Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
# 34


__ADS_3

"Mita kok melamun sayang ada apa?" tanya Mamanya, kini mereka sadang makan malam bersama.


"Ah tidak apa-apa kok Ma," jawabnya tersenyum.


"Sayang besok malam Papa ada undangan makan malam dari teman Papa, kamu ikut ya mereka sekeluarga ingin mengenalkan anaknya dengan mu, siapa tau aja kalian cocok," ucap Papa nya.


" Harus ikut ya Pah?" ucap nya sesungguhnya Mita tidak ingin ikut.


" Tentu saja, apa lagi mereka sangat antusias denganmu, anak nya juga tampan kamu pasti suka," ucapnya, dan Mita hanya tersenyum kecut Dia menyangka kalo Andi yang akan di kenalkan dengannya karna pertemuannya kemarin.


Selain Mamanya akrab dengan Ibunya Andi, Papa nya juga menjalin bisnis dengan Ayahnya.


"Mita ikut apa kata kalian saja, jam berapa kita ke sana nya biar Mita bisa siap-siap dulu,"


" 7.30 malam , Papa janji nya jam 8 tapi takut macet kita pergi lebih awal," Dan Mita pun mengangguk.


Mita pun terpaksa menghabiskan makanannya,setelah itu Dia kembali ke kamarnya untuk mengerjakan tugas kampus nya.


"Ya Tuhan kenapa tugas nya tidak selesai-selesai?" gumannya.Mita pun melirik jam sudah pukul 10 malam.


"Pantas saja aku sudah mengantuk ternyata sudah malam," ujarnya.


Mita pun mematikan leptopnya dan bergegas ke kamar mandi untuk gosok gigi.


"Sebaiknya aku tidur, kepala ku sepertinya mau pecah," Mita pun merebahkan tubuhnya di kasur dan tak lama Dia pun terlelap.


Pagi pun menyapa seperti biasa Mita sarapan dengan orang tuanya.


"Sayang jangan lupa nanti pulang kuliah kita ke salon dulu," ujar Mamanya.


"Baik nanti Mita jemput Mama ke butik," ucapnya.


Mereka pun berangkat, Mita dengan mobil nya sedangakan Papa dan Mamanya berangkat dengan supir.


Mita pun sampai di kampus nya dan ternyata sudah ada Ifa di sana.


"Tumben Dia udah di sini?" ucap nya, Mita pun turun dari mobil dan menghampiri Ifa.

__ADS_1


"Woy tumben loe dah di sini aja, biasanya juga udah mau masuk baru loe dateng," ujar nya terkekeh.


"Mita lama banget sih loe, gue nungguin loe dari tadi," ujarnya.


"Emang kenapa sih?" ucap nya heran.


"Yuk masuk loe harus liat, apa yang di lakuin kakak kelas kita," ujarnya, menyeret Mita masuk ternyata sudah banyak orang berkumpul di sana.


"Minggir minggir," ucap Ifa, sedangkan Mita masih bingung Dia hanya diam saja.


Mita pun akhirnya bisa melihat jelas apa yang ada di sana, seikat balon berwarna pink dan juga beberapa mawar merah yang ada di sana, tak lupa sebuah tulisan yang membuat Mita menutup mulut nya.


"Apa-apaan ini, siapa yang buat ini semua?" gumannya.


"Mita akhirnya kamu sampai juga, aku sudah menunggu mu dari tadi," ucap laki-laki itu.


Mita pun menoleh, sungguh Dia ingin sekali berlari dari sana.


"Kak Romi, apa yang kakak lakukan?" ujar nya, mereka memang kenal tapi tidak sedekat itu.


Sedangkan Ifa sibuk memidio dan mengirimnya pada Adit.


Adit yang baru saja sampai di kampusnya, bergegas memutar balik dan pergi ke kampus Ifa yang tidak jauh dari sana hanya 10 menit Adit waktu yang harus di tempuh.


Sedangkan Mita bingung harus bagaimana, Dia takut membuat kakak seniornya itu sakit hati, namun Dia juga tidak menyukainya karna Romi terkenal sering gonta ganti wanita.


"Ayo jawab kamu gak usah ragu" ujarnya.


"Terima. .


"Terima...


Riuh suara para mahasiswa yang menyaksikannya.


Sedangkan Ifa gelisah menunggu Adit di depan kampus.


"Lama banget sih loe, ayo cepetan sebelum Mita nerima Kak Romi," ujarnya, Dia pun menarik Adit dan berlari masuk ke dalam.

__ADS_1


Terdengar suara riuh, membuat Adit menerobos kerumunan.


"Ayo Mita terima," ujar salah satu temannya.


"Aku.... " belum sempat Dia menjawab,Adit langsung menarik Mita dari sana dan memeluknya erat.


"Maaf, Mita adalah tunangan saya," ujarnya membuat semua orang melongo, termasuk Romi, Dia langsung berdiri dan menginjak Mawar merah itu.


Sedangkan Ifa mengusap dadanya lega, akhirnya mereka datang tepat waktu.


Di sisi lain, Mita masih dalam pelukan Adit, ingin melepaskannya namun Adit malah makin erat mendekapnya.


"Sorry bro gue kira Mita gak punya cowok, soalnya gue belum pernah liat Dia sama siapa pun selama kuliah di sini," jawabnya, sungguh Romi pun hanya bisa menahan malu.


Adit pun tidak bisa menjawab, Dia tidak tahu alasan apa yang akan di katakannya pada Romi, sehingga Mita yang menjawab setelah melepas pelukan Adit.


"Saya yang melarang nya datang ke kampus, karna Dia sama sibuknya dengan saya," Ujarnya membuat Adit lega.


" Maafkan saya kak Dan untuk semuanya saya minta maaf atas kesalah pahaman ini, saya dekat dengan Kak Romi hanya sebagai teman biasa seperti saya dengan yang lain," ujarnya.


Para mahasiswa pun membubarkan diri, termasuk juga Romi dan kedua temannya.


Tinggalah Mita dan Adit di sana, sedangkan Ifa juga ikut meninggalkan mereka.


Suasana canggung pun terasa, Mita juga merasa heran kenapa Adit bisa ada di sana.


"Maaf sudah lancang, aku hanya di kasih tau Ifa agar membantumu," alasannya.


"Terimakasih banyak," jawabnya tersenyum kaku.


Adit pun langsung pamit karna ada kuliah pagi ini.


"Ya sudah aku langsung cabut ya,"


"Iya, hati-hati di jalan,"


Adit pun pergi meninggalkan Mita sendiri, lantas Mita pun berjalan ke dalam kelas nya.

__ADS_1


__ADS_2