
Orang tua mereka pun berbincang hangat sambil makan siang bersama.Mereka bersahabat dari dulu saat Ali belum menikah, Edi yang membantu perusahaan Ali yang dulu masih terbilang kecil, namun dengan kegigihan nya Ali bisa mengembangkan bisnisnya dan menikahi seorang desainer hebat seperti Fatma.
Sedangkan Edi di jodohkan oleh orang tuanya dengan Bunda Cici sahabat masa kecilnya,setelah menikah Edi mengembangkan Restoran peninggalan Ayahnya hingga sekarang memiliki beberapa cabang,dulu mereka tinggal Di Padang lalu merantau ke Bandung saat anak-anaknya masih kecil.
"Terimakasih Al, kamu sudah bantu aku untung saja kamu datang tepat waktu," ujar Pa Edi, karna Pa Ali lah perusahaannya sekarang stabil kembali.
"Sudah lupakan saja, lagian aku kan sudah bilang kita adalah keluarga," ujar Pa Ali.
"Bagaimana dengan perjodohan anak kita? apa akan di teruskan sepertinya mereka cocok," ucap Pa Edi, karna dulu saat lahir anak mereka akan menjodohkannya.
"Aku serahkan saja pada mereka, karna aku juga tidak bisa memaksa kalo mereka tidak mau," jawabnya.
"Bagaimana kalo kapan-kapan kita ajak mereka makan malam, Ya sebagai tanda perkenalan begitu,"
"Tentu saja, atur saja waktu nya kami sekeluarga pasti akan datang,"
Perbincangan pun berlajut sampai sore hari, dan Pa Ali pun tak jadi mengantar istrinya ke Butik karna sudah sore, sedangkan dirinya mampir ke Apartemen Bayu untuk mengambil beberapa berkas yang akan di tandatangani.
***
Mita pun di kejutkan oleh kedatangan kakaknya, yang langsung memeluknya masih lengkap dengan seragam dinas nya Dia datang membawa sebuket bunga.
"Mita Maaf, Aa telat tadi ada acara dulu di kantor," ujar nya melepas pelukan adiknya itu.
"Gak papa ko A, lagian kan ada Mama sama Papa, tapi makasih banyak ya udah mau hadir walau udah telat," ujarnya tersenyum
Sedangkan Ifa dan Zahra saling melirik seolah bertanya.
"A kenalin Dia sahabat Mita yang selalu Mita ceritakan," ucapnya, dan Yoga pun mengulurkan tangannya, Zahra dan Ifa pun bergantian menyambut tangannya.
Mereka pun berbincang hangat, Ifa dan Zahra pun tidak tau kalo Yoga adalah kakaknya Mita, mereka mengira kalo Yoga adalah pacar barunya Mita.
"Apa bener yang Adit bilang kalo itu pacar barunya Mita, gue juga liat di status Wa nya Mita bersama laki-laki itu waktu di Turki, atau jangan-jangan itu calon suaminya Mita?" bisik Ifa dan Zahra pun mengangguk setuju,mereka pun terus memperhatikan Mita yang terlihat akrab dengan Yoga.
"Aa mau ke rumah gak?"
"Nanti malam aja sekarang Aa mau kembali ke Asrama, Aa cuma izin sebentar," jawabnya .
"Oh gitu, kirain mau bareng sama Mita pulang nya," ujar Mita cemberut.
"Haha udah jangan gitu, nanti Aa beliin kesukaan kamu kalo Aa kerumah, sekarang kamu senyum ya, jelek banget kalo kaya gitu," ujarnya mencubit pipi Mita.
Adit yang baru saja datang tak sengaja melihat kemesraan mereka,Dia pun berdiri tak jauh dari sana.
__ADS_1
"Tu kan bener apa yang Lisa kirim waktu itu, itu cowok yang sama, sial kenapa gue gak cari tau dulu sebelumnya mungkin saja mereka udah hubungan lama," guman Adit kesal, Dia pun mengepalkan tangannya dan meninggalkan mereka.
Yoga pun pamit karna harus kembali ke Asrama.
"Aa pergi dulu ya, jangan nakal," ujar nya mengelus kepala Mita dengan sayang.
"Iya iya, Aa tenang saja Mita kan bukan anak kecil lagi," ujarnya dan Yoga pun tersenyum, ternyata adik kecilnya yang dulu sering nangis dan mengadu padanya kini sudah dewasa.
Yoga pun pergi mengendarai motor dinas nya meninggalkan sekolah Mita, dan Mita bergabung kembali dengan teman-temannya yang duduk di kursi.
Mita pun duduk kembali bergabung di sana, sudah ada Sandy dan juga Vito, mereka pun menikmati acara dengan tawa hingga waktu pun sudah mulai sore.
Zahra pun meminta Izin pada Sandy,pulang duluan bersama sahabatnya.
"Yang aku duluan ya, mau jalan dulu sama mereka," ujarnya menunjuk Mita dan Ifa yang tak jauh dari sana.
"Ya udah hati-hati ya jangan lupa nanti malam, ajak Mita juga aku udah ajak Ifa dan yang lain," ujarnya,mereka berencana kumpul di rumah Vito, acara makan-makan .
"Oke nanti aku sampein aku duluan ya bye," Sandy pun mengangguk dan melambaikan tangannya .
Zahra pun meninggalkan acara, bersama sahabatnya itu menuju parkiran.
"Mit ayo, nunggu apaan sih?" Ifa menarik tangan sahabatnya itu, acara masih belum selesai namun Zahra mengajak mereka pergi menonton film.
"Oh jadi ini yang bikin loe diem aja, tenang tuh baju gue di bagasi banyak pilih aja semau loe, gue kasih gratis," ujarnya dan Mita pun berbinar.
"Serius nih? Gue boleh ambil yang mana aja kan?"
"Iya ayo cepetan ganti, dalam mobil aja aman ko kita tunggu di luar," Mita pun mengangguk Dia mengambil sebuah dres sepaha berwarna putih tulang, sedangkan Zahra sudah berganti dengan dres bunga-bunga warna shop, Ifa sendiri membawa baju dari rumah nya yaitu celana jeans dan juga kemeja kotak.
Setelah mengganti baju nya mereka pun meninggalkan sekolah menuju Mall terdekat.
Adit sendiri masih di dalam sekolah, Dia mencari Mita kesana kemari namun tak menemukannya ingin tau siapa laki-laki yang bersamanya tadi.
"San belum pulang loe, mana cewek loe tumben gak ngintil?" ujarnya karna tadi Zahra duduk di dekatnya, sedangkan Sandy hanya tersenyum.
"Bilang aja loe nyari Mita, jangan pura-pura loe, gue tau loe pasti rindu kan?" Sandy terus saja menggodanya.
"Mana ada,gak ya gue gak gitu, loe belum mau pulang?" ujarnya duduk di sebelah Sandy.
"Bentar lagi, lagian udah mulai sepi juga, kita tunggu Zaki dan vito sebentar mereka sedang ke kantin,"
Mereka pun menunggu di parkiran, tak berselang lama datanglah Zaki dan Vito membawa minuman kaleng.
__ADS_1
"Lama banget kalian ini, gue kan bosan," ujar Sandy sedangkan Adit hanya menggeleng.
"Alah baru juga bentar, lagian kenapa gak duluan aja sih, langsung kerumah gue kan?" ujar Vito, melirik jam tangannya sudah jam 3 sore.
"Gue pulang dulu lah, nanti habis Isya gue ke rumah loe," ucap Adit ,dan mereka pun mengangguk.
"Oke gue tunggu di rumah, jangan lupa loe kasih catetannya sama Zahra biar Dia gak lupa sekalian beli," ujar Vito.
"Oke," Mereka pun menaiki motornya masing-masing.
Mita dan teman-temannya sampai di Mall dan langsung ke studio karna mereka sudah membeli tiket dari kemarin, untung saja Zahra membeli 2 tadinya akan mengajak Sandy namun melihat sahabatnya sudah kembali Dia memberikannya kepada Mita.
"Ayo masuk, gue beli minuman dulu," ujar Ifa, mereka pun menunggu Ifa di depan pintu masuk.
Sedangkan Ifa tanpa sengaja menubruk seorang pemuda yang datang datang tiba-tiba.
"Maaf gue gak sengaja," ujarnya,namun pemuda itu tak menjawab dan pergi begitu saja.
"Ihh dasar aneh," gumannya menghampiri Mita dan Zahra.
"Kenapa loe?" Mita pun mengambil minuman di tangan Ifa.
"Gak papa, ayo masuk film nya udah mau mulai,"
Mereka pun masuk ke dalam studio, nemikmati nonton mereka dengan santai di temani pop corn dan juga minuman.
Tak terasa waktu pun sudah mulai gelap, Mita pun pamit pulang duluan, sedangkan Ifa ikut belanja bersama Zahra karna tadi siang sudah meminta izin akan menginap di rumah Zahra.
"Gue pemit duluan ya, udah sore nanti nyokap nyariin," Ujar Mita yang selalu disiplin.
"Baiklah, nanti kita jemput jam 7 ya,hati-hati di jalan," Mita pun mengangguk dan menaiki taxi yang di pesannya.
Setelah mengantar Mita ke parkiran, mereka masuk kembali kepusat pembelanjaan untuk membeli keperluan nanti malam.
Mita pun sampai di rumah nya, dengan selamat Dia pun mengucap salam dan di sambut ke dua orang tuanya.
"Mita kamu baru pulang nak,eh baju siapa ini?" ujar Bu Fatma yang sedang duduk bersama Papanya di ruang Tv.
"Iya Ma maaf telat, ini baju nya Zahra tadi Mita pinjem, habisnya mereka ngajak nya dadakan kan Mita gak bawa ganti," ujarnya duduk di samping orang tuanya.
"Gak papa, kamu mandi sana biar seger," Dan Mita pun mengangguk.
Mita pun masuk ke dalam kamar nya, dan segera membersihkan diri.
__ADS_1