Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
"Pertemuan Tak Terduga"


__ADS_3

Bagaimana pun juga kamu harus bisa mencari adikmu,dialah adik perempuan satu satunya yang kamu miliki Adrian...


Suara papa masihbsaja terngiang di benakku dan aku merasakan kalau aku sangat bersalah pada papa dan mamaku.


Kenapa aku tak mempercayai kata hatiku ini?


Kenapa aku bisa mati rasa karena hasutan orang lain?


Kasihan adik perempuanku sudah mengalami hidup penuh penderitaan dan terlunta lunta.


Hidupmu sungguh sengsara Dek,maafkan kakakmu yang tidak tahu menjagamu.


Bagaimana aku seperti ini?Adik sendiri aku anggap orang lain dan orang lain aku anggap adik sendiri, benar benar dunia ini sudah terbalik.


Ya Tuhan tolong pertemukanlah aku dan adik perempuanku karena aku ingin menebus semua kesalahanku padanya dan juga aku akan meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulang lagi perbuatanku ini di masa depan.


Masalah seperti ini telah membuat jarak antara aku dan adikku.


Semua ini ulahku,ulah pria yang tampak pintar namun bodoh dalam menilai hubungan persaudaraan sendiri dengan adik kandungnya.


"Maafkan kakakmu ini dek,kakak merasa bersalah dan malu terhadapmu.Kamu adik perempuanku yang kokoh dan aku yakin kamu pasti kuat menjalani hari harimu bersama ponakanku di sana diluar sana umyang penuh kekejaman dan tantangan."Adrian masih saja mengutuk dirinya sampai mama Elaine menegurnya.


"Anakku,apa kamu akan mencari adikmu hari ini?"Tanya mama Elaine sambil mengelus rambut anak sulungnya itu.


"Mam,maafkan Adrian,Adrian sudah salah Adrian sudah menelantarkan ponakan Adrian dan adik kandung Adrian,aku menyesal mam?"Ucap Adrian lagi dan tangisnya pun pecah dalam dekapan hangat mama Elaine ,ibu yang selalu ada untuknya dari dulu hingga kini.


"Bantu doakan biar adikmu sehat sehat selalu dan ia tetap berada dalam lindungan Tuhan,Percayalah bahwa Tuhan akan menjaga adikmu sampai kita kembali dipertemukan dengannya dan bahagia bersama. Mama yakin kok kalau kita pasti akan dipertemukan lagi dalam keluarga kita ini.


Kamu yang sabar ya Nak dan tolong bantu papamu mencari tahu keberadaan adik perempuanmu itu mungkin saja ada yang menculiknya atau apa kita tak pernah tahu.


Tolong sabar ya dalam menghadapi masalah dan mama yakin kok kalau dia baik baik saja itu semua kata kata yang mama ucapkan dalam setiap doa untuk anak perempuan mama."Mama Elaine masih saja menasehati dan menguatkan anak laki lakinya yang sedang terpuruk itu.


"Mama,apa Adrian bisa dimaafkan oleh adik?"Tanya Adrian lagi.


"Pastilah kalian kan sedarah dan serahim ibu yakin kamu pasti di maafkan oleh adikmu."Ucap Mama Elaine lagi sambil menepuk pundakku.


"Mam,Adrian ke plaza sebentar ya mau ketemu teman lama di plaza dulu."Kataku pamit.


"Iya nak hati hati ya?Tapi mama boleh menitip sesuatu gak?"Mama menjawabku sekaligus bertanya padaku.


"Boleh dong mam?Mau titip apa mam?"


"Titip tolong ambilkan jas mama dengan desain yang sudah mama buat di laci mama di butik nak."Ucap mama padaku.


"Itu aja mam?"Tanyaku lagi.


"Iya nak itu aja."Jawab mama.


"Baiklah mam,Adrian berangkat ya?"Pamitku pada mama.


Segera kuhidupkan mesin mobil dan aku pun meluncur dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


**


Aku pun sampai di depan butik Nyonya Meneer alias mama Elaine.


Setelah aku parkirkan mobil aku pun masuk ke dalam butik,disana aku disambut oleh para karyawan dan karyawati mama yang selalu setia dengan mama.


"Selamat datang Tuan muda,ada yang bisa kami bantu?"Tanya wanita bertag Neina itu.


"Terima kasih saya mau ke ruang Nyona Elaine saja."Ucapku


"Tapi Nyonya lagi tak disini?"Sambung Neina yang merupakan karyawati baru itu.


"Nggak apa apa saya mau ambil titipan mama saja."Jawabku sambil melangkah dan tiba tiba aku mendengar sebuah saura yang sangat aku kenal akhirnya aku pun mengintip dari balik baju baju itu dan astaga aku melihat dia adik perempuanku yang aku cari bergelayut manja di lengan seorang pria kebule bulean yang sepertinya aku mengenalinya entah dimana aku lupa tetapi akhirnya aku pun beranikan diri karena rasa bersalah yang mendalam ini dan aku tak ingin kehilangan adikku lagi aku menyayanginya.


Ya Tuhan ijinkan aku kali ini memperbaiki hubungan ini,aku berharap bisa memeluknya lagi tetapi di mana bayinya kenapa dia bersama pria itu tanpa bayi?


Jangan jangan...ah aku harus bertanya langsung biar tak curiga melulu.


Setelah mengendap endap akhirnya aku pun sengaja membelakangi mereka dan aku sengaja menabrak Erlyen dan menginjak punggung kaki mungilnya itu dan...


"Ah..."Erlyen mengeluh kesakitan mungkin.


"Maafkan aku,tak melihat kalau ada kaki disitu."ucapku sambil membalikkan badanku dan langsung aku terperanjat melihat wajah adikku yang aku rindukan selama ini.


"Adek....!!"Seruku sambil ku peluk erat tubuhnya dan aku di dorong oleh pria itu untuk menjauhi adekku.


"Siapa kamu?"Tanya Leonard sambil bersiap siap untuk menghajarku.


Ketika aku dalam pelukannya aku mwrasa sangat aman dan nyaman aku merasa duniaku yang telah runtuh bangkit lagi dan duniaku yang telah hilang muncul lagi.


Perlahan lahan kami berduapun melepaskan pelukan kami dan aku menarik tangan Leonard dan menggenggamnya bersama aku dan Adrian.


"Kak mulai sekarang aku mengenalkan kakak pada Mas Leonard,Ia adalah calon suamiku sekarang dan aku harap kakak tidak akan mempersulit kami."Ucap Erlyen padaku.


"Apapun itu dek kakak tidak akan melarang kamu dan tolong maa..."Kalimatku terputus karena Erlyen telah meletakkan jari telunjujnya di bibirku.


"Sudahlah kak itu adalah privasi keluarga kita."Jawabannya membuatku sangat sennag sekaligus sakit hati karena selama ini aku berbuat jahat padanya tetapi di hadapan prianya ia sangat menjaga hubungan kami yang retak dulu.


Aku menyesal telah membuatnya sengsara dan aku tak tahu dimana ponakanku yang aku selalu marah marah saat dia menangis dulu.


"Leo,dia kakakku yang selama ini aku cari aku harap kamu mengerti perasaanku."Bisikku pada Leonard dan menggenggam erat tangannya dan kukira ia bakal melepaskan tanganku tetapi dugaanku salah ia justru mengeratkan genggamannya dan melabuhkan sebuah kecupan di kening ku.


"Halo,maaf saya belum menyapa anda."Ucap Leonard pada Adrian.


"Halo juga senang bertemu dengan anda."Jawab Adrian sambil mengulas senyum pada keduanya.


"Bagaimana kalau kita duduk duduk sambil ngopi sejenak?"Ajak Adrian pada Erlyen dan Leonard.


"Baiklah kalau begitu kita ke belakang butik saja ya disana ada sebuah mini bar dan taman bunga aku harapa kita bisa berbicara sambil ngopo disana,adek mau minum apa bilang sama kakak nanti kakal suruh pelayannya bikin."Ucap Adrian pada Erlyen.


"Kopi juga gak apa apa Kak."Jawab Erlyen

__ADS_1


"Baiklah...ayo!!"


Adrian pun mendekati para karyawan dan karyawati butik itu meminta kunci taman belakang dan juga meminta untuk membuatkan minuman seperti yang mereka bilang dan juga tak lupa membeli jus alpukat untuk Erlyen karena Adrian tahu kalau Erlyen suka dengan jus alpukat.


**


Selang beberapa menit kemudian mereka sudah duduk di bangku mini bar itu dan mulai berbincang sambil menunggu pesanannya.


Lima menit kemudian seorangkaruawati datang mendekat dan meletakkan nampan berisi kopi dan jus alpukat.


Kulihat Erlyen menatapku sambil tersenyum.


"Kakak yang memesankan ini untukku?"Tanya Erlyen padaku.


"Iya sayang minimlah agar asi kamu banyak."Ucapku basa basi karena aku tak melihat ponakanku.


"Makasih ya Kak?"Jawab Erlyen sambil tersenyum.


Dan kami pun bercerita apapun tentang kehidupan bermasyarakat sampai hubungan antara pria bernama Lwonard itu dan adikku.


Tentang butik yang mereka kunjungi dan sebagainya sampai kami lupa waktu.


"Kak kami harus pamit kasihan baby Kirana kelaparan nanti."Ucap Erlyen padaku.


"Ya sudah...kalau begitu ayo..."Ucapku pada mereka sambil aku kembali memeluk adikku dan kami pun berjalan mengikuti Leonard yang sedang membayar tagihan belanja mereka tadi.


"Lho kok dibayar?"Tanyaku pada mereka.


"Mama membuka butik untuk mendapatkan sedikit laba untuk menolong orang orang yang tidak punya pekerjaan dan mempekerjakan mereka sudah seharusnya kita menolong mama untuk bisa membayar gaji pada mereka ini adalah hak mereka yaitu mendapatkan pekerjaan yang layak dan mendapat gaji untuk menghidupkam keluarganya."Jawab Erlyen padaku dengan bijaksana.


"Kami pamit ya kak?Ini nomor ponselku dan tolong chat aku ya kak?"Ucap Erlyen sambil tersenyum.


"Ini Kartu namaku nanti tolong di save ya?"Ucapku pada Leonard dan aku melihat mereka berdua bertukar kartu nama.


Kami pun pamit pulang dan asal kamu tahu saja Leonard menggenggam erat tanganku sambil berbisik padaku "Apakah kamu akan meninggalkan aku sayang?"


"Mana mungkin aku meninggalkanmu,aku menyayangimu dan itu tak akan aku lakukan padamu."Jawabku padanya.


Setelah masuk ke dalam mobil aku melihat wajah Leonard sangat sendu aku tahu kalau ia berpikir terlalu jauh.


"Sayang...!!"Ucapku berbisik sambil ku kecup pipinya.


"Iya sayang tolong jangan tinggalkan aku,hidupku hancur kalau tak ada kamu."Ucap Leonard sambil memeluk aku dan mengecup keningku.


"Leo ayolah Kirana sudah kelaparan."


******************


To be continued


Bersambung ya Tolong di like, komen dan vote ya guys.

__ADS_1


Terima Kasih...😍🙏


__ADS_2