
Mereka pun sama Diam nya tak ada yang memulai pembicaraan.
"Apa yang mau kalian jelasin ke Gue? apa yang kalian sembunyiin?" tanya Zahra.
"Ra kamu tenang ya semua hanya salah paham," kilah Sandy.
"Diam loe brengsek, dasar laki -laki tak tau diri, mau gue tambah satu tamparan lagi biar pipi loe biar adil iya," ucap Ifa amarah nya semakin di ubun-ubun , Zahra pun meneliti wajah Sandy yang terlihat lebam.
"Ayo jelasin ke Gue, kalo gak gue gak mau ketemu lagi dengan kalian," ucap Zahra.
Ifa pun menyerahkan ponselnya kepada Zahra, dari mulai video percakapan Sandy tadi pagi sampai kemesraan mereka barusan.
"Itu gak bener Ra, aku minta maaf atas semua kesalahan aku," kilah Sandy.
"Gue emang manja dan gue akuin itu, makasih buat semuanya, dan loe urus cewek itu jangan pernah ganggu hidup gue lagi," Ucap Zahra berdiri membawa tas nya dan berlari dari sana meninggalkan mereka semua.
"Puas loe hancurin hati Zahra," ucap Mita berlari mengejar Zahra di susul Ifa.
Sedangkan Zahra sudah pergi dari sana, mengendarai mobil nya.
"Kita susul ke rumah nya," ujar Mita dan Ifa pun mengangguk, mereka mengendarai mobil masing-masing.
"Semoga kamu gak ngelakuin hal yang tidak-tidak," guman Mita melajukan mobilnya kencang.
Mereka pun sampai di kediaman Zahra, rumah yang di jaga ketat oleh Security, dan beberapa penjaga di sana.
Namun Zahra tidak ada di sana."Kemana Dia? ponselnya juga gak aktip," ucap Mita khawatir.
"Kita tunggu di sini saja," ajak Ifa duduk di kursi depan rumah Zahra, setelah memarkirkan mobilnya.
Mereka pun menunggu di sana sudah berjam-jam namun Zahra belum juga datang.
"Kira-kira kemana ya Rara ko belum pulang juga," ujar Mita melirik jam tangan nya sudah mulai sore.
"Gak tau gue khawatir banget, semoga Dia gak ngelakuin yang tidak-tidak," jawab Ifa sama cemas nya.
Mereka pun menunggu hingga akhirnya Zahra pun datang.
"Hay kalian di sini kok gak masuk?" ujar Zahra keluar dari mobilnya.
"Lo dari mana aja Ra?" ucap Mita segera memeluk sahabatnya itu.
"Iya loe bikin kita takut, loe gak kenapa-napa kan?" ucap Ifa.
__ADS_1
Dan Zahra pun menggelengkan kepalanya dan segera mengajak mereka masuk ke dalam rumah.
"Ayo masuk, gue bawa sesuatu nih," Ucapnya mereka pun penasaran dengan apa yang Zahra bawa.
"Ya Tuhan loe gila atau apa bawa belanjaan banyak banget kaya mau hajatan aja," ucap Ifa melihat bagasi mobil Zahra yang penuh dengan makanan ringan dan buah-buahan.
"Ya begitulah kalo gue kesel pasti ujung-ujung nya keluar duit banyak," jawab Zahra, sedangkan Mita hanya menggelengkan kepalanya.
Dia bersyukur sahabatnya itu baik-baik saja, setelah berbincang mereka pun pulang dari rumah Zahra.
Mita sampai di rumah hampir gelap, sudah ada orang tuanya yang menunggu.
"Sayang kamu dari mana, ko baru pulang?" tanya Mamanya.
"Maaf Ma, Mita tadi dari rumah Zahra," jawabnya.
"Ya sudah kamu mandi sana nanti kita makan malam bersama," ucap Mama dan Mita pun mengangguk.
Setelah mandi Mita pun bergabung dengan orang tuanya, di meja makan.
"Mita kami harus ke Turki nanti malam, karna paman kamu kecelakaan apa kamu mau ikut?" tanya Pa Ali.
"Paman kenapa?" tanya Mita.
"Mita gak bisa ikut Pah, kan Mita baru saja pindah kuliah banyak mata kuliah yang harus Mita selesaikan, apalagi kita gak tau berapa lama di sana," jawabnya.
"Kamu benar nak, Mama sudah bilang ke tante Ami agar menemanimu di sini selama kami pergi, besok pagi Ami kesini," ujar Mama.
"Syukurlah kalo begitu, Mita jadi tidak kesepian lagi," jawabnya.
Setelah selesai makan mereka pun pamit, dan Mita pun ke kamarnya untuk tidur.
"Mama, Papa bangun jangan tinggalin Mita, bangun.. ayo bangun," teriaknya histeris.
"Mita sabar sayang jangan begini nak," ucap tante Ami memeluk keponakan nya itu.
"Mama sama Papa baik -baik saja kan, mereka baik-baik saja kan?" ucapnya sambil menangis.
"Tidak... "teriaknya.
Dia pun terbangun dalam tidurnya dengan keringat membasahi badan, Dia melirik masih jam 3 pagi, ternyata Dia terlalu pulas tertidur sehingga sampai mimpi buruk seperti itu.
"Ya Tuhan untung cuma mimpi, Semoga saja mereka baik-baik saja," ujarnya Dia pun menyalakan lampu dan ke kamar mandi.
__ADS_1
"Apa aku terlalu kepikiran ya sama omongan Mama tentang Paman yang kecelakaan sehingga aku terbawa mimpi," ujarnya.
Mita malam membuka leptop nya mempelajari mata kuliah yang akan di sampaikan ,hari ini Dia masuk kuliah pagi.
"Kenapa mimpi tadi terasa nyata sekali, semoga saja Mama sama Papa baik-baik saja," gumannya.
Tak terasa hari pun sudah mulai siang, ternyata Mita tak sempat tertidur lagi ,Dia pun mandi dan bersiap pergi kuliah.
Tok.. tok.. tokk...
Suara pintu kamar di ketuk menyadarkan Mita dari lamunannya,Dia bercermin sambil melamun.
"Non Mita bangun sudah siang," teriak Bibi di depan pintu kamar, Mita pun bergegas membuka pintu kamarnya.
"Pagi Bibi, Mita sudah bangun kok," jawabnya tersenyum.
"Syukurlah kalo begitu, Den Adit sudah menunggu di bawah, maaf Bibi bangun kesiangan jadi telat bangunin nya," ucap Bibi.
"Tidak apa-apa bi, Bilang ke Adit tunggu bentar, Mita ambil tas dulu nanti langsung turun," ucapnya.
"Baiklah kalo begitu, Bibi permisi," Bibi pun meminggalkan Mita sendiri.
Setelah siap Mita pun turun menghampiri Adit yang sedang duduk di ruang tamu.
"Maaf menunggu lama," ujar Mita tidak enak.
"Tidak apa-apa masih pagi juga," ucap Adit.
Ternyata benar baru juga jam 6.30 , Mita pun mengajak Adit sarapan terlebih dahulu karna kuliahnya masuk jam 8 pagi masih ada waktu pikirnya apalagi Adit membawa motor tidak sampai 10 menit perjalanan mereka sampai ke kampus.
"Ayo sarapan dulu kalo begitu," ajak Mita.
Adit pun mengikutinya sampai di ruang makan.
"Kita sarapan ini aja ya sepertinya Bibi belum masak," ucapnya mengeluarkan beberapa lembar roti dan Adit pun mengangguk.
Mita pun dengan telaten mengoles selai dalam roti itu dan menyerahkan nya pada Adit.
"Minum nya apa susu atau kopi," tanya Mita.
"Kopi susu saja," jawabnya.
Mita pun menyiapkan sesuai keinginan Adit, seperti istri yang melayani suami itu yang ada di pikiran Mita, dan Adit pun tersenyum bisa mendapatkan calon istri seperti Mita, walau pun terlahir sebagai anak orang kaya namun Mita sangat berbeda Dia tidak manja seperti yang lainnya.
__ADS_1