Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
#21


__ADS_3

Malam nya mereka makan malam bersama di rumah.


"Mama kira cuma boongan mau potong rambut, eh malah nyata kenapa? Biasanya gak mau kalo suruh potong?" ujar Mamanya menyelidik.


"Itu mah Dia patahati makanya depresi gitu," jawab Yoga sembil memasukan ayam goreng ke mulut nya.


"Ih apaan sih gak ko, Aa ihh diem gak," Mita pun mencubit pinggang Yoga.


"Aduh galak banget sih, anak gadis gak boleh gitu dong sayang nanti jadi jomlo tua," ujarnya terkekeh,sedangkan Mita cemberut.


"Mama tuh Aa mah bikin kesel Mita aja, sebel deh," ujarnya sedangkan orang tuanya hanya tersenyum melihat ke akraban anak-anak nya.


"Emang bener ya Mita patahati, tenang nanti Papa cariin yang baru mau gak?" bujuk Papa nya.


"Anak gadis Mama udah gede ya, udah tau patahati segala," ujar Mamanya terkekeh.


"Marahin Ma, masih kecil udah cinta-cintaan liat Aa juga masih jomlo," adunya, memang benar adanya kalo Yoga jomlo.


"Aa mah jomlo karna nunggu ka Anisa iya kan hayo ngaku," Mita masih ingat Dia tidak segaja menemuakannya, kalo Yoga menyembunyikan sebuah kotak di bawah tempat tidurnya, disana banyak sekali poto Yoga dengan seorang gadis memakai seragam SMA yang sama, gadis itu memakai hijab tersenyum manis.


"Mama ingat kalo dulu Aa pernah bawa gadis itu kemari, tapi cuma satu kali," ujar Mama nya mengingat-ngingat.


"Jadi cuma Papa dong yang gak tau gadis itu," ucap Papanya.


"Lupain aja, orang nya juga gak tau kemana, Yoga nanti cariin menantu yang cantik buat kalian," ujar nya dan mereka pun mengangguk.


Setelah selesai makan mereka pun berbincang di ruang tv, sedangkan Mita kembali ke kamar nya terlebih dulu.


Acara kelulusan pun di adakan dua hari lagi, Mita sangat gugup menunggu nya, Mita khawatir tidak bisa menjadi yang terbaik dan tidak bisa membanggakan orang tuanya.


Pagi ini Mita berkumpul di ruang makan bersama dengan yang lain.


"Papa kok uring-uringan begitu kenapa Ma, kaya nya ada yang penting," ujar Mita melihat Papanya sedang mengangkat telpon.

__ADS_1


"Mama juga gak tau mungkin masalah pekerjaan kali, udah jangan di pikirkan sekarang habiskan makananmu," ujar Bu Fatma memberikan satu gelas susu padanya.


Pa Ali pun menghampiri mereka dengan wajah yang pucat.


"Ada apa pak? apa ada sesuatu yang penting?" tanya Bu Fatma melihat suaminya yang tidak seperti biasanya.


"Ipek telpon Papa kalo Ibu jatuh di kamar mandi sekarang masih di tangani, sebaiknya kita ke sana sekarang," ujar nya.


"Ya sudah Mama siap-siap dulu, kalo begitu masa pake baju kerja gini," Bu Fatma pun bergegas masuk ke dalam kamar.


"Anak -anak kalian juga ganti baju, kalian harus ikut sekarang Bayu sudah siapkan tiket kita," ujar Papa nya, Dia sudah menyuruh asistennya mengurusnya.


Mita pun melirik Kakaknya dan Yoga pun mengangguk, mereka pun bergegas ganti baju dan bersiap.


Kini mereka sudah menunggu Mama nya di depan rumah.


"Loh kalian ikut juga?" Bu Fatma pun heran melihat anak-anak nya sudah siap dengan koper masing-masing.


"Ayo masukin koper kalian," ujar Pa Edi baru saja kembali dari toilet.


"Udah Mama tenang aja, Papa udah izin kepala sekolah nya dan Beliau bilang tidak apa-apa karna sekolah sudah mulai bebas," jawabnya dan Bu Fatma pun mengangguk.


"Bi, titip rumah ya, Do'akan kita selamat sampe tujuan," ujar Bu Fatma memeluk Art nya yang seperti ibunya itu.


"Iya Bu hati-hati, semoga Tuhan menjaga kalian semua," ujarnya.


setelah pamit mereka pun memasukan koper masing-masing, kini mereka pun langsung ke bandara di antar pa supir.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di Bandara, mereka pun langsung masuk setelah mendapatkan tiket dari asisten Papanya.


"Gimana kabar loe," ujar Bayu memeluk Yoga, mereka dulu sahabatan dan satu sekolah.


"Baik Bro, loe sendiri gimana?" Yoga pun tak kalah senang bertemu sahabat nya itu.

__ADS_1


"Baik juga, eh Mita udah besar sekarang," ujar Bayu, Dia tipikal yang hangat dan juga humoris sehingga sudah biasa menggoda Mita.


Bayu masih ada saudara jauh dari Mama nya Dia satu umuran dengan Yoga,sudah 4 tahun Dia menjadi asisten Papanya, karna walau pun Dia anak orang kaya Dia suka mandiri.


"Udah jangan gangguin Dia lagi datang bulan kaya nya," Bisik Yoga, karna Mita hanya diam saja tak menjawab godaan Bayu.


"Haha bisa aja loe," Bayu malah terkekeh."Ya udah gue kembali ke kantor ya ada metting soalnya," Dia pun pamit.


"Saya langsung pamit ya Pak," ujar nya Hormat dan Pa Edi pun mengangguk.


Mereka pun memasuki pesawat,dan tak berselang lama pesawat mengudara,Mita pun memejamkan matanya karna perjalanan sangat panjang sekitar 15 jam mereka mengudara menuju Istanbul.


Di sisi lain Adit sudah sampai di sekolah, Dia langsung mencari Mita ke kelasnya, namun hanya ada Ifa dan Zahra.


"Mita mana?" Tanya nya pada mereka,melihat kursi Mita masih kosong.


"Mita gak masuk katanya ada keperluan, apa Dia gak kasih tau loe?" ujar Ifa, mereka tidak tau kalo Adit Dan Mita sudah putus.


"Ga ada, makanya gue tanya loe ponselnya juga gak aktip," jawabnya.


"Tadi pagi masih aktip dan sempet telpon gue, tapi yang gue heran gue dengar suara cowok gue kira itu elo," ucap Zahra, karna tadi saat Mita menelpon ada suara laki-laki.


"Manggil gimana maksud loe?"Adit pun semakin penasaran.


"Sayang cepetan udah siang,gitu iya gitu makanya gue kira itu elo," ucap Zahra.


"Mungkin Zahra salah dengar kali, loe gak usah pikirin yang gak jelas gini Dit," ujar Ifa dan Adit pun meninggalkan mereka tanpa kata.


"Loe tuh bisa gak gak jujur-jujur amat, kan Adit bisa salah paham nanti, lagian Mita kemana sih gak kasih tau alasan yang jelas, mana ponselnya gak aktip," ujar Ifa kesal.


"Maaf Fot gue lupa, lagian salah Mita juga pake bareng cowok segala, kalo udah gini gue kan yang salah," Zahra pun tak kalah kesal.


Adit pun duduk balkon sambil menghisap rokoknya, tidak ada yang berani masuk ke sana hanya Zaki, Vito, Sandy dan Adit yang selalu berada di sana.

__ADS_1


"Apa Mita sengaja ya hindarin gue, padahal gue butuh banget bantuannya," guman Adit, Dia tidak tau harus bagaimana.


Adit pun berencana ke rumah Mita sehabis pulang sekolah, semoga Mita mau menemuinya.


__ADS_2