Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Setelah tiba di restoran yang di janjikan mereka berdua pun mengambil bagian dalam restoran itu.


Ketika melihat kedatangan Leonard dan seorang wanita cantik di sampingnya,Pria tua itu tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya,ia benar benar terpukau dengan wanita yang berjalan dengan anggun di samping Leonard itu.


Pria setengah abad itu menatap tajam ke arah wanita di samping Leonard sambil memberi isyarat pada anak buahnya untuk memberi tempat terbaik di sampingnya.


Ia mengira wanita yang bersama Leonard adalah wanita sewaan Leonard dan ia tak henti hentinya menatap Erlyen dengan mata besarnya membuat Erlyen risih dengan keadaan itu.


Erlyen pun mengeratkan genggaman tangannya pada jemari Leonard membuat Leonard menyadari apa yang terjadi pada wanitanya itu.


"Kamu kenapa sayang?"Tanya Leonard berbisik dengan suara perlahan pada Erlyen.


"Leo aku merasa tidak nyaman!!"Ucap Erlyen menggantung.


"Tidak nyaman karena apa sayang?"Tanya Leonard lagi.


"Tatapan pria tua itu membuatku tak bisa leluasa berada di ruangan ini."Jawab Erlyen lagi.


"Kamu adalah wanitaku,kamu tenang aja sayang aku takkan pernah membiarkan milikku di tatap lama lama oleh pria itu."Ucap Leonard sambil tersenyum sinis ke arah Pak Brown yang sedari tadi menatap lekat ke arah Erlyen.


"Merapat ke sini isteriku!!"Ucap Leonard membuat seisi ruangan kaget bukan main.


"Tuan Leonard,ini isteri anda Tuan?"Tanya Pak Brown memecah kesunyian.


"Iya Pak Brown,perkenalkan ini Isteriku Erlyen Jayadi."Ucap Leonard sambil memeluk rapat pinggan sang isteri di hadapan semua orang.


Pria tua itu langsung kaget dan membuang tatapannya ke arah jendela.


"Hmm tau rasa kamu wahai pria tua bermata besar!!"Umpat Erlyen dalam hati.


"Kamu mengumpatnya?"Bisik Leonard pada Erlyen.


"Sayang kok kamu tahu?"Erlyen balik bertanya.

__ADS_1


"Iya aku tahu lah kamu pikir apa yang kamu miliki semua di dirimu aku tak tahu,asal kamu tahu aja aku bisa membaca pikiranmu."Ucap Leonard pada Erlyen yang bingung dengan pria yang menyayanginya bertahun tahun lamanya.


Saking lamanya sampai apapun yang Erlyen sukai dan pikirkan ia sudah mengetahuinya lebih dulu.


"Sayang apakah kamu nyaman?"Tanya Leonard pada Erlyen.


"Tidak apa apa Sayang aku akan bertahan demi proyek besar yang sudah kamu inginkan dari dulu."Ucap Erlyen pada Leonard.


"Kenyamanan kamu lebih penting sayang aku tak ingin kamu tidak nyaman dan aku terlalu memaksakan kehendakku dan keegoisanku untuk kamu merasakannya juga sayang,kalau tak nyaman bilang aja sayang."Ucap Leonard sambil membelai pipi sang kekasih.


"Tak apa apa sayang aku baik baik saja(Walau aku tak nyaman demi kamu aku rela)gumam Erlyen dalam hati."


Leonard benar benar tak nyaman dengan tatapan dari Pak Brown yang benar benar hanya mengarah pada Erlyen saja.


"Tuan Brown apakah ada yang salah dengan isteriku?"Tanya Leonard tiba tiba dan dengan segera Erlyen menggenggam erat tangan pria netra biru itu karena ia tahu siapa Leonard sebenarnya.


"Ahmmm...maaf Tuan Leonard isterimu sungguh sempurna,tolong jangan berprasangka buruk dulu karena isterimu mengingatkan aku pada putriku yang sudah hilang Dua puluh tahun lamanya aku sangat merindukannya."Ucap Pak Brown sambil meneteskan sebutir air bening pada pipi tuanya itu.


"Maaf karena sudah membuat anda bingung dengan tatapanku tadi nak."Ucap Pak Brown sambil tersenyum lembut pada Erlyen.


"Iya tak apa apa nak,aku juga tidak pernah membuka diriku pada siapapun dan baru kali ini aku menceritakan rahasia pribadi yang aku simpan selama ini nak."Ucap Pak Brown yang tanpa sadar sudah mengeluarkan tissue untuk membersihkan setitik demi titik air bening yang turun di pipi tuanya itu.


"Aku juga kehilangan saudara laki lakiku sejak berumur Delapan tahun dan aku tak tahu saudaraku itu sudah meninggal atau masih ada."Ucap Pak Brown lagi.


"Siapa nama saudara anda Tuan?"Tanya Leonard antusias.


"Anak muda nanti kita bicarakan hal ini,sekarang kita bicarakan soal kontrak kerja sama kita dulu biar cepat selesai dan kita bisa leluasa untuk saling bercerita."Ucap Pak Brown bijak tapi masih saja menghapus air matanya yang masih membasahi pipi keriputnya itu.


"Baiklah menurut anda itu baik aku akan mengikuti langkahnya."Ucap Leonard lagi.


Mereka pun membicarakan hal hal apa saja yang berkaitan dengan proyek kapal pesiar Leonard dan Pak Brown.


Ketika mereka sedang berbicara dengan seriusnya tiba tiba ponsel Erlyen berdering dengan volume tinggi yang mampu menyita semua mata memandang padanya.

__ADS_1


"Sayang,terima telponnya di depan sana ya jangan mengganggu ketenangan aku dan Pak Brown."Ucap Leonard mempersilahkan Erlyen pergi.


Setelah kepergian Erlyen,Leonard dan Pak Brown kembali membicarakan proyek mereka itu dengan serius.


Ketika lagi asyik bercerita tiba tiba terdengar suara Erlyen dari arah luar pintu masuk dan suara Erlyen sangat membuat mereka semua yang berada di ruangan itu kaget bukan main.


Tapi tak dihiraukan oleh Leonard karena mereka sedang menandatangani berkas berkas kontrak mereka.


Setelah selesai menandatangani kontrak, Leonard dan Pak Brown pun berjabat tangan dan berpelukan.


Ketika mereka melepaskan pelukan mereka tiba tiba dri arah luar terdengar suara sirine mobil ambulans datang ke arah depan pintu mereka dan otomatis menyita perhatian Leonard yang kala itu tak melihat Erlyen di sampingnya.


Hati Leonard tiba tiba bercampur aduk dan terasa seperti di iris iris.


Ia pun tanpa pamit berlari ke arah pintu dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu itu.


Seketika matanya membulat karena ia melihat Erlyen sudah berlumuran darah entah apa yang terjadi tapi ia gak membuang waktunya langsung saja ia menggendong Erlyen dan membawanya ke dalam mobil kemudian pergi ke rumah sakit terdekat di kota itu.


"Kamu kenapa sayang?Apa yang terjadi padamu?Kenapa ini?"Ucap Leonard sambil meringis kesakitan. Ia merasakan dadanya bergemuruh dan seluruh tulang tulangnya mengeras.


Siapa yang tega melakukan ini padamu sayang?


Leonard tetap meracau sepanjang jalan dan tampak dari arah belakang mobil mereka,terlihat mobil mobil mewah mengikuti mereka dari belakang berbaris dengan sangat rapi.


Ketika tiba di Rumahsakit terdekat Leonard pun langsung membawa mobilnya masuk ke dalam ruang Instalasi Gawat Darurat dan berteriak tak karuan memanggil semua dokter dan perawat di situ.


Semua orang dibuatnya panik dengan teriakannya itu.


"Bertahanlah sayang."Ucap Leonard sambil memeluk erat tubuh wanita kesayangannya itu.


"Leo,aku..."Belum selesai mengucap kalimat dari mulutnya Leonard sudah meletakkan jari telunjuknya di atas bibir mungilnya yang sangat menawan itu.


**

__ADS_1


To be continued guys


tolong like komentar dan juga vote ya makasih🙏🥰


__ADS_2