
Beberapa bulan berlalu Mita jarang sekali bertemu dengan Adit karna kesibukan kuliah masing-masing.
Sedangkan dengan Angga Dia selalu mengerjakan tugas bersama.
"Bagaimana tugasmu sudah selesai?" tanya Angga yang baru saja datang menghampiri Mita di taman kampus.
"Belum nih, kamu sendiri gimana?" Mita pun malah balik bertanya namun matanya tak lepas dari leptopnya.
"Sini aku bantu selesaikan, kebetulan aku sudah selesai," ucapnya duduk di sebelah Mita.
Mita pun dengan senang hati menerima bantuannya.
"Makasih, tau aja kalo aku lagi butek," ucap nya.
Mereka pun mengerjakan tugas sambil bercanda, hingga tugas pun selesai.
"Makasih banyak ya ,kalo gak ada kamu pasti ini akan lama selesai nya," ujar Mita memasukan leptopnya ke dalam tas, sedangkan Angga hanya tersenyum.
"andai kamu tau Mit, aku sangat mengagumi kamu, namun aku sadar cinta tak harus memiliki," batin Angga.
"Ngapain kalian berduan di sini?" tanya Adit baru saja datang mengepalkan tangannya kesal.
bugh..
Dia melayangkan satu pukulan di pipi Angga yang duduk bersama Mita langsung tersungkur.
Mita pun kaget dan langsung membantu Angga berdiri .
"Kamu gak papa?" tanya Mita melihat Angga mengeluarkan darah dari hidungnya.
"Kamu tuh apa -apaan sih Dit, datang-datang maen pukul aja apa salah Angga coba sama kamu?" ujar Mita kesal.
"Loe pikir aja sendiri apa pantas cewek yang sudah punya tunangan duduk berduaan dengan laki-laki lain di saat gue gak ada loe enak-enak sama Dia," ujar Adit mengeraskan rahang nya.
"Dan kamu gak tahu apa kalo Mita sudah punya pacar?" tanya Adit.
"Aku tahu dan kita cuma berteman, lagian di sini kita tidak hanya berdua, kamu bisa lihatkan banyak mahasiswa lain, kamu jangam salah paham," ucap Angga membela diri.
"Kamu tuh kenapa sih datang-datang marah-marah gak jelas? aku kan udah pernah bilang kalo aku suka ngerjain tugas di taman sama temen aku, Dia Angga yang selalu bantuin aku," ucap Mita heran melihat kelakuan Adit siang ini, Dia seperti kesetanan marah-marah gak jelas.
"Mit, aku pergi ya kamu selesaikan dulu masalah kamu sama Dia," ucap Angga.
__ADS_1
"Maaf ya Angga aku benar-benar minta maaf," ucap Mita merasa tak enak.
"Gak masalah aku ngerti kok," ucapnya, Angga pun langsung pergi meninggalkan mereka.
"Ayo ikut aku," ucap Adit menarik tangan Mita pergi dari sana, karna banyak mahasiswa yang melihat ke arah mereka.
Mau tak mau Mita pun mengikutinya, Adit membawa Mita masuk ke dalam mobilnya.
Dengan perasaan kesal, Adit pun melajukan mobilnya dengan kencang membuat Mita menangis karna ketakutan.
Melihat Mita menangis Adit pun menghentikan mobilnya secara mendadak.
"Ya Tuhan bisa gak pelan-pelan gue belum mau mati," ucap Mita kesal mengusap kening nya yang terbentur dasbok mobil.
"Maaf, " ucap Adit, menjambak rambut nya.
"Kamu tuh kaya orang kesetanan tau gak, aku gak ngerti sama jalan pikiran kamu, marah-marah gak jelas kaya gitu, Cuma karna aku ngerjain tugas bareng Angga, " ucap Mita.
"Aku cemburu liat kamu sama laki-laki lain dan aku gak mau liat kamu dekat dengan laki-laki mana pun," tegasnya.
"Kenapa sih kamu tuh aneh banget, aku sama Dia cuma teman dan kita juga gak cuma berduaan banyak orang juga di sana," Mita pun ikut kesal.
" Adit, aku harus gimana sih loe gak percaya sama aku?" tanya Mita sambil terisak.
"Mana gue bisa percaya kalo semua yang loe lakuin di belakang gue itu salah, gak pantas cewek sudah tunangan hha.. hhi.. bersama cowok lain, kaya wanita murahan saja," ucap Adit.
"Apa loe bilang murahan? dengar ya gue gak kaya gitu dan asal kamu tau gue bener-bener nyesel tunangan sama cowok egois dan gak berperasaan kaya loe," ucap Mita kesal membuka cincin nya dan meletakan nya di tangan adit.
"Gue nyerah dan loe bisa cari cewek yang 24 jam bersama loe, cari cewek lain yang lebih dari gue," ucap Mita keluar dan membanting pintu mobil dengan keras, Dia berlari menyetop taxi.
Adit pun keluar dan mengejarnya Mita sambil berteriak memanggil namanya namun Mita sudah pergi jauh.
"akhh .. sial,"
"Kenapa gue sampe gak bisa kendaliin emosi gue, dasar bodoh," Adit pun menendang ban mobil nya untuk melampiaskan kekesalannya.
Dia pun pergi kerumah Mita, namun rumah terlihat sepi seperti tidak ada orang.
"Den Adit cari Mba Mita ya?" tanya Securiti yang ada di pos penjaga.
"Mita sudah pulang belum Pak?" tanya Adit
__ADS_1
"Belum Den, kan masih siang mungkin masih di Kampus biasanya jam 4 pulangny," ucap nya.
"Baiklah kalo begitu saya permisi dulu," ujar Adit melajukan mobilnya dengan kencang.
Sedangkan Mita sudah ada di kamar nya, Dia menangis karna kesal dengan Adit.
Untung saja Pa Satpam Mita beri tahu sebelum nya, dan terpaksa harus berbohong mengatakan Mita belum pulang sedangkan Mita sudah pulang dari tadi.
"Kenapa sih jadi kaya gini, dulu waktu belum satu kampus kita baik-baik saja malahan gue sering ngumpul sama teman-teman cowok, tapi ini apa baru juga berapa bulan pindah udah begini," ujarnya.
Tiba-tiba ponselnnya berdering, Mita pun langsung mengangkatnya.
[ Halo ma..]
[Halo sayang, kamu masih di kampus] tanya Mama nya di sebrang sana.
[Udah pulang Ma, tadi Dosennya ada keperluan] Ujar nya berbohong.
"Ampuni aku Tuhan sudah berbohong." batinnya.
[Apa kamu sakit sayang, suara kamu sepertinya serak]
[Tidak Ma, Mita baik-baik saja mungkin perasaan Mama saja]
[Kalo ada apa-apa cerita sama Mama jangam di pendam, Mama kangen banget sama kamu]
[Enggak ko Ma, Mita gak ada masalah apa-apa, Mita juga kangen banget sama Mama sama Papa, semoga urusan kalian cepat selesai]
[Mama sama Papa belum bisa pulang, kalo kuliah kamu agak longgar ikut Bayu ke kantor belajar Bisnis]
[Tapi Ma, Mita belum siap kalo harus ke kantor Mita kan belum ngerti masalah perusahaan]
[Gak ada tapi-tapian sayang, Mama sama Papa masih belum tahu kapan akan pulang karna perusahaan di sini tidak setabil, jadi kamu harus membantu Bayu di perusahaan]
[Baiklah Mita akan coba, tapi jangan berharap lebih dari Mita]
[Mama yakin kamu akan cepat bisa , ya sudah Mama tutup ya, kamu hati-hati di rumah Mama sayang Mita]
[Iya Ma, Mita juga sayang Mama],
Dan merebahkan tubuhnya di kasur, sungguh mennagis membuatnya lelah.
__ADS_1