
Sudah jam setengah Delapan pagi,tapi Erlyen belum kelihatan berolahraga di sekitaran rumah.
Biasanya setiap pagi Erlyen selalu bangun pagi dan berjoging di sekitaran rumah karena ia tak diijinkan oleh Leonard untuk berolahraga jauh dari rumah seperti di taman kota ataupun tempat tempat lainnya.
"Dorrr..."suara tembakan itu menghujam jantung Erlyen membuat Leonard panik dan melepaskan minuman yang ia pegang dan berlari ke arah Erlyen dimana Erlyen terjatuh dan berlumuran da***.
"Sayang kamu akan baik baik saja!"Ucap Leonard sambil memeluk erat tubuh wanita yang dikasihinya itu.
Dengan tergopoh ia menggendong Erlyen dan membawanya ke Rumah sakit terdekat agar Erlyen segera mendapat pertolongan.
"Setan...siapa yang tega berbuat jahat kepada wanitaku?"Racau Leonard sambil terus berjalan menuju Instalasi Gawat Darurat.
"Dokter! Suster ! Tolong lah isteri saya"Teriak Leonard lantang dan membuat para medis berlari berhamburan karena kaget dengan suara yang sudah lama mereka tak mendengarnya.
Leonard merupakan pemilik saham terbesar di Rumah sakit itu.
Rumah Sakit "Harapan Kasih" Rumah sakit yang selalu memprioritaskan keselamatan orang orang yang datang berobat baik rawat jalan maupun rawat inap.
Para tim medis membawa brankart untuk membawa Erlyen masuk ke ruangan tindakan.
"Tuan anda tinggal saja serahkan pada kami untuk menangani kesehatan Nona."Ucap seorang pria berjas putih sambil agak mendorong tubuh Leonard yang sudah lemah lunglai itu.
"Erlyen apa pun yang terjadi hari ini aku tak bisa memaafkan siapa orang itu aku tak sanggup Erlyen,aku tak bisa hidup tanpamu Erlyen."Ucap Leonard pada dirinya sendiri dan membuat dadanya semakin bergemuruh dan hatinya seolah memahan gejolak emosi yang tak tertahankan dan rasanya mau melefak saja saat itu juga.
Ketika ia sedang dalam kekalutan datanglah seorang pria berjas putih meminta stok darah pada Leonard.
Tanpa pikir panjang ia pun memberikan tangannya untuk diambil darahnya agar Erlyen bisa memiliki stok darah yang banyak.
"Lyen,kekasih hatiku aku tak bisa hidup tanpamu Lyen."Ucap Leonard sambil menggigit bibirnya.
Leonard masih tak habis pikir kenapa dia sampai lengah dan lalai menjaga Erlyen?
Apa yamg akan dia katakan pada Keluarga Erlyen?
__ADS_1
Selamatkan dia Ya Tuhan,aku tak sanggup hidup tanpanya disisiku.
Leonard masih saja meracau dan wajahnya terlihat sembab entah karena air mata ataupun karena rasa sakit yang begitu dalam menghujam jantungnya.
Leonard merasa ini adalah hukuman atas kelalaiannya sampai wanita yang ia cintai mengalami hal yang tak seharusnya terjadi.
Leonard kembali ke ruangan di mana Erlten dirawat dan menggenggam erat tangan Erlyen dan mengecup kening serta jari jemari Erlyen secara bergantian ia seakan akan takut kehilangan wanita itu.
"Apa yang kamu takutkan?"Tanya suara itu tepat di telinga Leonard.
"Aku gak takut apapun di dunia ini aku hanya takut ditinggalkan oleh orang yang aku cintai!"Jawab Leonard sambil terus mengecup punggung tangan Erlyen.
"Tapi aku melihat tangan kamu gemetraan seakan akan kamu tak punya pilihan lain dalam hidupmu ini."Ucap Suara itu lagi yang tak lain adalah dirinya sendiri.
Ya disaan seperti itu alter egonya muncul dan itu adalah hal kedua yang ia alami.
Akhirnya dirinya dalam bentuk lain muncul pula.
"Leonard tak pernah takut dengan siapapun di dunia ini tapi asal kalian tahu ya,Leonard sangat mencintai Erlyen dan hanya Lyen yang Leonard cintai,aku akan melakukan apapun itu untuk melindunginya karena aku adalah pria yang akan selalu melindunginya,aku harap kalian paham dan mengerti maksud aku dan jangan ikut campur urusanku kalau tak tahu apa apa."Ucap Lwonarf dengan suara lantang dan keras sehingga tanpa sadar suaranya itu telah mengusir kedua bentuk dirinya yang lain.
Kedua bentuk dirinya itu pun pergi dan menghilang dari dirinya.
*******
Ia masih asyik main tali skipping di belakang halaman tetapi tiba tiba ia mendengar suara racauan Leonard yang sangat menggila itu dan membuatnya berlari ke dalam rumah.
Sesampainya di kamar Leonard ia pun langsung masuk dan mengecup kening pria itu dan mengguncang bahu sang pria dengan lembut.
"Bangun Leo!" ucap Erlyen lembut.
"Aku tak mau bangun aku mau melindungi Erlyen!"Jawab Leo sambil terus menyilang kedua tangannya di dadanya.
"Ini Erlyen,Leo!"Ucap Erlyen lagi sambil mencubit hidung Leonard dan membuat Leonard pun kaget bukan main dan bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Leo kamu halusianasi lagi ya?"Ucap Erlyen yang berniat duduk di pinggiran ranjang Leonard tapi langsung di tarik Leonard sehingga Erlyen terjatuh di atas dadanya.
"Leo,kamu jahil!"Teriak Erlyen sambil berusaha melepaskan pelukan tangan pria kekar itu.
"Aku bermimpi lagi sayang,aku bermimpi hal yang buruk sayangku Lyen! Aku serius tolong dengarkan ceritaku dulu sayangku!"Ucap Leonard sambil memindahkan Erlyen ke sampingnya sehingga Erlyen pun berpindah ke sampingnya Leonard dan Leonard dengan sangat mudah memeluk wanita itu.
Leonard pun menceritakan apa yang ia alami saat tadi pada Erlyen dan Erlyen pun mendengarkannya dengan serius sampai tak berapa lama kemudian Leonard masih saja bercerita dan Erlyen sudah tertidur dengan nyenyak dalam pelukan Leonard dan Lwonard2tidak langsung memindahkan Erlyen tetapi ia tetap memeluk wanita itu sambil tersenyum pada dirinya sendiri.
Leonard pun mengambil ponselnya dan mulai menelwpon seseorang.
"Angga,tunda semua jadwal meetingku hari ini ya karena aku ingin liburan bersama kekasihku tercinta."Ucap Leonard dan ia pun mematikan ponselnya dan menyimpannya di atas nakas.
Erlyen masih tertidur dengan nyaman dan terdengar dengkuran lembut dari hidung Erlyen.
Akhirnya Leonard pun melepaskan dirinya dari pelukan hangat Erlyen dan menyelimuti wanita itu sambil menatap wajah wanita yang sangat ia cintai itu dan kembali ia mengecup kening wanita itu lagi.
"Aku sangat mencintaimu sayang!"Gumam Leonard.
Leonard pun kembali mengingat apa yang ia alami saat beberapa hari terakhir ini.
"Heran sekali kenapa semua peristiwa itu terlihat nyata?"Gumam Leonard pada dirinya sendiri.
"Jelas jelas aku melihat Erlyen tertembak di hadapanku tapi kenapa hal itu hanya sebuah bayangan semu yang tak pernah terjadi,ada apa dengan diriku kenapa aku mengalami hal itu?"Leonard kembali mengingat potongan peristiwa yang ia alami beberapa saat lalu.
"Dan lagi aku seperti orang berkepribadian ganda yang sangat mengganggu pikiranku,aku jadi stres karena hal itu."Ucap Leonard lagi.
"Ah sudahlah yang penting aku tetap sehat dan wanita yang aku cintai juga sehat selalu dan semakin membuatku bahagia.'' Leonard kembali menguatkan hati dan dirinya.
*******
Aneh tapi nyata ya reader??
To be continued....
__ADS_1