
Mita pun sudah boleh pulang, sudah dua hari Dia tidak masuk kuliah dan Pa Ali juga menyarankan agar Mita pindah Kampus saja, mau tak mau Mita menerima nya.
Kedua temannya juga menjenguk nya setiap hari menemai Mita agar ada teman ketika di rumah,sedangkan Adit masing belum bisa menghubungi Mita karna ponsel Mita hilang entah kemana.
"Mit loe beneran mau pindah kampus?" tanya Ifa dan Mita pun mengangguk,kini mereka sedang berbincang di gazebo dekat kolam renang.
"Demit, jangan jauh-jauh ya gue gak ada teman nanti, S Ifot kan sibuk sama pacarnya mana bisa di ajak curhat," Ujarnya, membuat Ifa kesal dan memukul kepala nya dengan bantal.
"Aduh sakit tau kekerasan dalam rumah tangga kalo kaya gini," ujarnya membuat Mita tertawa.
"Kalian tuh bisa gak sehari aja akur, udah kaya anjing sama kucing aja, " Ujarnya.
"Tau nih s Rara bikin esmosi gue aja, loe tau gak Mit gue tuh bosen tiap hari dengerin Dia curhat mulu," Ujarnya.
"Loe kan yang nanya duluan ya gue jawab lah, lagian loe suka kan dengerinnya," ujarnya menaik turunkan alis nya.
"Udah -udah kita makan siang yuk, kalian laper gak?" tanya Mita.
"Yuk ah cus," ucap Zahra.
"Loe mah kalo masalah makan aja paling depan, padahal loe tuh orang kaya tapi kaya orang susah aja kelakuan loe," ujar Ifa.
"Issh.. Ifot, gue gak ada teman makan di rumah jadi gak enak, kalo ada kalian gue semangat," Jawabnya.
__ADS_1
"Udah ayo, ko malah ngerumpi," Mita memisahkan mereka agar tidak berdebat terus.
Mereka pun makan bersama, di iringi canda tawa. Setelah orang tua Mita datang mereka pun pamit pulang..
"Sayang bagaimana keadaanmu nak?" tanya Pa Ali.
"Baik Pah, gimana kuliah aku kapan bisa masuk?" tanya Mita.
"Papa akan mengadakan pertunangan kamu dulu agar calon suamimu bisa menjagamu selama orang tua mu tidak ada," ucap Pa Ali.
"Tapi apakah itu tidak terlalu cepat?" tanya Mita.
"Kamu tenang saja semua sudah Papa atur, kamu tinggal menyiapkan diri kamu saja besok malam acarannya di langsungkan di Gedung S, keluarga mereka juga sudah setuju," ucap Pa Ali .
Mita pun kembali ke kamar setelah berbincang dengan orang tuannya, Dia mencari ponselnya namun nihil tidak ketemu.
"Gimana aku hubungi Adit kalo gini? Maaf Dit aku gak bisa berbuat apa-apa semua berjalan apa adanya," guman Mita.
Dia pun merebahkan tubuhnya di kasur, tak lama kemudian Dia terlelap.
Di tempat lain, Adit sedang berbicara dengan orang tuanya.
"Apa maksud Ayah?" tanya Adit saat Ayah nya menceritakan tentang Mita yang masuk rumasakit .
__ADS_1
"Apa hubungan kalian baik-baik saja?" tanya Ayahnya.
"Tentu saja, hari itu Adit yang mengantarnya ke kampus, tapi sampai sekarang Mita gak bisa di hubungi," ucap Adit khawatir.
"Pa Ali bilang ponsel Mita hilang entah kemana, dan mereka belum sempat membeli nya," jawab Bunda.
"Adit harus kesana memeriksa keadaan Mita," ujar Adit.
"Tidak usah, Mita baik-baik saja biarkan jadi kejutan buat Dia di acara ulang tahunnya besok, biarkan Mita menganggap Andi yang jadi tunangannya itu yang Pa Ali bilang," ucap Ayahnya.
Adit menceritakan semua kegelisan Mita pada Ayah nya, dan itu membuat mereka tertawa dan akhirnya mereka menyusun rencana di Ulang tahunnya Mita.
"Bersiaplah besok pertunangan kalian, Ayah mengundang keluarga dekat saja, kamu juga boleh undang teman-teman dekat mu, acara di adakan di Gedung S jam 8 malam," ujar Ayah.
"Makasih banyak Yah," ujarnya.
"Iya sama-sama, ya sudah istirahat sana sudah malam kita juga udah ngantuk," ucap Ayahnya.
Adit pun menganggukan kepalanya dan meninggalkan mereka.
Dia masuk kedalam kamar nya, sungguh hatinya sangat senang akhirnya bisa memiliki pujaan hatinya.
"Mita kamu pasti lagi sedih sekarang, karna yang kamu pikirkan Andi yang jadi tunangan kamu," gumannya.
__ADS_1