
Setelah 15 jam mengudara akhirnya Mita dan kedua orang tuanya sampai di Bandara jam 8 malam, mereka di jemput oleh supir.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah, Mita pun segera membersihkan diri dan ganti baju dengan setelan tidur pendek, setelah itu Mita merebahkan tubuhnya di kasur,sangat lelah pikirnya.
Di sisi lain Ifa sedang duduk di depan ruamh Zahra bersama Zaki, sedangkan Zahra pergi keluar bersama Sandy.
"Apa lagi yang mau loe omongin sama gue," tanya Ifa, Dia sudah tak ingin lagi berurusan dengan Zaki.
"Kenapa kamu berubah pikiran Fa, bukannya kamu yakin kita bisa lewatin ini semua," ujarnya, karna Zaki sangat menyayanginya.
"Gue berubah pikiran Kie, gue juga gak mau ganggu konsentrasi loe ,jadi mending kita udahan ya ini yang terbaik," ucap Ifa menahan air matanya agar tidak jatuh, sungguh Dia pun sakit hati sama seperti Zaki, namun Dia tidak ingin mengharap lebih apalagi Dia tau kalo Zaki sudah di jodohkan.
"Aku terima keputusan kamu,namun sampai kapan pun aku akan tetap mencintaimu dan menjaga hati ini," jawabnya, membuat Ifa serba salah.
"Gue mohon Kie, loe lupain gue masih banyak cewek di luaran sana yang mau sama loe, gue yakin loe bisa," ucapnya, Zaki pun hanya diam tak menjawab.
"Ya sudah kalo gak ada lagi yang mau loe omongin gue masuk ya," Ifa sudah tak bisa lagi menahan air matanya nya.
"Ya sudah Aku pulang ya, maaf untuk semuanya," Zaki pun pergi meninggalkan Ifa yang mamatung.
Setelah sadar Ifa pun masuk ke dalam rumah dan berlari menuju kamar Zahra, Dia tak kuasa menahan sakit hatinya, Dia terus saja menangis hingga tertidur.
"Ra kamu yakin mereka akan baik-baik saja kita tinggal," ucap Sandy, kini mereka ada di sebuat Cafe yang tak jauh dari rumahnya.
"Udah lah yang, kamu tenang aja lagian aku yakin ko Zaki kan orang nya sabar, Dia pasti bisa mengontrol emosinya," Sandy pum hanya mengangguk ,sambil meminum kopinya.
***
Mita yang sudah terlelap terbangun karna mendengar ketukan pintu, Dia pun bangun dan membuka pintu.
__ADS_1
"Ada apa Ma?" ujar nya melihat Mamanya berdiri di depan pintu kamar.
"Makan malam dulu yuk, kamu pasti laper kan, Papa sudah nunggu di ruang makan," ujar Mama nya dan Mita pun mengangguk mengekori Mama nya dari belakang.
"Nah ayo duduk, kamu pasti rindu kan masakan rumah, Mama sengaja masak makanan kesukaan kamu," ucapnya, memberikan piring berisi ayam bakar madu.
"Makasih mah," ujarnya sambil tersenyum.
"Ayo makan yang banyak, biar semangat besok kamu masuk sekolah lagi," ucap Papanya.
"Iya iya" Mita pun makan dengan lahap sedangkan orang tuanya tersenyum melihat anaknya itu.
Setelah makan mereka pun berbincang hingga tak terasa sudah jam 10 malam,Mita pun pamit untuk isturahat.
Zahra pun baru saja pulang bersama Sandy, tak lupa membawa dua bungkus martabak untuk Ifa.
"Ya udah aku langsung pulang, hati-hati di rumah kunci semua pintu," pesannya, karna Zahra hanya berempat dengan Ifa ,pak satpam dan Art nya saja, sedangkan supirnya pulang ke rumah nya yang tak jauh dari sana.
"Kamu juga hati-hati ya Miss U," ujarnya sambil memberikan sun jauh untuknya, Sandy pun tersenyum dan segera pergi dari sana.
Zahra pun masuk ke dalam rumah dan menemui Ifa di kamar nya,melihat Ifa sudah tertidur.
"Fot, bangun ko malah tidur," ucap nya mencolek pipi Ifa, namun Ifa masih terlelap, Zahra pun membuka martabak asin yang di bawanya ke dekat hidung Ifa.
Benar saja Ifa langsung mengerjapkan matanya saat merasakan harum makanan,dan Zahra pun terbahak.
"Giriran sama makanan aja loe langsung bangun," ledek nya.
Sedangkan Ifa hanya cengengesan," tau aja loe kalo gue laper," ujarnya, sedangkan Zahra sudah masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Ifa pun bangun dari kasur dan duduk di sofa menikmati martabak yang Zahra bawa.
Zahra pun keluar dari kamar mandi sudah memakai baju tidurnya.
"Gimana urusan loe sama Zaki?" Zahra pun duduk di kursi riasnya,memakai crem malam.
"Ya begitu lah, Zaki juga udah ngerti alesan gue ingin putus,jadi Dia berusaha nerima," ujarnya sambil mengunyah.
"Jadi loe cerita kalo kita ketemu nyokap nya?"
"Ya enggak lah ngapain juga, gue cuma ngsih alesan gak mau Ldr itu aja, lagian gue gak peduli lagi tentang calon istrinya itu," ujarnya karna Ifa akan berusaha move on.
"Syukurlah kalo gitu, gue seneng dengernya semoga loe cepet move on dan bisa buka hati loe untuk cowok lain semangat," Ifa pun sangat senang mempunyai sahabat yang baik seperti mereka.
"Ra loe gak mau? gue habisin nih," ujarnya.
"Habisin lah gue udah makan malam tadi sama sandy, gue sengaja beli buat loe," jawabnya.
Ifa pun makan dengan lapap hingga habis setengah bagian, kini Dia menikmati martabak keju setelah menghabiskan beberapa potong martabak telur.
"Ya Tuhan loe laper apa doyan Fot?" tanya Zahra seraya menggelengkan kepala, Melihat Ifa yang tak berhenti mengunyah.
"Sakit hati juga kan butuh tenaga Ra, gue laper belum makan dari siang," jawabnya, karna terlalu kesal dengan Zaki,tadi siang Dia tidak menghabiskan makan siang nya di kantin.
"Oke terserah loe aja lah," Zahra pun merebahkan tubuhnya di kasur.
"Loe tidur duluan aja, gue baru bangun mau jalan-jalan dulu di taman belakang," Ujarnya meninggalkan Zahra yang sudah mulai terlelap.
Ifa pun duduk di ayunan sambil melihat ke kolam renang, Dia yakin pasti bisa melupakan Zaki, walaupun itu berat tapi Ifa yakin Dia bisa.
__ADS_1