
"Jangan tarik-tarik dong Mita kaya sama pacar saja," ujar nya.
"Ya Tuhan beri aku kesabaran," gumannya.
"Kamu ngomong apa, jangan mengumpat ya saya bisa dengar," ucap nya.
"Gak ngomong apa-apa," jawabnya tersenyum.
Mereka pun sampai dan segera masuk ke dalam Restoran, Mita segara memesan untuknya.
"Ayo Kakak mau pesan apa?" tanya Mita.
Ken pun menyebut kan pesannanya, tak lama kemudian pesanan pun datang.
"Apa ini tidak terlalu banyak?" tanya Mita melihat beberapa menu yang di pilih Kaenan.
"Kan ada kamu yang menghabiskan nya, liat badan kamu dari dulu tetap sama kurus apa jangan-jangan kamu gak suka makan?" ledek nya.
"Enak saja aku gak kurus ya, cuma sedikit kecil ini tuh ideal," ujarnya.
"Ayo makan jangan banyak bicara," ujarnya.
Mereka pun makan dengan tenang karna Mita sangat kesal sekali pada sepupu nya itu.
Setelah selesai makan Mita pun langsung pulang karna sudah mulai sore.
Sesampai nya di rumah Mita mengantarkan Kaenan ke kamar tamu yang ada di lantai atas yang bersebelahan dengan kamar Yoga.
"Apa ini kamar ku?" tanya Ken setelah. membuka pintu kamar.
"Tentu saja, apa Kakak gak suka?" tanya Mita melihat sekeliling kamar.
"Ganti sprei nya dengan warna hitam aku tidak suka warna itu," ujar nya menunjuk kasur sprei nya berwarna putih.
"Baiklah aku akan menyuruh bi Sarah menggantinya," ucap Mita, berniat meninggal kan kamar itu.
"Tunggu,"
"Apalagi kak apa ada yang kurang?" tanya Mita.
"Kamu yang harus menggantinya," ucap jya eteng sambil duduk di sofa dan merentangkan kedua tangannya.
"Apa, yang benar saja Kak, apa kau sedang mengerjaiku," ucap Mita.
"Aku tidak suka barang-barang ku di sentuh orang lain, karna di sini kamu yang aku kenal aku ingin kamu yang melayaniku," ujar nya tersenyum.
"Sialan dasar sepupu kurang ajar, berani berani nya menyuruh ku, " batinnya.
"Baiklah -baiklah," Mita pun mengambil Sprei di dalam lemari dan mengganti nya dengan susah payah.
Mita pun akhirnya selesai menganti Sprei itu, melihan Ken masih sibuk di kamar mandi Dia pun keluar kamar sebelum Kaenan mengerjainya lagi.
Dia pun masuk ke dalam kamar nya tak lupa mengunci nya.
__ADS_1
"Lama-lama kesabaran gue habis jika Dia lama di sini," gumannya merebahkan tuhuhnya di kasur.
Mita pun bangkit dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Dia pun berendam sebentar untuk merilexkan tubuhnya.
Setelah 30 menit Mita pun segera mamaki baju nya, ternyata di luar sudah mulai gelap.
"Mama sama Papa udah pulang belum ya?" gumannya.
Mita pun bergegas keluar kamar, namun saat mau menuruni tangga Kaenan memanggilnya.
"Mita tunggu.. " ucap nya.
Mita pun membalikan tubuhnya dan tersenyum.
"Iya Kak ada apa?" tanya Mita ramah.
"Kenapa kamu tidak membereskan sekalian baju ku ke dalam lemari?"
"Ahh itu.. maaf aku tadi sibuk," jawabnya.
"Ya sudah lupakan, aku ingin mengelilingi kota ini apa kamu tidak keberatan mengantarku?"
"Boleh nanti kita minta izin Mama sama Papa ya,"
Mereka pun turun menghampiri orang tua Mita yang sudah terdengar suara di sana.
"Ken kamu kapan sampai nak?" tanya Pak Ali, memeluk keponakannya itu.
"Tadi sore paman, aku ketiduran di kamar," jawabnya.
"Aku sudah makan tadi bersama Mita, oyah apa aku bisa keluar malam ini?"
"Kamu mau kemana, bukannya kamu. masih lelah?" tanya Pa Ali.
"Aku ingin keliling kota ini, cuma sekedar main saja paman itu pun dengan Mita yang mengantarku,"
Mita pun menggelengkan kepala, Dia tidak mau jalan bareng sepupu nya yang nyebelin itu.
"Apa kamu tidak mau mengantar sepupu mu ini?" tanya Kaenan.
"Aku.. terserah Mama sama Papa aja," jawab nya sambil melirik ke arah Mama nya.
"Pergilah tapi pulang nya jangan terlalu malam ya," ucap Pa Ali, kasian melihat keponakan nya itu.
"Baiklah terimakasih paman," ujarnya.
"Mita ganti baju dulu kalo gitu, tunggu saja di sini," ujarnya.
Mita pun naik ke tangga menuju kamar nya, sunguh Dia sangat malas sekali mengantarkan Kaenan.
Saat Mita akan mengambil tas tiba-tiba ponsel nya berbunyi, Mita pun segera mengambil nya tertera nama Adit di sana.
[Hallo sayang kamu lagi apa?]
__ADS_1
[ Hallo juga, aku izin keluar ya malam ini]
[Mau kemana sih pake izin segala?]
[Mau antar sepupu aku]
[kamu mau antar Mia kemana?]
[Bukan Mia tapi sepupu aku yang dari Turki, itu loh anak nya Paman Hasan]
[Ohh, ko kamu baru bilang kalo ada sepupu kamu ke sini, gak niat kenalin Dia ke aku]
[Baru juga datang, besok aja lah kamu ke rumah, aku mau antar dulu ke alun-alun kota]
[Ya sudah, kamu hati-hati ya kalo ada apa-apa hubungi aku]
[Oke sayang bye.. ]
[Bye.. ]
Mita pun mematikan ponsel nya, dan segera keluar kamar menghampiri Kaenan yang pasti akan marah karna menunggu nya lama.
"Dari mana lama banget 30 menit cuma buat ganti baju doang, buang-buang waktu," ujar nya.
Mita melirik kiri kanan ternyata orang tuanya sudah masuk ke dalam kamar.
Pantas saja Dia ngomong gitu ternyata tak ada siapa-siapa di sana selain mereka.
"Ayo, malah bengong juga." ujarnya.
Mita pun mengikuti nya dari belakang, sambil terus mengumpat.
"Berikan kuncinya padaku, biar aku yang menyetir kamu tinggal tunjukan saja arah jalannya,"
Mita pun menyerahkan kunci mobil itu dan dia duduk di sebelah pengemudi.
Mobil pun melaju sedang meninggalkan perkarangan rumah Mita.
"Kenapa diam saja apa kamu malas jalan dengan ku, ingat ya aku sepupu mu kamu harus baik kepadaku," ujarnya.
"Maaf, kita mau kemana dulu?" tanya Mita menahan emosi nya.
"Aku ingin keliling saja, apa di sekitar sini ada club malam?" tanya Kaenan, membuat Mita melotot.
"Kenapa, apa sepertinya kamu tidak suka dengan pertanyaan ku,"
"Kalo kakak masih menyamakan seperti di tempat kakak dulu , sebaiknya tidak usah berlibur kemari,"
"Kenapa kamu bicara begitu?"
"Bisa kah kakak menghargai ku dan orang tua ku selama di sini, aku gak suka Kakak main ke tempat seperti itu," ujarnya.
"Kamu ini seperti pacar ku saja melarang ku seperti itu, mungkin kalo aku punya pacar sepertimu akan aku pikirkan," jawab nya terkekeh, sedangkan Mita hanya memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Terserah kakak saja kalo mau ke tempat seperti itu dan jangan pernah ajak-ajak aku,"
"Baiklah-baiklah aku akan menjadi anak yang baik saat berlibur di sini," ujar nya terkekeh, namun Mita malah kesal mendengar nya.