
Malam yang indah membuat para penjelajah hutan itu masih terlelap tetapi entah apa yang terjadi Erlyen berteriak histeris karena ia merasakan ada sesuatu yang lembut bersandar padanya sehingga membuat Adrian dan Leonard bangun daru tidur mereka dan berlari mendapati Erlyen.
"Ada apa sayang?Ada apa Dek?"Tanya Adrian dan Leonard bersama sama.
Eh ternyata ada seekor kelinci berwarna putih yang tidur tepat di kaki Erlyen.
"Eh ada kelinci manisnya,"Ucap Erlyen sambil menggendong kelinci itu can membawanya ke pangkuannya.
"Kamu aman kok sayang,aku akan menjaga dan melindungimu."Ucap Erlyen sambil merogoh kantong yang berada di dekatnya karena setahu dia kantong itu berisi sayuran dan wortel.
Ia kemudian memberikan pada Kelinci kecil itu dan dengan senang hati kelinci itu memakan dengan penuh semangat karena ia merasa aman dekat dengan Erlyen.
"Sayang kamu gak apa apakan?"Tanya Leonard sambil membelai rambut Erlyen.
"Iya gak apa apa kok,tadi ku pikir ular."Jawab Erlyen sambil tersenyum.
Dengan lembut Leonard meraih kepala Erlyen dan menyandarkan di dadanya.
"Bersandarlah padaku agar kau merasa aman dan nyaman,tidurlah sayang ini sudah larut,kalau kamu kedinginan aku ada disini memelukmu biar kamu selalu hangat dan kamu bisa nyenyak tidurmu."Ucap leonard sambil tersenyum penuh arti.
Erlyen pun bersandar pada dada Leonard dan perlahan laha ia memejamkan matanya.
Ketika Erlyen sudah tertidur Leonard pun berkata"Tahukah kamu sayang,aki sangat mencintai dirimu melebihi aku mencintai diriku sendiri."
Dan Erlyen kamu tak tahu kenapa aku tak menginginkan gadis lain yang bersanding di sampingku kamu tak perlu tahu alasan dibalik semua ini karena aku tak ingin ada orang lain yang mengetahui semua tentang keinginan aku.
Alu hanya ingin menebus kesalahanku sejak kecil dulu,dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku hanya akan hidup bahagia bola bersama kamu sayang.
Leonard masih saja bersandar pada bantal itu bersama Erlyen,Kak Adrian pun demikian ia sedang memeluk erat tubuh mungil Ditta yang sementara kedinginan.
Ah ternyata kedua pasang kekasih itu sedang memadu kasih di puncak gunung yang sangat dingin itu.
**
Erlyen menggeliat dan melihat sebuah pemandangan yang sangat membuatnya nyaman yaitu memandang wajah yang berada dekat di hadapannya yang masih setia menjaganya malam itu.
Perlahan ia bangun dan hendak berdiri tetapi tangannya tak bisa di gerakkan karena ternyata Leonard memegang erat tangannya sehingga ia tak bisa berdiri dengan sempurna.
Leonard merasa ada pergerakan dari Erlyen ia pun bangun dan menatap wajah di hadapannya itu dan dengan segenap hati ia langsung mengecup kening Erlyen dan merasakan debaran jantung yang sangat kencang dari dadanya.
"Sayang jantungmu sangat kencang berdetaknya."Ucap Erlyen sambil mengelus dada Leonard membuat bulu kuduk Leonard berdiri.
__ADS_1
"Sayang belum saatnya."Ucap Leonard sambil memegang kedua tangan Erlyen dan menangkup pada dagu Erlyen.
"Belum saat apanya sayang?"Ucapan Erlyen membuat Leonard sudah tak tahan dengan semua hasrat dalam durunya yang terasa senakin menggebu gebu dan mengharapkan sesuatu yang lebih oada hubungan mereka ini.
"Sayang,aku mencintaimu dan sangat mencintaimu."Ucap Leonard sambil memeluk erat tubuh Erlyen dan perlahan mengecup kening,hidung hingga bi**r ranum milik Erlyen.
Kamu tahu gak aku pernah berjanji akan mencintaimu sampai akhir hayatku bahkan ketika di masa depan pun aku hanya ingin hidup bersamamu bahkan bereinkarnasi denganmu Erlyenku.
Leonard masih saja mengecup bi**r Erlyen dan berbisik soal masa depan mereka dan soal perasaannya selama ini kepada Erlyen.
Erlyen pun memejamkan mata dan tangannya tetap memeluk dada Leonard.
"Sayang,kapan kamu akan membuka hatimu padaku aku akan selalu menunggu dan menunggu sampai kapanpun itu aku takkan memaksamu lagi aku tak ingin kamu merasa tertekan dan tak berdaya dalam menghadapi semua pertanyaan yang selama ini mengganjal dihatiku Erlyenku.
Malam ini aku akan memelukmu sampai pagi,tolong jangan usir aku biarkan aku memelukmu sampai pagi sampai matahari menunjukkan ketampanannya yang mampu menghangati seluruh permukaan bumi.
Erlyen pun tak menolak pelukan hangat itu dan lagi cuacanya sangat dingin yang tak ada ampunnya.
Ketika tengah malam mereka semua tertidur,Adrian pun bangun dari tidurnya dan lergi ke arah tenda milik sang adik.
Ketika dibukanya tenda itu ia pun kaget melihat pemandangan yang sangat indah itu.
Adrian pun hendak kembali ke tendanya tetapi ia kaget karena seseorang melingkarkan tangannya pada pinggangnya yang berotot itu.
"Mas Adrian temani aku,aku takut dan sangat kedinginan."Ucap Ditta sambil melingkarkan tangannya pada pinggang berotot indah itu.
"Baiklah sayang,aku akan menemanimu tidur di tendaku."Jawab Adrian sambil berbalik dan menggendong Ditta sehingga mereka terlihat sangat mesrah di bawah cahaya bulan purnama malam itu.
"Ditt,maaf ya kalau aku menggendongmu seperti ink dan aku mau jujur sama kamu Ditt,aku mau bilang kalau aku telah jatuh hati padamu,pada kecantikkanmu dan pada semua apa yang kamu miliki Ditt,maukah kamu menjadi bagian terpenting dalam hidupku?"Tanya Adrian sambil menidurkan Ditta di atas kasur lipat itu dan memperbaiki selimutnya.
"Mas Adrian asal Mas tahu selama ini Ditta berandai andai untuk memiliki kamu Mas,maafkan Ditta ya Mas?Karena Ditta tidak berani mengungkapkan isi hati Ditta pada Mas Adrian."Ucap Ditta terbata sambil menutup matanya yang indah itu karena malu dengan ucapannya.
"Sayang,buka matamu dan pandanglah aku apakah kamu takut memandang masa depanmu?"Tanya Adrian sambil memeluk Ditta dalam dekapannya.
"Mas aku takut kalau Lyen tahu hubungan kita."Ucap Ditta sambil membenamkan kepalanya pada dada bidang milik Adrian.
Adrian masih saja mengelusnya dan terus mengecup kening Ditta sambil membisikkan kata kata cinta di telinga indah milik Ditta.
"Kamu tak perlu meminta maaf padaku sayang karena aku sangat menyukai kejujuran yang engkau katakan sekarang,aku merasa lega akhirnya aku tak perlu mencari cara cara untuk mengungkapkan isi hatiku ini padamu Ditta kekasih hati dan jiwaku."Ucap Adrian penuh rasa bahagia dan menggebu gebu.
"Terima kasih Mas Adrian i love you...!!"Ucap Ditta sambil menengadahkan kepalanya tepat dibawah dagu Adrian sehingga bibir Ditta tanpa sengaja mengecup dagu kokoh dan indah milik Adrian.
__ADS_1
"Tak apalah sayang aku suka apa yang kamu bilang sekarang dan aku juga akan menyempurnakan itu i love you too honey."Jawab Adrian sambil mengecup pipi Ditta dan menjalar ke leher dan hidung serta bibir dan paling lama ia mengecup di bibir gadis itu yang sudah terlihat membengkak akibat gigitan gigitan kecil dari gigi Adrian.
Bibir Ditta sudah bengkak,Adrian tak mau membiarkan bibir itu terbengkalai begitu saja dengan cekatan ia pun meraup bibir itu lagi dan lagi seperti orang yang kelaparan.
Ketika mereka tengah asyik ber**uman mereka tak menyadari kehadiran Leonard yang baru saja datang dari kamar mandi.
Leonard menyaksikan dengan matanya sendiri tatkala Adrian dengan penuh SEMANGAT menggempur bi**r milik Ditta.
Ia pun merasakan kalau gejolak dalam jiwanya bangkit,sehingga ia pun tersenyum dan menatap kedua insan yang tengah dilanda asmara itu dan kembalu ke tenda di mana Erlyen berada dan ia pun masuk ke dalam tenda itu kemudian memeluk erat tubuh Erlyen dan mengecup pipi serta kening Erlyen.
"Aku akan menunggumu sampai kamu benar benar siap menerima cinta yang terdalam dan terindah dariku."Bisik Leonard pada telinga Erlyen membuat Erlyen merasa geli dan menggeliat.
Tanpa ia sadari kalau tangannya sudah melingkar di pinggang pria tampan netra biru itu,pria yang selalu membuat hatinya yak tenang bahkan membuat jantungnya sering berolahraga dan menghasilkan debaran yang sangat kuat itu.
Apakah ini cinta?aku harap ini benar benar cinta agar aku siap untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan bermakna.
Leonard pun memeluk Erlyen dalam dekapan hangatnya dan terus saja mengecup kening wanita itu.
Sesekali ia memindahkan anak rambut yang menghalangi wajah Erlyen dan membisikkan kata cinta pada sang pujaan hatinya.
"Sayang aku mencintaimu apa adanya dan aku tak ingin kamu terbeban oleh pernyataan cintaku ini,biar bagaimanapun juga aku terlanjur cinta sama kamu yang seperti ini dan takkan pernah tergantikan oleh apapun dan oleh siapapun.
Kamu tahu gak saat pertama kalu bertemu denganmu di pulau Dewata,hatiku bergemuruh dan jantungku seakan mau lepas dari tempatnya dan aku merasa heran dengan jantungku ini.
"Kenapa dia begitu sangat memberontak di dalam sana seakan ia ingin aku tak melepaskan kamu agar aku tahu kalau hanya aku yang mencintaimu seumur hidupku. Jantungku ini sangatlah peka kalau berbicara dengan kamu sayangku."Ucap Leonard lagi.
Leonard memeluk erat tubuh wanita mungil dan seksi itu sehingga mereka benar benar merasa hangat.
"Sayang ijinkan aku untuk memelukmu hingga akhir hayatku sayangku Lyen."Ucap Leonard yang sudah tak tahan dengan segala luapan emosi dalam dirinya.
"Sayang aku juga mencintaimu,aku tak ingin pisah darimu,cinta ini sangat kuat untukmu Leo,aku sungguh tak tahan dengan keadaan kita saat ini. Tapi aku berharap kita akan menikah sebaik baik mungkin dan jangan tergesa gesa sehingga hasil yang kita dapatkan itu memuaskan dan tak ada sedikitpun rasa kecewa yang menghiasi kehidupan cinta kita kelak di kemudian hari."Jawab Erlyen sambil mengeratkan pelukannya pada pria netra biru itu.
"Terima kasih sayangku,malam ini aku sangat bahagia dengan semua ucapan darimu sayangku,calon isteriku,calon ibu dari anak anakku,calon Nyonya Leonard yang tampan dan mapan."Ucap Leonard sambil terus memeluk erat tubuh Erlyen.
Akhirnya mereka berduapun menutup matanya dan mulai tertidur dan bermimpi indah tentang malam yang indah di puncak gunung.
***********
To be continued
Bersambung ya guys jangan lupa komen like dan vote yang banyak ya?
__ADS_1