
Jam 9 malam Adit sudah berada di depan kampus, Dia sudah 15 menit menunggu Mita namun belum juga keluar, baru saja Dia membuka sabuk pengaman nya, Dia melihat Mita berjalan dengan seorang wanita, mungkin teman baru nya pikir Adit, entahlah Mita jarang sekali bercarita tentang nya di kampus.
"Sayang kamu ko diem aja, kamu marah ya nunggu aku lama?" tanya Mita melihat Adit tampak melamun.
"Ehhh gak papa sayang aku tadi cuma melamun," jawabnya.
Adit pun menancap gas meninggalkan kampus cuma 5 menit mereka sampai di Apartemant nya.
"Ko kita ke sini?" Mita pun heran sudah sampai di parkiran bawah tanah.
"Malam ini nginep di Apartemant ku aja ya. janji gak bakal ngapa-ngapain," jawabnya sambil membuka sabuk pengaman.
Karna Mita juga sudah lelah Dia pun mengangguk pasrah, mereka turun dari mobil menuju lift karna kamar Adit berada di lantai 11.
Adit pun memperhatikan Mita dari samping yang tampak lelah.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di depan kamar, setelah memasukan kode mereka pun masuk.
"Ini kamar kamu, mandilah nanti kita makan malam bersama," ucap nya mengelus rambut Mita.
Mita pun masuk ke kamar nya dan segera berendam air hangat, sungguh Dia sangat lelah malam ini.
Mita keluar dari kamar nya mencari keberadaan Adit yang ternyata ada di dapur.
"Sayang kamu lagi apa?"
"Aku lagi masak ini udah mau selesai, kamu duduk aja aku selesaikan ini dulu ya,"
Mita pun terharu,Dia hanya menompang dagu melihat Adit yang mau menyiapkan makan malam untuk mereka.
Sungguh Dia sangat beruntung mendapatkan calon suami seperti Adit yang baik dan juga perhatian apalagi keluarga calon mertuanya itu juga sangat baik sekali.
"Sayang ko malah melamun sih ayo makan," ucap Adit membuyarkan lamunannya.
"Makasih ya, maaf aku udah banyak ngerepotin," ujarnya dan Adit pun malah tersenyum.
"Siapa yang ngerepotin gak ko sayang, kita saling membutuhkan biasanya aku juga suka gitu sama kamu sekarang gantian aku yang ngelayani kamu,"
Mita pun berdiri dari duduk nya dan memeluk Adit dari belakang, sungguh Dia sangat bahagia sekali.
"Sayang kamu kenapa sih kok nangis," ucap Adit merasakan baju nya basah.
"Gak usah sedih gitu ayo makan, atau mau di suapin?" ujarnya membalikan tubuhnya menghadap Mita dan mengusap air matanya.
Mita sangat merindukan orang tuanya, sehingga tak bisa membendung air matanya.
__ADS_1
Mereka pun makan dengan lahap, Adit sangat perhatian sekali dengan Mita.
Setelah makan mereka duduk di depan tv, sambil sesekali bercanda.
"Besok ada kelas?" tanya Adit.
"Ada pertemuan mungkin sehabis dari kantor aku mampir ke kampus," Jawabnya.
"Ya sudah istirahat yuk, udah malem pasti kamu lelah kan?" Mita pun menggangguk.
"Aku masuk ya, selamat malam," ujarnya, Dia bergegas masuk ke dalam kamar nya.
"Selamat malam."
Mita pun masuk ke dalam kamar nya tak lupa Dia juga mengunci pintu kamar, takut-takut Adit masuk kesana.
Mita pun merebahkan tubuhnya di kasur, dan tak lama Dia pun terlelap dalam tidurnya.
Ke esokan hari nya Mita sudah bangun dan bersiap pergi ke kantor.
"Sayang kamu baru bangun?" tanya Mita melihat Adit masih berantakan berdiri di dapur sambil meneguk air putih.
"Iya sayang, maaf aku kesiangan." ucap nya sambil cengengesan.
"Tunggu bentar biar aku antar, jangan kemana-mana," Adit pun bergegas ke kamar nya segera mencuci muka dan gosik gigi, setelah itu menyisir rambut tak lupa menyambar jaket nya.
"Ayo ko malah melamun?"
"Kamu gak mandi dulu?" tanya Mita.
"Udah gak sempet nanti aja balik dari kantor aku masih ada waktu buat ke kampus," ujarnya menarik tangan Mita.
Mereka pun turun naik lift dan segera masuk mobil meninggalkan Apartemant menuju kantor Mita yang tak jauh dari sana.
"Sayang jangan lupa sarapan," ucap Adit.
"Iya ,kamu juga, aku langsung masuk ya kamu hati-hati di jalan," Mita pun mencium tangan Adit seperti biasa setelah itu Dia keluar dari mobil sambil melambaikan tangan.
Setelah melihat Mita masuk Adit pun langsung tancap gas kembali ke Apartemant nya.
Mita pun meletakan tas nya di atas meja kerja nya, namun saat Mita akan keluar ada Bayu yang sudah berdiri di depan pintu.
"Ya Tuhan kakak ngapain di sini? kaget tahu," Ujar Mita.
"Sorry -sorry kakak cuma lewat kirain kamu belum datang," ujarnya sambil cengengesan.
__ADS_1
"Hah? Kakak cuma lewat yang benar aja Kak, ruang kerja aku dari Lift itu agak jauh, modus bangett," Mita berpikir pasti Bayu datang ke sana mencari Melati.
"Emang gak boleh ya aku ke sini, inget Kakak Bos kamu sekarang jangan macam-macam," sambil menaik turunkan alisnya.
Mita pun mendelik kesal melihat Bayu yang seenak nya padanya, namun Dia bersyukur Papa nya mempunyai Bayu yang bisa di percaya mengurus pekerjaan.
"Udah sana bukannya Kakak ada metting?"
"Justru itu, aku ke sini buat ajak kamu gantiin Agata.Hari ini Dia gak masuk lagi ngurusin anak nya yang sakit," ujar Bayu.
"Tapi..
"Udah gak usah tapi -tapian kamu kan yang
biasanya bantu nyiapin bahan buat itu sekarang kamu tinggal ikutin aku dan nanti kamu cuma catat poin-poin yang penting saja." ujarnya.
Mita pun menghela nafas, Dia pasrah mau gimana lagi Dia juga harus tahu bagai mana interaksi dengan para Kolenga Papanya, walau pun hanya sebagai karyawan biasa tanpa embel-embel Papanya.
"Ayo, malah bengong lagi ni bocah," Adit pun mengacak-acak rambut Mita.
"Ihhh Aku bukan bocah, udah dewasa." Jawabnya kesal sambil merapihkan rambut nya dengan jari.
Dia pun mengikuti Bayu dari belakang dengan tampang kesal, sedangkan Bayu tersenyum-senyum sendiri melihat Mita marah, itu membuat nya gemas.
Tanpa mereka sadari ada pasang mata yang memperhatikan mereka dan mengirimkan kemesraan mereka kepada seseorang.
Mereka pun masuk keruang itu dan Beberapa jam berlalu akhirnya selesai juga, Mita menghela nafas lega akhirnya bisa keluar juga dari rungan itu.
"Akhirnya selesai juga, untung nih perut bisa di ajak kompromi meskipun laper,"
Mita ingat tadi pagi Dia belum sarapan hanya Minum susu kotak saja saat di mobil.
Jam makan siang pun tiba Mita bergegas keluar mencari makan siang.
Namun baru saja keluar Bayu sudah ada di dekat nya sambil cengengesan.
"Apa lagi ihh Kakak, aku mau makan di luar gak usah ganggu ya,"
"Siapa yang mau ganggu aku cuma mau nelaktir kamu makan siang, karna udah baik hati gantiin Agata hari ini,"
"Gak usah, aku males jalan sama Kakak dari tadi bikin aku kesal terus," ujarnya sambil terus berjalan.
"Masa sih, uhh marah ya adik kakak yang satu ini,"
"Kakak ih....
__ADS_1