Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
Pria itu bernama Reagan


__ADS_3

Busway melaju dengan sangat cepat seperti kereta api ekspres,menembus jalanan hang super macet itu.


Erlyen duduk sambil melihat keluar jendela,melihat hiruk pikuknya kota itu sambil tersenyum.


Tiga puluh menit kemudian busway mendarat dengan sempurna di sebuah halte dekat mall terbesar di kota itu.


Tanpa berkata sepatah kata pun Erlyen langsung turun dari busway itu dengan langkah cepat.


Ia berusaha menghindari tatapan pria asing dan aneh itu.


"Aku harus segera masuk ke mall itu agar aku tak berpapasan lagi dengan pria itu lagi."Erlyen pun melangkah dengan cepat dan berjalan menyeberang ke arah traffic light.


Tak berapa lama kemudian ia pun sudah berada tepat di depan Mall besar itu dimana semua orang serba couple berjalan menuju ke dalam pusat perbelanjaan itu.


Ia berlari kesana kemari sambil berjingkrak jingkrak penuh rasa bahagia karena akhirnya ia diijinkan oleh Leonard untuk pergi sendiri tanpa ada bodyguard walaupun tanpa sepengetahuan ia mengira ia sendirian tetapi tetap saja Leonard mengirimkan bodyguard bayangan untuk melindunginya.


Sstelah sekian lama akhirnya ia kembali semangat dan merasa bahagia tiada duanya karena hari ini ia benar benar merdeka tanpa beban.


Berjalan seorang saja tanpa ada yang mengawasinya dan ia merasa sangat bahagia bercampur syukur karena kebebasannya hari ini.


**


Di manakah wanita itu?


Seorang pria tampan berwajah indo asli sedang melirik kesana kemari entah apa yang ia cari mungkin sesuatu yang sangat berharga sehingga membuatnya seperti bingung.


Pria itu masih saja mencari dan mencari...


"Sial..!!"


"Dimana dan kemana wanita itu bisa bisanya dia pergi dengan sangat cepat?"Gumam pria itu sambil melirik lirik ke segala penjuru pusat perbelanjaan terbesar itu.


"Apa mungkin dia pergi ke lain tempat?"Gumamnya lagi.


"Ah sudahlah mendingan aku pergi saja ke tempat lain mungkin saja wanita itu berada di luar sana."


Pria itu pun berjalan ke arah tangga eskalator menuju ke lantai bawah.


Ketika ia berada di lantai bawah tanpa ia sadari ekor matanya menatap ke atas dan melihat wanita itu sedang berjalan sambil memegang sebuah tas belanjaan,dan dengan sigap ia pun melompat ke sebelahnya dimana tangga berjalan itu menuju ke atas.


"Kamu takkan mungkin hilang dari pandanganku lagi."Ucap Pria itu dengan tegas pada dirinya sendiri.


"Tapi,siapa aku?Kenapa aku begitu sangat ingin mengejar wanita itu?"Bisiknya dalam hati.


Masih dengan langkah panjang dan lebar ia pun mendekati Erlyen yang sedang melihat lihat gaun yang terpampang di depannya itu tetapi tidak langsung mendekatinya,ia masih bersembunyi dan menjaga jarak dari Erlyen,ia takut Erlyen kaget dan menuduhnya yang bukan bukan.


"Wow...cantiknya gaun ini!"Ucap Erlyen sambil mencoba memegangi gaun tersebut tetapi tiba tiba di tepis oleh sebuah tangan wanita.


"Ini punyaku aku sudah melihatnya duluan."Ucap wanita itu sambil mendorong Erlyen hingga nyaris terjungkal ke belakang.

__ADS_1


"Yang sopan dikit dong,emang apa salahnya kalau aku memegang gaun itu?"Ucap Erlyen membela diri.


"Jelas jelas gaun itu milikku kamu tak boleh memegangnya."Ucap wanita itu sinis.


"Satpam...!! Usir wanita ini."Panggil Wanita itu sambil menunjukkan tangannya ke wajah Erlyen.


Erlyen pun tak ingin ada masalah ia pun pergi dari situ dan hendak ke tempat lain lagi tapi tiba tiba seseorang dengan tangan yang sangat kekar mencengkeram lengannya dan berkata "Mau kemana kamu wanita cantik?"Ucap pria itu sambil melototkan matanya.


Erlyen pun mencoba berbalik tapi tak bisa bergerak ia seakan tercekik dan tak bisa bergerak.


"Siapa kamu... tolong lepaskan aku!"Ucap Erlyen terbata bata,tapi tak dilepaskan oleh tangan kekar itu.


"Berani sekali kamu mengganggu nona mudaku?"Ucap pria bertubuh besar dan berjambang tebal itu dengan tetap mencengkeram kuat lengan Erlyen dari arah belakang.


Seorang pria tampan nan gagah mendengar kasak kusuk di sebelah dekat gaun gaun itu dan langsung masuk ke sana dan betapa terkejutnya ia melihat wanita yang ia kejar tadi di sandera oleh pria berjambang tebal itu,dan tanpa menunggu lama ia pun menendang kepala pria itu hingga cengkeramannya terlepas dan Erlyen pun nyaris terjungkal untungnya pria itu langsung menangkapnya dan mendekapnya dengan sangat erat hingga Erlyen selamat dan tidak sampai jatuh ke lantai.


Pria berjambang tebal itu sangat kaget karena di pukul secara tiba tiba dan membuatnya tidak bisa berbuat apa apa selain mengadu kesakitan.


Pria tampan itu pun membantu Erlyen berdiri di dekat tembok itu agar terhindar dari perkelahian antara ia dan pria berjambang tebal itu.


"Kamu aman disini aku akan memberi pelajaran pada pria itu agar bisa lebih menghargai wanita."Ucap pria tampan itu pada Erlyen.


"Siapa kamu?"Ucap pria berjambang tebal itu sambil mencoba berdiri tetapi langsung di hajar lagi oleh pria tampan itu sampai terpelanting ke belakang sehingga membuat gaun gaun di sana sobek sebagian.


"Pelayan!! Hitung semua kerugian aku akan membayarnya."Ucap proa tampan itu.


Sambil menghela nafas panjang pria itu pun berkata,"Siapa aku tak perlu kamu tahu."Ucap pria itu lagi dan kembali memberikan sebuah tinju di bagian perut pria berjambang tebal itu hingga terhuyung huyung dan pria itu pun langsung kabur tanpa a i u e o.


"Ini sudah kewajiban saya."Ucap pria itu sambil mengulas senyuman penuh misteri.


"Saya traktir makan ya sebagai ucapan terima kasih saya pada anda."Ajak Erlyen pada pria itu.


"Maaf saya tidak bisa menerima tawaran anda Nona."Ucap pria tampan itu sengaja mengulur waktu agar ia bisa melihat senyum manis dari bibir merah ranum milik Erlyen.


"Bagaimana saya harus berterima kasih pada anda?"Ucap Erlyen lagi dan seketika khayalan pria itu buyar.


"Eh...iya tadi anda bilang apa?"Ucap pria itu gugup karena tak konsentrasi saat Erlyen berbicara padanya.


"Sebagai ucapan terima kasih,saya traktir kamu makan."Ucap Erlyen lagi.


"Apa anda lapar Nona?"Ucap Pria itu membuat Erlyen menjadi bingung.


"Maksud saya saya traktir anda makan sebagai ucapan terima kasih karena sudah menolong saya tadi."Ucap Erlyen lagi pada pria itu yang masih menatap wajah Erlyen dengan tatapan kagum.


"Maaf Nona apa anda berbicara denganku?"Pria itu masih bingung karena ia telah masuk ke dalam khayalannya sendiri.


"Baiklah karena anda tak mau mau saya traktir saya ucapkan terima kasih karena sudah membantu saya."Ucap Erlyen sambil mengulas sebuah senyuman manis membuat pria itu nyaris pingsan melihat senyuman itu.


"Ehm...tunggu dulu."Ucap pria itu lagi.

__ADS_1


"Ada apa Tuan?"Tanya Erlyen sopan lada pria itu.


"Perkenalkan namaku Reagan!"Ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya pada Erlyen.


"Ooo,baiklah kalau begitu."Ucap Erlyen sambil tersenyum dan membalas uluran tangan pria itu tanpa menyebut namanya.


"Maaf saya harus pulang!!"Ucap Erlyen tanpa memperkenalkan namanya sehingga membuat pria itu tak tahan untuk bertanya lagi.


"Maaf by the way boleh tahu nama anda Nona?"Tanya pria itu lagi.


"Oo nama saya? Maaf saya lupa."Ucap Erlyen lagi tanpa menyebut namanya sehingga pria itu bertambah bingung dan bertanya dalam hati "Apa benar gadis secantik ini lupa dengan namanya?Apa dia lupa ingatan?"Gumam pria itu dalam hati.


"Maaf boleh tahu nama anda Nona?"Tanya lagi pria itu pada Erlyen.


"Nama saya Erlyen."Jawab Jawab Erlyen sambil tersenyum dan senyumannya itu menghipnotis pria itu sampai pria itu tersenyum penuh rasa gembira sehingga ketika Erlyen pamit ia tak menghiraukannya dan bahkan Erlyen nyaris menghilang dari hadapannya pun ia tetap tersenyum dengan tatapan kosong seperti orang yang terhipnotis dan tetap menggenggam erat tangan Erlyen sampai Erlyen berdehem baru ia pun sadar dari lamunannya.


Ia pun melepaskan tangan lembut Erlyen karena ia tak mau membuat Erlyen tak nyaman dengan dirinya.


"Bagaimana Tuan,apa saya sudah boleh pergi?"Ucap Erlyen sambil tersenyum manis lagi membuat jantung Reagan nyaris copot dengan senyuman indah itu.


"Oh,eh maaf apa boleh saya menemani anda berbelanja?"Tanya Pria yang tak lain bernama Reagan itu pada Erlyen.


"Maaf ya Tuan saya ingin sendiri saja dan tak mau di kawal oleh siapa pun."Tolak Erlyen halus.


"Oo begitu ya baiklah saya tidak memaksa anda Nona,tapi tolong jangan panggil aku dengan sebutan Tuan tapi Reagan saja jangan pakai Tuan muda karena aku bukan Tuan anda Nona Erlyen."Ucap Reagan dengan nada sedikit keras karena merasa ia ditolak oleh Erlyen untuk menemaninya berjalan jalan di sekitar pusat perbelanjaan itu.


Erlyen pun malas tahu dengan keadaan hatinya Reagan dan ia pun memilih untuk pergi dari hadapan Reagan dan tak lupa ia pamit pada Reagan yang terlihat masih dongkol dengan penolakan Erlyen tadi.


"See you next time Reagan...!!"Ucap Erlyen sambil berlalu dari hadapan Reagan.


Reagan menatap kepergian Erlyen dengan sebuah senyuman terulas dengan indah di bibirnya


"Bagaimana aku bisa di tolak oleh gadis itu dengan sangat mudahnya."Ucap Reagan sambil menatap kepergian Erlyen dengan tatapan kosong.


"Erlyen...!! Nama yang bagus."Ucap Reagan sambil tersenyum dan melangkah pergi.


Rasanya pengèn sekali ia menguntit kemana perginya Erlyen tapi di urungkannya karena ia berbisik pada dirinya sendiri kalau jodoh takkan kemana.


Ia pun tersenyum dan melangkah pergi ke tempat parkiran dan mencoba melirik ke kanan dan ke kiri mungkin saja Erlyen ada di sekitarnya.


Tapi,yang di cari tak nampak batang hidungnya.


"Ya semoga saja berjodoh agar aku bisa bertemu lagi dengannya."Gumam Reagan lagi dalam hati.


Ia pun menelepon seseorang untuk mengantarkan mobilnya agar ia bisa pulang dengan menggunakan mobilnya dari pada ia menumpang bis, agar ia lebih leluasa tanpa harus berdesakkan dengan para penumpang lainnya.


☆♡☆♡♡☆♡☆♡☆♡☆♡♡


To be continued guys

__ADS_1


Jangan lupa like,komentar dan votr ya guys terima kasih🥰🙏


__ADS_2