Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#55


__ADS_3

Satu minggu berlalu Mita sengaja tidak menghandari Adit agar tidak bisa menemuinya dimana pun.


Malam itu Mita turun untuk makan malam.


Hanya ada dirinya dan juga pembantu di sana, suasana rumah terasa sepi.


"Bibi makan nya di sini aja, biar Mita ada temannya," ucapnya.


"Tapi Non , Bibi gak bisa," ujarnya.


"Sini ayo duduk," Mita pun mengajak duduk di sebelah nya.


"Ayolah bi, bukannya kita sering makan bersama," ucapya.


Bibi pun duduk di sebelahnya, sungguh setelah Mita besar Bibi semakin canggung beda sekali dengan saat Mita kecil.


"Kaya nya ada tamu non," ucap Bibi mendengar bel berbunyi.


"Ya udah biar Mita aja yang buka, bibi istirahat aja ya," ucap nya, untung saja mereka sudah selesai makan.


"Baiklah kalo begitu, Bibi langsung ke kamar ya non," ujar nya.


"Baiklah, selamat malam Bibi terimakasih untuk hari ini," ujarnya memeluk sebentar Pembantunya itu.


"Iya non sama-sama, sudah tugas bibi juga," jawabnya tersenyum, setelah itu Bibi masuk ke kamar nya sedangkan Mita berjalan ke depan membuka pintu.


Ternyata Adit sudah berdiri di depan pintu rumahnya."Ngapai lagi kesini, aku udah gak ada urusan ya sama kamu," ucap Mita ketus.


"Sayang aku minta maaf, kamu sengaja kan hindari aku," ujar nya langsung memeluk erat Mita.


"Lepasin ih ngapain sih kamu, gak usah peluk-peluk, aku teriak nih kalo kamu macam-macam," ucapnya.


"Sttt... jangan teriak-teriak nanti tetangga pada kesini lagi, atau kamu mau mereka kesini iya biar sekalian kita di nikahkan," ujarnya meletakan telunjuk nya di bibir Mita.


"Pulang sana, jangan ganggu aku lagi," ucap Mita akan menutup pintu namun Adit segera menahannya dan masuk ke dalam rumah.


"Kamu tuh apa-apaan sih seenaknya aja, pulang sana," usir Mita.


Namun Adit malah duduk manis di ruang tamu, Dia sangat menyesal membuat Mita marah.


"Maafin aku yah, aku bener-bener nyesel udah bentak kamu, aku cemburu jadi tidak bisa mengontrol emosi, udah beberapa hari kamu gak bisa aku temui, " ujarnya.


Namun Mita hanya diam saja, Dia masih kesal dengan nya.


"Ayolah sayang maafin aku yahh, plis aku bisa gila kalo harus berpisah dengan kamu," ucap Adit.

__ADS_1


"sebucin itu kah Adit sama gue?" batinnya tersenyum.


"Oke aku maafin kamu, tapi dengan syarat kamu harus minta maaf sama Angga dan gak boleh marah lagi kalo kita ngerjain tugas bareng," ucap nya.


"Tapi sayang gengsi dong harus minta maaf sama Dia," ujarnya, jujur Adit juga merasa bersalah telah menghajar Angga .


"Ya sudah terserah kamu kalo gitu, pintu keluar ada di sana," ucap Mita melangkah ke arah tangga.


"Sayang... oke oke aku akan lakuin semua keinginan kamu," ucap nya memeluk Mita dari belakang.


Mita pun tersenyum tipis, akhirnya semua baik-baik saja.


"Sini mana jari tangan kamu?" ucap nya membalikan tubuh Mita agar menghadap nya.


Mita pun mengulurkan tangannya, tak lama Kemudian Adit pun mengeluarkan cincin dalam kantong celananya dan memasukan ke jari tangannya.


"Awas jangan pernah di lepas lagi," ucap nya mengecup tangan Mita.


"Iya," jawab Mita .


Mereka pun duduk bersama di ruang tv sambil bercanda.


"Udah makan malam belum?" tanya Mita.


"Udah tadi di rumah, Bunda juga nanyain kamu katanya kapan main ke rumah?" ujarnya, biasanya Mita akan sering ke rumah Adit bertemu dengan keluarganya.


"Mama sama Papa kapan pulang?" tanya nya.


"Gak tau, katanya masih lama perusahaan di sana butuh Papa karna kan Paman masih sakit," jawabnya dan Adit pun mengangguk.


Mita pun membawakan Adit coklat hangat bersama cemilan yang lainnya.


"Nah minum dulu, setelah itu pulanga ya sudah malam," ucap Mita sambil tersenyum.


"Sayang kamu ngusir aku? tega banget liat dong di luar masih hujan," ujarnya.


"Gak ko cuma becanda," jawabnya terkekeh.


Setelah menghabiskan minumnya Adit pun pamit karna sudah malam.


Setelah melihat Adit pergi, Mita pun mengunci pintu rumah dan masuk ke dalam kamarnya.


.


Keesokan harinya..

__ADS_1


Mita berangkat ke kampus pagi-pagi seperti biasa, Dia di jemput oleh Adit pagi itu karna Adit juga ada kelas pagi.


"Tumben bawa mobil?" tanya Mita memasang selbetnya.


"Takut ujan sekarang kan cuaca gak tentu, kadang panas terus hujan kasian kamu kalo harus kehujanan terus," ujarnya, dan Mita pun mengangguk Dia ingin beberapa hari yang lalu saat pulang bareng dan mereka ke hujanan karna Adit membawa motor saat menjemputnya .


Adit pun menancap gas meninggalkan kediaman Mita, hanya 15 menit mereka pun sampai di kampus.


"Aku langsung masuk ya, gak usah di antar ke kelas, nanti siang temui aku di taman belakang," ucap nya.


"Baiklah kamu hati-hati jangan lirik sana sini, jangan terlalu dekat dengan laki-laki mana pun kecuali Angga, aku gak suka itu pun harus banyak oranga jangan cuma berdua," ucap nya.


"Baiklah dasar posesif," jawab Mita terkekeh melihat ke bucinan Adit.


"Ko malah ketawa sih sayang ada yang lucu?" Tanya melihat Mita tertawa.


Mita pun menggelengkan kepalanya sambil menahan tawa .


"Kamu tuh ya bikin gemes aja," ujarnya mengacak rambut Mita.


"Sayang ih kamu mah jahat, aku kan udah rapi gini malah di acak-acak bikin kesel aja kamu mah," ujarnya mengerucutkan bibirnya.


Cup..


Adit pun mengecup bibirnya sekilas dan tersenyum "Morning kiss sayang,"


"Sayang ihh.. kamu mah ini di area kampus," ucap Mita kesal, untung saja kaca mobil hitam tak kerlihat dari luar.


"Udah gak usah cemberut ayo turun," ucap Adit, mereka pun akhirnya keluar dari mobil dan menuju kelas masing-masing.


"Loe liat kan bukannya mereka putus malah tambah mesra aja kan," ucap Lisa kesal, kemarin Dia yang memberitahukan apa yang Mita lakukan selama Adit tidak ada di kampus.


Dia berharap Adit dan Mita marahan, dan akan berakhir putus.


"Sudahlah Loe tenang saja, nanti biar kita cari cara lagi," ucap Sinta.


" Ya sudah ayo cabut, kita langsung ke kelas," Ucap nya mengajak kedua sahabatnya itu.


Mita sendiri sudah sampai di kelas, Dia pun meminta maaf kepada Angga karna setelah kejadian itu Angga tidak masuk kelas.


"Angga aku minta maaf, aku benar-benar gak enak sama kamu," ucap Mita tulus.


"Tidak apa-apa aku baik-baik saja, kamu sendiri gak papa kan? aku malah takut Dia ngapa-ngapain kamu," ujarnya menghawatirkan Mita.


"Aku juga baik-baik saja, semoga kita masih bisa berteman dan aku harap kamu juga bisa maafin Adit," ujarnya.

__ADS_1


"Tentu saja, ini hanya salah paham aku mengerti ko Adit berbuat seperti itu karna Dia cemburu melihat wanita nya dekat dengan laki-laki lain," ujarnya.


Tak lama kemudian Dosen pun masuk, dan mereka pun mengikuti kelas seperti biasa.


__ADS_2