
Sepenggal kata ingin ku ucapkan padamu wahai pemilik hati"Janganlah menyakiti yang mencintaimu karena ketika kesabarannya hilang ia takkan pernah kembali padamu walaupun kamu menangis air mata darah sekalipun,ingatlah bahwa penyesalan selalu datang dari belakang...Ketika kamu menyadari apa ya g telah terjadi semuanya telah hilang."(Author)
♡○
Maafkan aku tetapi aku tak bisa membiarkan kalian seperti ini terus,aku akan mencoba beberapa cara agar kalian secepatnya di sahkan.
Adrian masih saja berbicara sendiri ia seakan bisa merasakan apa yang dialami oleh Leonard,sehingga ia berniat untuk membantu mereka agar secepatnya mereka disahkan.
Ia masih juga menyesali apa yang telah dilakukan oleh Albert beberapa waktu lalu terhadap adiknya.
Sebenarnya ia tak menerima perlakuan Albert tetapi mau bagaimana lagi,Albert benar benar tak mau mengakui Kirana sebagai anaknya.
Adrian sangat menyesalkan itu karena ia bertemu adiknya di saat adiknya telah menjalin hubungan serius dengan pria seperti Albert.
Tapi aku yakin mereka akan segera berbahagia,aku menyesal karena belum menjadi kakak yang baik untuk adikku satu satunya.
Dengan langkah gontai ia menuju Erlyen dan Ditta yang sedang berkemas kemas barang bawaan mereka.
"Bagaimana Dek,apa semuanya sudah siap?"Tanya Adrian pada Erlyen dan Ditta.
"Nyaris rampung Kak,nih masih mwlipat selimut kakak berat banget kenapa sih harus bawa selimut yang beratnya membuatku nyaris pingsan?"Protes Ditta pada Adrian.
"Tak apa lah kamu harus latihan Ditt?"Ucap Erlyen pada Ditta.
"Latihan apa Lyen jangan gantung kalimatmu biar aku gak pusing mikir setiap ucapanmu."Ujar Ditta sambil menjewer telinga sahabatnya itu.
"Hahaha aku tahu kamu pasti akan marah jika aku mengatakannya."Jawab Erlyen enteng.
"Mau tahu jawabann?"Erlyen mengulangi pertanyaannya.
"Mau dong...malah mau banget...!!"Jawab Ditta penasaran.
"Kamu kebelet kawin ya Ditt,maksa banget sih?"Ucap Erlyen sambil menjauh dari Ditta.
"Kamu ini Lyen jahil amat,jaga omonganmu."Ucap Ditta gemas.
"Kamu harus banyak latihan biar bisa menggendong kakakku saat malam pertama kalian nanti...hehehe."Ucap Erlyen sambil berlari ke arah Adrian dan bersembunyi di balik punggung pria tampan itu.
"Kakak...!!"Ucap Erlyen sambil memeluk erat pinggang Adrian yang kala itu sedang membongkar tenda.
__ADS_1
"Iya sayang ada apa?"Tanya Adrian sambil melepaskan kayu yang baru saja ia bongkar.
"Kak tuh Ditta calon isterimu lagi ngamuk."Ucap Erlyen sambil menyembunyikan wajahnya di ketiak Adrian.
"Gak apa apalah Dek kalian berdua harus belajar saling menerima dan saling sayang sayangan karena sebentar lagi kalian akan segera menjadi adik dan kakak ipar."Ucap Adrian sambil mengusap kepala sang adik.
"Iya juga sih hmm,Erlyen punya ide yang sangat cemerlang."Ucap Erlyen sambil goyang goyang kepalanya.
"Karena Ditta bakal jadi kakak iparku aku akan mengerjainya setiap hari biar tau rasa dia,kakak iparku aku akan membuatmu sakit."Ucap Erlyen sambil tersenyum penuh makna.
"Dek,ngomong apa tadi?"Tak sengaja Kak Adrian mendengar ucapan Erlyen membuat Kak Adrian tersenyum dan sengaja mengerjai sang adik yang sudah mulai kelihatan berbahagia itu.
"Kak,maafkan Erlyen ..."Ujar sang adik sambil memelas.
"Iya gak apa apa kakak kan hanya kaget aja dengan ucapan ade tadi."Ucap Adrian.
"Tapi gak apa apa kalau mau kerjain kakak kasih ijin karena kita belum tahu apalah temanmu itu bisa diandalkan atau tidak."Ucap Adrian sambil tersenyum dan mengecup kening sang adik.
"Ayo cepat kita harus segera pulang sebelum matahari semakin tinggi."Ucap Leonard tiba tiba muncul dari arah depan sambil memikul barang barang bawaan mereka.
"Hmm inilah saatnya aku mengerjai iparku."Erlyen tersenyum penuh arti.
**
Tetapi di tengah perjalanan Erlyen mengeluh sakit perut yang tak tertahankan sehingga calon kakak iparnya yang membawakan barang barang bawaannya itu.
"Maaf sobatku aku mengerjai kamu."Gumam Erlyen dalam hati sambil tersenyum penuh arti.
"Dek kalau perutnya sakit banget kita istirahat sebentar ya buat kamu gak kesakitan di jalan nanti."Ucap Kak adrian penuh perhatian dan kasih sayang.
"Tak apa apa Kak,Erlyen kuat kok..."Jawab Erlyen sambil tersenyum penuh kemenangan karena ia sempat melihat calon kakak iparnya memakai tisue mengelap keringatnya yang sebesar butiran jagung.
"Ini adalah ujian untukmh sob,biar kamu lebih kuat lagi dalam menjalani hubungan dengan kakakku."Bisik Erlyen dalan hati.
Akhirnya mereka pun tiba di tempat dimana mobil mereka di parkirkan.
**
"Bagaimana Dek,apa adek tak apa apa?"Tanya Kak Adrian sambil mendekati adiknya dan mengelus kepalanya.
__ADS_1
"Iya Kak sudah mendingan."Jawabnya sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Ayo masuk dalam mobil biar kita segera berangkat."Ucap Leonard sambil membuka pintu mobil dan menggendong Erlyen secara tiba tiba dan mendudukkannya di atas kursi depan.
"Aku yang mengemudi saja Leo."Pinta Adrian tetapi di tolak oleh Leonard.
"Nggak apa apa Kakak istirahat aja dulu kita gantian nyetirnya ya?"Ujar Leonard sambil tersenyum.
"Baiklah adik iparku."Jawab Adrian sambil tersenyum.
Dan ketika mobil sedang melaju,Erlyen mengeluh sakit perutnya betulan dan ia juga merasa mual karena masuk angin.
"Leo,aku ingin muntah rasanya mual banget nih."Ucap Erlyen sambil menutup mulutnya dan berusaha agar tak muntah dihadapan orang yang dicintainya.
"Baiklah kita istirahat ya sayangku."Ucap Leonard sambil memarkir mobilnya.
Mereka semua pun turun di pinggiran sawah itu dan menunggu Erlyen mengeluarkan semua sisa kalori dan makanan yang tersimpan di lambungnya itu.
Setelah merasa lega ia pun berniat untuk mencuci mukanya di saluran air sawah yang sangat segar itu.
Ketika hendak mengambil air dengan tangannya ia tak sengaja melihat seekor ular yang sangat besar sedang melilit seekor tikus dan kelinci ia pun berteriak histeris dan pingsan di tempat membuat Leonard berlari dengan cepatnya menghampiri Erlyen yang sedang terjatuh diatas hamparan rumput hijau itu.
"Kamu kenapa sayang?"Ucap Leonard sambil memeluk erat tubuh wanita yang dikasihinya itu.
"Kamu kenapa sayang?"Adrian pun mengguncang guncang bahu sang adik tapi tak ada jawaban.
Adrian pun menuju ke tempat di mana Erlyen berteriak tadi dan disana ia melihat apa yang dilihat oleh Erlyen sehingga ia pun mengambil sebuah batu yang cukup besar dan melemparkan tepat diatas kepala sang ular sehingga ular itu tak bisa berbuat apa apa dan ia pun melepaskan kedua ekor binatang tak berdosa itu dan dibiarkan mereka kabur. Sedangkan kepala ular itu masih tertindih oleh batu besar itu.
"Asal kamu tahu gara gara kamu adik aku pingsan."Ucap Adrian sambil tersenyum jahat dan kembali ke tempat dimana Erlyen di baringkan.
**☆°☆°☆°☆°☆°☆°
TBC
to be continued
bersambung ya guys
jangan lupa like,komentar dan vote ya?
__ADS_1
follow akun Author @Chreschya Kehi
langsung di follow back oleh Author.