Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
Hujan


__ADS_3

Seminggu telah berlalu,Erlyen pun sudah kembali beraktivitas seperti biasanya tangannya yang luka pun telah sembuh dan bekasnya pun nyaris pudar dan tak terlihat.


"Sayang!!"Panggil Erlyen pada Leonard yang sedang berkutat dengan pekerjaannya.


"Iya ngomong aja Lyen aku mendengarkanmu."Jawab Leonard tanpa menoleh sedikitpun ke arah wanita itu.


"Nanti siang aku ada janji dengan calon iparku Sayang,"Ujar Erlyen sambil mengunyah kue basah kesukaannya yang baru saja ia buat pagi pagi buta tadi.


"Aku ada rapat nanti siang sayang aku gak bisa antar kamu ya?"Ucap Leonard sambil tetap fokus pada ketikkannya itu.


"Iya gak apa apa aku kan sudah dewasa dan sebagai wanita dewasa yang mandiri seperti aku memang tidak boleh tergantung terus dengan pria kesayangannya ntar dibilang wanita manja atau kolokan."Jawab Erlyen membuat Leonard sejenak berhenti mengetik dan menoleh ke arah wanita kesayangannya itu.


"Kamu menyindirku sayang?"Tanya Leonard sambil melepaskan ketikkannya dan merapatkan tubuhnya kepada Erlyen yang terlihat santai santai saja.


"Nggak aku nggak menyindirmu Tuan Leonard!!"Jawab Erlyen sambil mengangkat bahunya dan membulatkan matanya.


"Kamu buat aku gemas sayang...!!"Ucap Leonard sambil mendekat ke arah Erlyen dan ya langsung aja ia memeluk Erlyen dengan penuh kasih sayang.


"Leo peluknya jangan kuat kuat aku gak bisa bernafas tau..."Ucap Erlyen mencoba melepaskan pelukan Leonard tapi tak dilepaskan juga oleh Leonard membuat Erlyen merasa tenaganya sia sia kalau ia tak menggigit lengan kekar itu.


"Happ...!!"Erlyen langsung menggigit lengan Leonard dan seketika Leonard pun melepaskan pelukannya.


"Sakit sayang kamu kayak vampir aja Lyen,"Ucap Leonard pada Erlyen dan Erlyen pung tertawa ngakak sambil berkata "Emang aku anak vampir yang hidup di abad sekarang ini dan mau memakanmu Tuan Leonard!!"Erlyen menjawab sambil mencoba membuka mulutnya untuk mrnggigit lagi lengan Leonard tapi keburu disambar Leonard dengan bibirnya di bibir Erlyen sambil berbisik Aku cinta dan sayang kamu Lyen."


Sejenak Erlyen terpaku dan haru biru menyelinap dalam hatinya.


Ia langsung terdiam dan menatap wajah pria netra biru di hadapannya yangbjaraknya hanya 2 inci itu dan pada akhirnya ia pun tersenyum manja dan memeluk erat tubuh pria itu sambil berkata"Aku juga mencintaimu Leo!!"


Kedua insan itu pun larut dalam perasaan terdalam mereka dan saling berpelukan seperti teletubies.


Ketika sedang asyik berpelukan tiba tiba angin kencang dan hujan pun langsung turun membasahi rerumputan hijau yang nyaris kering di hantam panasnya mentari. Ya sekarang kan lagi musim panas entah apa yang menyebabkan hujan bisa turun dengan sangat derasnya ini membuat Erlyen langsung memeluk erat tubuh atletis do sampingnya itu.


"Sayang... kamu kenapa?"Tanya Leonard sambil menggenggam tangan kekasihnya itu.


"Aku takut dengan hujan dan aku takkan pernah menikmati hujan."Ucap Erlyen pada Leonard yang membuat tanda tanya di kepala Leonard.


"O iya aku baru ingat aku pernah melihatmu saat kamu ketakutan dengan hujan benar aku baru ingat sayang,tapi jangan takut kan ada aku disisimu kenapa kamu takut?"Ucap Leonard lagi.


"Aku masoh trauma dengan hujan Leo!!"Ucap Erlyen sambil memeluk erat tubuh pria netra biru itu.


"Tenang aja sayang aku ada disini untukmu,selalu untukmu dan ingin kamu selalu menjadi ratu hatiku."Ucap Leonard sambil membelai rambut panjang milik Erlyen.


Leonard pun mengecup dan mencium kening Erlyen dengan penuh kasih sayang dan membawanya ke foris depan rumah dan mendekatkannya pada titik titik air hujan yang jatuh membasahi tanaman bunga bungaan dan rerumputan yang menghiasi halaman depan mansion itu.


Perlahan lahan Erlyen menadahkan tangannya dan air hujanpun membasahi tangan itu dan perlahan lahan ia pun membasahi juga kakinya dengan cipratan air hujan yang turun dengan sangat derasnya itu dan perlahan lahan ia pun keluar halaman dan akhirnya ia pun berlarian di halaman sekalian mandi hujan.


Leonard hanya menatap dengan perasaan bahagia campur haru karena akhirnya trauma tentang hujan di masa kecil Erlyen pun hilang.


Erlyen masih saja berlarian di halaman mansion itu,ia benar benar menikmati setiap tetesan air dari langit itu sambil tersenyum kemudian ia berlari lari kecil ke arah Leonard dan tanpa Leonard sadari Erlyen telah menarik tangannya dan mereka berdua pun bersama sama menikmati hujan pagi itu.


"Sayang,bagaimana kalau kamu sakit?"Ucap Leonard dengan suara lantang karena hujan jadi Erlyen tak menggubris sedikitpun suara Leonard.


"Sayang kamu gak boleh terlalu kena hujan ayo cepat hentikan kegiatanmu kita harus siap siap nanti aku terlambat sayang?"Sekali lagi ucapan Leonard tak digubris oleh Erlyen.


Karena kesal Erlyen tak mendengarkan perintahnya ia pun diam diam masuk.ke dalam rumah dengan sedikit dongkol dalam hati.


Setelah membilas tubuhnya dengan air shower ia pun menuju walk in closet dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah di siapkan Erlyen malam sebelumnya.


Ketika ia sudah selesai siap dan menuju ke arah halaman depan disana sudah terparkir mobil lamborghini keluaran terbarunya yang baru ia beli Dua hari lalu bersama Erlyen.


Saat hendak melangkah ia masih melihat Erlyen bermain main air hujan dan bahkan kali ini ia menjadi takjub karena banyak aneka warna bunga yang Erlyen tanam di taman bunga halaman depan mansion itu padahal awalnya ia sudah mewanti wanti para pelayannya agar tidak menanam di halaman depan itu tapi entah mengapa saat Erlyen menanam bunga bunga itu ia hanya diam terpaku dan tersenyum sambil terus menatap wanita kesayangannya itu tetap beraksi.


Tiba tiba suara guntur yang sangat dahsyat menggelegar membuat Erlyen berteriak dan berlari ke arahnya dan tanpa penolakan Leonard langsung memeluk Erlyen dengan sangat eratnya tanpa perduli apa yang telah terjadi pada pakaiannya dan Erlyen menangis sesenggukan dalam dekapan hangat Leonard.


"Sayang kamu kenapa?"Tanya Leonard yang belum menyadari kalau pakaiannya sudah penuh dengan lumpur dan basah oleh air hujan.


Erlyen masih saja memeluk erat Leonard sambil menangis nangis.


Tanpa banyak tanya ia pun menggendong wanitanya dan membawanya ke dalam rumah dan menidurkan di atas kasur lantai dan mengambilkan handuk untuk menghangatkan badan wanitanya itu.


"Sayang,jangan bikin aku panik seperti ini..."Ucap Leonard sambil mengeringkan rambut Erlyen menggunakan handuk bersih.


"Sayang mandi ya di kamar mandi pakai shower hangat biar gak masuk angin sayangku..."Pinta Leonard pada Erlyen dan akhirnya Erlyen pun menurut tetapi ia meminta Leonard untuk menggendongnya ke kamar mandi.


"Sayang gendong aku ya?"Pinta Erlyen sambil memeluk erat tubuh pria kekar itu.


"Iya sayang hari ini akan aku batalkan semua kegiatanku hanya untuk dirimu!!"


"Tapi sayang kan mau tanda tangan kontrak dengan perusahaan X apa gak apa apa ya sayang?"Tanya Erlyen pada Leonard yang masih saja mengeringkan rambut Erlyen dengan hair dryer.


"Kamu adalah romansa sejatiku sayang,aku takkan biarkann kamu sakit gara gara aku mau tanda tangan kontrak dengan perusahaan raksasa itu,uang bisa di cari sayang tapi orang yang kita cintai tidak akan pernah kita dapatkan lagi kalau terjadi hal hal yang tidak kita inginkan."Gumam Leonard dalam hatinya.


"Sayang kok melamun sih?"Ucap Erlyen sambil memegang lembut pipi Leonard.

__ADS_1


"Iya sayang maaf aku melamunkan dirimu sayangku!!"Jawab Leonard sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya kemudian melabuhkan kecupan hangat di kening dan bibir Erlyen.


"Sayang tapi maafkan aku lihat pakaianmu sudah berlumpur dan basah aku benar benar minta maaf sayangku!!"Ucap Erlyen sambil mengatupkan kedua tangannya karena merasa bersalah dengan perbuatannya pada Leonard.


"Aku bisa menggantinya dengan pakaian yang lain kan sayang?"Ucap Leonard sambil mencubit pipi Erlyen.


"Kamu juga cepat mandi air hangat tadi sudah aku siapkan di bathroom sana cepat nanti masuk angin."perintah Leonard sambil membantu Erlyen bangun dari tidurnya.


"Iya sayangku terima kasih ya atas perhatiannya?"Ucap Erlyen sambil tersenyum dan melabuhkan sebuah kecupan di pipi pria tampan itu.


**


Selesai berganti pakaian Leonard langsung pergi kantor karena ia sudah terlambat,sedangkan Erlyen bersiap siap mau ke mall dan sekaligus bertemu dengan sahabatnya sekaligus calon kakak iparnya itu.


Erlyen menatap wajahnya di depan cermin sambil berkata "Aku masih cantik secantik bidadari dari kahyangan aku yakin hidupku kedepannya akan lebih baik dari yang lalu,aku bersyukur Tuhan mempertemukan aku dengan pria dewasa seperti Leonard yang sangat mencintai dan menyayangiku apa adanya diriku."


"Sayang maaf ya aku tak bisa memenuhi keinginanmu hari ini aku sudah terlambat aku minta maaf sayang."Ucap Leonard sambil mengecup kening Erlyen dan tanpa a,i,u,e,o ia pun langsung melangkah dengan lebar dan panjang menuju ke mobilnya dan berlalu dari hadapan Erlyen.


"Iya gak apa apa Leo,aku bisa kok sendirian."Ucapnya lemas dan terduduk di kursi sofa empuk beludru itu.


"Hmm aku harus berangkat sekarang."Ucap Erlyen pada dirinya sendiri.


**


Selesai berganti pakaian ia pun pergi dengan mengendarai sebuah mobil Tesla menuju ke tempat dimana ia sudah janjian dengan Ditta calon kakak iparnya itu.


Percakapan Via Whatsapp


Ditta : "Hei adik ipar dimanakah dirimu?"


Erlyen : "Aku masih di jalan macet banget tahu."


Ditta : "Masa sih?"


Erlyen : "Tunggu aja ya?"


Ditta : "Iya hati hati di jalan ya jangan ngebut!!"


Erlyen : "Tenang aja aku baik baik saja kok."


Percakapan pun berakhir...


Sementara itu Ditta telah tiba di mall tempat mereka janjian.


"Erlyen kok lama banget,aku telepon saja kah?"Gumam Ditta pada dirinya sendiri.


"Ah mending aku tunggu aja deh siapa tahu Erlyen tiba tanpa diduga."


Di satu sisi Erlyen sudah tiba di parkiran mall terbesar itu tetapi ia sempat berpapasan dengan Albert dan isterinya.


Tanpa di duga Albert menghampiri Erlyen dan berkata padanya "O mantan Isteriku ya?Makin hebat saja ya ketika aku tinggal?"Ucapnya dengan nada mengejek.


"Maaf aku tak ada waktu untuk meladeni anda!!"Ucap Erlyen seraya turun dari mobil dan hendak melangkah menjauh tetapi tangannya di raih oleh Albert.


"Mau kemana?Kenapa buru buru?"Tanya Albert lagi.


"Apa urusanmu Mas?"Erlyen balik bertanya.


"Ada kok urusanku,kamu mau tahu kenapa aku menahanmu disini?Karena aku tak rela kamu pergi dari sisi aku kamu paham?"Ucap Albert sedikit membentak membuat Erlyen kaget bukan main.


"Loh Mas Albert kenapa kamu jadi berubah seperti ini?Bukannya kamu yang menginginkan perpisahan kita dan semua yang terjadi antara kita telah berakhir?"Tantang Erlyen lagi dengan beberap pertanyaan.


"Aku tak mau tahu yang aku tahu kamu masih isteriku..!!"Ucap Albert tanpa melepaskan genggaman tangannya.


Dan tiba tiba seorang wanita krluar dari mobil Albert dan menghampiri mereka dan wanita itu ternyata anak kepala suku dimana Albert pernah terdampar di kampung mereka.


Ketika melihat Albert menggenggam tangan Erlyen ia pun mendekati Erlyen dan berkata "Masih mau merampasnya lagi dariku?"


"Maaf barang yang sudah kubuang takkan pernah ku ambil lagi...kalian berdua memang cocok!"Ucap Erlyen sambil berusaha melepaskan tangannya.


"Busyett...Albert memang mafia telah berbohong padaku dan keluargaku,pantas saja Kak Adrian tidak mengijinkan aku untuk pergi sendirian karena dimana mana ada Albert dan antek anteknya berkeliaran."Gumam Erlyen sambil melepaskan genggaman tangan Albert dan akhirnya terlepas juga.


Ia pun pergi dari hadapan mereka dan e dalam mall itu.


Sesampainya di dalam mall ia pun mencari keberadaan Ditta.


Akhirnya dengan susah payah dan terengah engah ia pun menemukan sahabat yang akan menjadi kakak iparnya itu.


"Lyen !! Kenapa kamu lama banget kaki aku sampai pegal semua tahu!!"Ucap Ditta sambil memonyongkan bibirnya.


"Iya maaf deh Ditt,kamu tahu kan aku baru bisa di lepas Mas Leo jalan sendirian jadi aku benar benar bingung dengan perubahan kota ini Ditt."Ucapnya berbohong.


Aku tak ingin Ditta mengetahui kejadian tadi karena aku takut Kak Adrian pun akan mencari Albert dan menghajarnya.

__ADS_1


"Pesan makan dulu Ditt aku lapar."Ucapku mengalihkan pembicaraan kami.


"Baiklah Tuan Puteri aku pesan dulu ya?"Ucap Ditta sambil melambaikan tangannya pada pelayan untuk memesan makanan mereka.


Pelayan pun datang dan mendekati mereka.


"Silahkan dilihat menunya!"Ucap sang pelayan sambil menyodorkan menu pada kedua orang sahabat itu.


"Aku mau ini dan ini,mbak samain aja ya?"Ucap Erlyen pada pelayan itu dan pelayan pun menganggukkan kepalanya.


"Baiklah ditunggu ya?"Ucap pelayan itu sambil berlalu sari hadapan mereka.


"Ditt,Kakakku dimana ya?Aku udah rindu pengen ketemu dirinya."Ucap Erlyen membuka percakapan.


"Lagi dikantor ada kerjaan yang tak bisa ia tinggali makanya saat aku ajak dia gak bisa ikut kesini."Jawab Ditta sambil tersenyum.


Tanpa Erlyen sadari Ditta menangkap siluet seseorang yang ia kenal dan orang tersebut adalah Albert.


Karena Ditta telah melihat siluet itu ia pun berpura pura tak melihatnya dan mengajak Erlyen ngobrol yang banyak serta yang lucu lucu agar Erlyen tak menyadari kedatangan Albert dan wanita itu di dekat mereka.


Karena ketakutan Ditta pun mengirim pesan pada Adrian dan Leonard.


**


"Apa?"Ucap Adrian langsung menyambar kunci mobilnya dan melajukan mobilnya ke arah mall dimana Erlyen dan Ditta berada.


"Jangan kemana mana aku akan segera tiba."Ucap Adrian dalam pesan teksnya itu.


"What?Mau cari masalah lagi ya itu pria breng***!!"Ucap Leonard langsung berjalan menuju ke basement perusahaannya dan dengan sigap ia pun masuk ke dalam salah satu mobil sportnya itu dan pergi ke arah mall yang Ditta maksud.


"Sayang semoga kamu tak apa apa ya?"Leonard berbicara seorang diri dan terus melajukan mobilnya.


Selang beberapa menit kemudian Adrian telah tiba di tempat dimana Erlyen dan Ditta berada.


Kedatangan Adrian mengagetkan Erlyen yang lagi asyik bercerita dengan Ditta,bukan hanya Erlyen yang kaget tetapi sepasang kekasih yang duduk di pojokkan cafe juga kaget ya mereka adalah Albert dan wanitanya.


"Sialan!! Cabut yuk !!Ujar Albert sambil berdiri dan menarik tangan Wanita di sampingnya dan mereka langsung pergi dari sudut kafe itu.


"Mereka sudah pergi!!"Gumam Adrian dalam hati.


"Sialan si Albert bisa bisanya dia menunjukkan lagi wajahnya di hadapan adikku awas saja kalau berani menyakiti adikku aku akan habisi kamu Albert!"Ucap Adrian sambil mengepalkan tangannya.


"Kak Adrian?Kakak dari mana saja kenapa gak pernah ke rumah jenguk Erlyen kak?Erlyen rindu tahu?"Ucap Erlyen dengan pertanyaan beruntun.


"Maaf kakak lagi sibuk banget makanya belum sempat berkunjung ke rumahmu Dek."Ucap Adrian sambil tersenyum dan tahu aja tangan jahilnya pasti mengacak acak rambut Erlyen.


"Masih aja jahil padahal ada kakak ipar aku di sampingnya."Ucap Erlyen sambil mencubit pinggang Ditta.


"Ya aku gak cemburu kok Lyen kamu kan sahabat aku dan juga calon adik iparku!!"Ucap Ditta sambil tersenyum semanis mungkin di hadapan sahabat dan calon suaminya itu.


Ketika mereka lagi asyik bercerita tiba tiba datanglah Leonard menemui mereka dan langsung memeluk Erlyen dengan sangat eratnya.


"Sayang kamu baik baik saja kan sayang?"Ucap Leonard dengan nada khawatir.


"Iya alu baik baik saja kenapa abang dan Mas Leonard kompak datang kesini juga ini kan urusan cewek cewek kok malah ada cowok ikutan sih?"Ucap Erlyen dengan nada sedikit tinggi membuat Leonard tersenyum simpul.


"Kebetulan lewat aja makanya kesini?sekalian ketemu tuan puteriku ini,biar gak ngambek ntar!!"Ucap Leonard lagi dan ya seperti biasanya rambut dan hidung Erlyen jadi sasaran empuk bullyan Leonard dan Adrian.


"Aku jadi curiga deh sama kalian berdua ngapain ikuti aku dan Ditta?"Tanya Erlyen yang tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya itu.


"Kita kebetulan lewat sini iya kan Broo?"Ucap Adrian sambil menyenggol kaki Leonard.


"I iya... benar broo Adrian seperti yang kamu bilang tadi kalau kita cuma lewat sini aja."Ucap Leonard yang kaget dengan omongan Adrian.


"Mencurigakan sekali!"Ucap Erlyen sambil tersenyum penuh misterius.


"Hmm,Kak Adrian dan Leonard ngapain kesini ya?Aku jadi penasaran deh!!"Gumam Erlyen dalam hatinya.


"Hm aku tahu pasti biang keroknya kamu kan Ditt?Hayo ngaku jangan mencoba mengelabuiku."Bisik Erlyen di telinga Ditta.


"Hmm maafkan aku Lyen aku ... aku takut kamu kenapa kenapa karena firasatku hari ini sungguh lagi tak baik baik saja."Ucapan Ditta masih berbelit belit.


"Bisa gak kalau ngomong to the point aja dan jangan berbelit belit?"Ucap Erlyen sambil tersenyum dan memandang sahabatnya lekat banget.


"Lyen aku bisa pingsan dengan tatapan mata elangmu itu Lyen."Ucap Ditta sambil tersenyum was was.


**


To be continued guys


Jangan lupa untuk like,komentar dan vote ya?


Terima kasih 🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2