Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#47


__ADS_3

Adit mengantarkan Mita pulang dengan motornya.


Kini mereka sudah sampai di depan rumah. Adit pun masuk dan berbincang dulu dengan orang tua Mita.


Sedangkan Mita ke kamar untuk membersihkan diri terlebih dulu.


"Adit kami ada acara di luar kami titip Mita ya," ucap Pa Ali sudah rapi dengan Jas hitamnya begitu pun Bu Fatma sepertinya mereka mau pergi kondangan.


"Baiklah, Om, tante, hati-hati di jalan," ucap Adit mencium tangan mereka.


Mereka pun pergi, Adit memaikan ponselnya menunggu Mita.


"Loh mana Mama sama Papa?" tanya Mita yang melihat Adit hanya sendiri.


"Udah pergi kamu sih lama banget mandinya, " Ucap nya sambil tersenyum.


"Maaf ya, ayo kita makan kamu laper kan?" Ucap nya mengajak Adit ke ruang makan.


"Mau makan apa? takut nya kamu gak suka masakan-masakan ini?" Tanya Mita.


"Aku suka kok makanan apa pun satu yang aku gak suka yaitu pisang," ucapnya dan Mita pun mengangguk.


"Baiklah kalo begitu," Mita pun mengambilkan nasi untuk Adit lalu untuknya.


"Makasih sayang kamu memang calon istri terbaik," ujarnya, Mita pun hanya tersenyum.


"Hari ini mau jalan kemana? aku siap antar kamu," ucap Adit sambil mengunyah makanannya.


"Gak tau aku malas kemana-mana," ujarnya.


"Ya sudah aku temenin kamu di rumah sampe orang tuamu kembali," ucapnya.


"Emang aku anak kecil, biasanya juga aku sendiri di rumah," jawab nya.


"Aku kan di amanatin sama mereka agar jaga kamu," ujarnya.


"Iya tapi gak kaya beby siter juga kali," ucap Mita terkekeh.


"Ya anggap saja begitu, dan kamu harus terbiasa," ucapnya, Mita pun mau tak mau harus menuruti nya.


Setelah makan mereka berbincang di dekat kolam renang.


"Renang yuk mungpung bagus cuacanya," ujar Adit.


"Enggah ah aku udah mandi," jawabnya.


"Sayang aku boleh tanya sesuatu gak?" tanya Mita.

__ADS_1


Mita penasaran dengan apa yang Ifa katakan Dia akan tanya kan kepada Adit.


"Mau tanya tentang apa?"


Adit pun memperhatikan Mita dari samping, Mita tampak serius melihat lurus ke kolam renang.


"Apa kamu tahu kalo Sandy punya wanita lain di luar sana?" tanya Mita.


"Maksud kamu apa? bukannya Sandy sangat bucin sekali sama Zahra?" ujarnya.


Adit tidak tau menahu tentang masalah ini, walaupun berteman dekat tapi Dia tidak pernah mencampuri urusan pribadi sahabat sahabatnya, yang Dia tahu mereka saling cinta.


"Aku gak tau itu benar atau enggak, tapi Ifa yang liat kalo Sandy sama cewek lain," ucap nya berkaca-kaca.


"Sudahlah kamu jangan pikirkan semua akan baik-baik saja, aku akan cari tahu apa yang terjadi," ucap Adit mengelus rambut Mita.


Adit pun memutuskan untuk pulang karna Mita menolak di temani nya.


Mita sendiri berada di kamarnya setelah mengantar Adit ke depan rumah.


"Hallo Fot kenapa?" tanya Mita saat mengangkat ponselnya yang berdering.


"Sini gue di Mall A, cepetan ada yang mau gue tunjukin," ujarnya di sebrang sana.


" Oke tunggu bentar gue langsung ke sana," jawabnya.


Untung saja jalanan lancar sehingga tak sampai 10 menit Mita sudah sampai di tempat yang Ifa sebutkan tadi.


"Diman sih Dia?" gumannya mengirim chat pada Ifa.


Ifa pun memberi tahukan tempat nya dengan mengirim poto.


Mita pun berjalan ke lantai 3 ke tempat yang Ifa maksud.


"Fa..., " Ujarnya menepuk pundak Ifa pelan.


Ifa pun menoleh tersenyum. "Cepet banget loe datang, sini ada yang mau gue tunjukin," ucap Ifa.


Mereka pun berjalan ke sebuah toko baju laki-laki, di sana ada Sandy dan juga Zahra sedang memilih beberapa dasi dan juga kemeja.


"Kenapa, emang ada yang aneh sama mereka?" tanya Mita.


"Kita liat siapa yang akan bayar," ucap Ifa tersenyum tipis.


Mereka pun ikut memilih-milih agar tidak ada yang curiga, untung saja Mita selalu membawa maskes saat main keluar rumah.


Dan benar saja apa yang Ifa katakan, Zahra yang membayar semuanya, Mereka pun keluar setelah melihat itu.

__ADS_1


"Loe lihat kan apa yang gue katakan itu bener, gua udah felling nih selama ini Sandy hanya memanfaatkan Zahra doang," ucap Ifa.


"Mana mungkin lah, bukannya Sandy juga anak orang kaya gue tahu Bapanya kalo gak salah kerja di perusahaan besar," ucap Mita.


"Loe gak tau aja Bapaknya itu udah di penjara Gara-gara korupsi," ucap Ifa.


"Loe jangan ngomong yang enggak-enggak dong Fot," ujar Mita tak percaya.


"Gue bawa majalah yang memuat berita itu,nih loe liat sendiri gue gak sengaja liat itu karna gue niat nya baca artikel pertunangan kalian eh pas gue balik di sebelahnya ada Bapanya Sandy," ucap Ifa.


Mita pun segera membaca apa yang Ifa maksud, sekarang Dia mengerti kenapa Sandy jadi begitu.


"Nah wanita yang gue liat sama Sandy itu ternyata anak pengusaha kaya sama seperti Zahra, Wanita itu rela jadi selingkuhan Sandy karna Dia sangat mencintai Sandy,"


"Kasian ya Rara, kenapa sih harus pacaran sama cowok kaya gitu gue jadi kesel," ucap Mita.


"Loe akan lebih kesal lagi kalo liat ini," ucap Ifa.


Mereka memperhatikan Sandy yang izin ke toilet, meninggalkan Zahra di meja resto yang ada di sana.


"Kita ikutin Dia," ujar Ifa.


"Ngapain sih ikutin Sandy gak jelas bangey, orang Dia mau ke toilet," ucap Mita.


"Diem ikutin gue," Mau tak mau Mita pun nurut saja.


Benar sekali Sandy bukannya ke Toilet malah masuk ke toko jam tangan terkenal di sana.


"Itu Sandy ngapain di sana? sama cewek," ujar Mita.


"Nah ini yang mau gue tunjukin dari tadi sama loe, Sandy tadi ke sini berdua sama wanita itu terus tiba-tiba Zahra datang dan Sandy terpaksa jalan sama Zahra, Dia bilang itu sepupunya ke Zahra," ucap Ifa.


"Yang bener aja, gue makin kesel, ayo labrak mereka," ucap Mita terbawa emosi.


"Diem kita perhatiin dulu dan gue udah rekam semuanya, tinggal tunjukin aja ke Zahra nanti," Ucap Ifa.


Mereka pun memperhatikan gerak-gerik Sandy dan wanita itu setelah itu Sandy kembali ke tempat Zahra, mereka akan makan siang bersama.


Namun saat minuman datang , Mita yang sudah kesal langsung menyiramkan minuman itu ke wajah Sandy.


"Mita apa-apain sih kamu," ucap Zahra mengambil Tisu dari tasnya dan mengusap wajah Sandy yang basah.


Sedang kan Sandy melihat Mita bingung, dan tak lama kemudian Ifa datang bersama wanita itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi? ko kalian ada di sini," tanya Zahra .


"Gue atau loe yang jelasin," ujar Ifa menahan tangan wanita itu, sedangkan Sandy melotot tak percaya.

__ADS_1


Apa yang akan akan terjadi antara mereka??


__ADS_2