ko biasa aja sih liat Sandy, apa cuma pikiran gue aja ya yang sedikit parno? " Batin Mita.
"Ahh iya gue juga kangen sama loe," ujarnya menghilangkan pikiran negatif dalam dirinya.
"Kamu sama siapa ke sini?" ujarnya sambil melepas pelukannya.
Belum sempat Zahra menjawab, Yoga sudah mendekati Zahra duluan.
"Sayang kirain kamu gak jadi ikut," sala Yoga memeluk pinggang Zahra membuat semua orang melongo terkecuali Ifa yang sudah tahu hubungan mereka.
Zahra sendiri hanya tersenyum, merasa malu dengan teman-temannya.
"Kalian...?" ujar Mita seolah meminta penjelasan dan Mita kaget belum bisa mencerna semuanya.
"Maafin gue Mit gak kasih tahu loe, gue udah jadian sama Kak Yoga satu tahun yang lalu," ucap Zahra, membuat Mita menganga dan Sandy juga tak kalah syok nya, Dia lemas seketika.
"Kalian tu yah bikin aku jantungan tahu, kenapa gak ngasih tahu kabar bahagia ini? Aa juga tiap aku tanya kapan punya pacar pasti bilang nya lagi nunggu, jadi ini yang Aa tunggu." ujar Mita sedikit kesal, namun Dia juga bernafas lega ternyata Zahra baik-baik saja dan terlihat bahagia dengan Abang nya itu.
"Maaf cantik, Aa di suruh sama Dia supaya gak cerita biar jadi kejutan katanya." ujar Yoga.
"Tega ya kalian sama gue," ujar Mita pura-pura merajuk.
"Sorry Mit, gue takut loe gak restuin gue jadi kakak ipar loe jadi gue larang Kakak cerita ke loe," ucap nya merasa tidak enak.
"Gue maafin asal loe harus cerita semua nya ke gue," ucap Mita dan Zahra pun mengangguk.
Sedangkan Sandy melihat mereka dengan tatapan sedih, sungguh Dia menyesal telah menyia-nyia kan gadis secantik dan sebaik Zahra.
__ADS_1
Tiga tahun berlalu Zahra banyak berubah, sekarang Dia tambah cantik dan lebih dewasa.
Setelah drama itu mereka pun akhirnya berangkat menuju bali, Di sana juga ada Bayu dan Melati yang ikut bersama mereka.