Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#84


__ADS_3

Setelah sampai Pak Rt memberi tahu cara-cara membakar sampah yang benar dari mulai membuka pintu cerobong hingga menutup nya lagi.


"Nah kalo sudah menyala kita harus langsung menutup nya ya, takut nya api nya keluar," ujar Pa Rt.mereka pun meyimak perjelasan itu.


Pa Rt pun memutuskan pamit karna ada acara syukuran di rumah tetangga nya.


"Ya sudah Bapa duluan ya, kalian hati-hati, " ujarnya.


"Baik Pak hati-hati di jalan," seru Mita.


Pa Rt pun mengendarai motor bebek nya dan meninggalkan mereka di sana.


"Gimana kalo kita coba bakar sampah nya," usul Lisa mendekati tempat tersebut.


Di sana hanya ada Mita Angga dan Lisa edangkan yang lain nya malah sibuk selfi di dekat tanaman bawang merah yang terhampar puluhan hektar di sana.


"Jangan deh ngapain juga, ini kan bukan tugas kita," ucap Mita.


"Udah loe tenang aja biar gue yang coba, loe tinggal liatin aja," ujar nya membuka pintu cerobong dan melemparkan api ke dalam nya.


Namun hal tak terduga terjadi, entah apa yang ada di dalam sana membuat api itu menyambar tangan Lisa.


"Aww...," teriak Lisa.


Mita dan Angga yang tak jauh dari sana pun kaget dan segera menghampiri Lisa yang menjerit kesakitan.


Mita pun mendorong tubuh Lisa agar menjauh dari tempat tersebut, dan saat Mita dan Lisa agak menjauh terdengar Bunyi Boom dari dalam tempat pembakaran tersebut.


Mereka semua kaget, begitu juga dengan Mita dan Lisa yang berada tak jauh dari sana, untung saja Angga dengan cepat menutup pintu api itu sehingga api tidak keluar.


"Kalian gak papa?" tanya Angga.


Lisa dan Mita pun menggelengkan kepala sambil berpelukan,sungguh Mita sangat takut kala itu.


Yang lain pun berdatangan menghampiri mereka.


"Ada apa, barusan aku dengar ledakan?" tanya Intan.


"Iya kalian gak papa kan?" tanya Vanya mendekati Mita.


"Aku gak papa kok, tapi tangan Lisa kaya nya gak kenapa-napa deh," ujar nya membantu Lisa berdiri.


"Aku juga gak papa kok," jawab Lisa, tersenyum menahan sakit di tangan nya.


"Syukurlah kalo begitu ayo kita pulang udah mau gelap," ujar Andi.

__ADS_1


Mereka pun berjalan duluan sedangkan Mita memutus kan berjalan di belakang mereka.


"Tangan kamu gimana?" tanya Mita.


"Gak papa kok, kamu tenang aja,"


Mita yang penasaran pun melihat tangan Lisa yang memerah akibat api tadi,Dia membawa tangan Lisa ke tempat air yang mengalir.


Air itu bersumber dari irigasi sawah, walau pun hanya mengalir melalui bambu tapi air itu cukup bersih.


"Mau ngapain sih Mit?"


"Udah kamu tenang aja," Mita pun membantu Lisa membasuh tangan nya dengan air tersebut.


"Nah Lis aku kalo di rumah kena air panas, aku langsung mengaliri dengan air yang mengalir seperti ini agar tidak terlalu sakit,"


Lisa pun berkaca-kaca sungguh Mita sangat baik terhadap nya,Dia merasa bersalah karna selalu saja membuat Mita kesal.


"Mita maafin gue yah," ucap nya tiba-tiba sambil menangis.


"Hey kok nangis apa tangan kamu sakit sekali?"


"Tidak ayo kita pulang," jawab nya.


Untung saja Angga menunggu tak jauh dari sana, jadi mereka tak terlalu takut kalo harus jalan berdua.


Mereka pun akhirnya sampai kini mereka sedang antri untuk mandi.


"Lis ini salep nya, coba kamu oleh pada bagian yang merah," ucap Mita.


"Makasih ya Mit, maaf aku ngerepotin kamu," ucap nya.


Untung saja Mita selalu sedia P3k dalam tas nya jadi tidak perlu mencari jauh-jauh.


Setelah membantu Lisa Mita kembali ke dapur untuk membantu Vanya dan yang lain nya masak.


Hari berganti hari membuat Mita betah berada di sana, mereka melakukan berbagai kegiatan yang fositif sering kali mereka mengajak anak-anak kecil untuk melakukan permainan dan lomba-lomba.


Mita sangat antusias sekali mengajak anak-anak bermain karna hanya di kasih permen saja mereka sudah senang.


Waktu pulang pun tiba, setelah di lakukan Sidak oleh dosen mereka pun akhirnya bernafas lega karna hampir 40 hari mereka di sana.


Bahkan ponsel pun terasa tak berguna karna jarang nya jaringan di sana.


Bahkan Dia dan Adit pun hanya mengirim surat itu pun lewat anak sekolah yang sama-sama bersekolah di dekat Bale Desa.

__ADS_1


Mita dan Lisa juga jadi dekat dan berteman baik sejak kejadian itu, Lisa selalu membantu nya dalam hal apapun.


Setelah pamit kepada Pa Rt dan warga Desa,Mita memberikan beberapa bingkisan untuk anak-anak di sana untung saja saat berkunjung ke Bale desa di sana Banyak jaringan Dia bisa memesan barang-barang dari onlien shop untuk hadiah anak-anak di sana.


"Makasih banyak Neng," ucap salah satu warga mewakili anak nya.


"Sama-sama Bu, maaf sudah merepotkan selama ini," ucap nya.


Mereka pun bersalaman,bahkan Bu Rt tak segan-segan memeluk Mita yang sudah separti anak kandung nya itu.


"Kapan-kapan main lagi kesini ya, Ibu pasti sangat merindukan mu," ucap nya.


"Iya nanti Mita pasti ke sini kalo A Deden nikah," ujar nya tersenyum.


Mita sudah bertukar nomer telpon, jadi tidak akan susah untuk berkomunikasi.


"Salamin aja sama A Deden ya bu," ujar Mita, karna hari itu Deden sedang keluar kota.


"Iya Neng, kalian hati-hati ya di jalan,"


Setelah pamit mereka pun di antar oleh Pa Rt ke bale desa menggunakan mobil Bak terbuka.


Pengalaman berharga dalam hidup mereka duduk di belakang sambil bercanda, Mita juga baru pertama kali naik mobil Pik Up seperti itu.


Tapi itu lumayan dari pada harus jalan kaki, dari sana ke Bale Desa lumayan jauh.


Sesampai nya di Bale Desa mereka langsung bergabung dengan yang lain nya.


Adit juga sudah ada di sana menunggu Mita.


"Sayang gimana kabar mu?"


"Baik," jawab Mita tersenyum.


"Ayo kita langsung masuk ke dalam Bus," ujar Adit.


Mereka pun duduk di kursi yang sama, Mita menyandarkan kepala nya ke pundak Adit sungguh Dia sangat merindukan wangi itu.


Selama hampir satu bulan ini mereka hanya ketemu 2 kali itu pun saat ada acara di bale Desa.


Mereka tidak ada waktu bertemu karna kegiatan mereka berbeda, apalagi mereka jarang berkomunikasi membuat mereka semakin rindu.


Selama perjalanan Mita hanya terridur jujur saja selama di sana Mita kurang tidur karna banyak nyamuk dan juga hawa dingin yang membuat nya berkali-kali bangun saat tengah malam karna kedinginan.


walau pun sudah memakai jaket tebal dan selimut tetap saja terasa dingin.

__ADS_1


__ADS_2