
Mita pun akhirnya sampai di rumah nya dengan supir yang menjemput nya Dia langsung di sambut pelukan oleh kedua orang tuannya.
"Sayang gimana kabarmu sayang Mama kangen banget sama kamu,"
"Iya Mita juga kangen sama kalian," ucap nya tersenyum.
"Ayo masuk kamu pasti cape kan, istirahat dulu sana," ucap Papa nya.
"Ya udah Ma, Pah Mita ke kamar dulu kalo gitu," ujar nya dan mereka pun mengangguk.
Mita pun berjalan gontai menuju kamar nya yang ada di atas, Dia langsung membersihkan diri dan setelah itu merebahkan diri nya di kasur empuk milik nya, sungguh Dia sangat merindukan kasur nya itu.
***
Beberapa bulan kemudian Mita pun menyelesaikan kuliah nya dengan nilai terbaik, Orang tuanya sangat senang melihat anak nya.
Pernikahan Mita akan di gelar beberapa hari lagi, karna Adit ngotot ingin segera menikahi pujaan hatinya itu.
"Zahra gimana kabar loe gue kangen banget?" tanya Mita memeluk sahabat nya yang sebentar lagi akan menjadi kakak ipar nya itu.
"Kabar baik, gue juga kangen sama loe mana Aa apa gak jadi jumpet gue?"
Kini Mita berada di Bandara menjemput sahabat nya yang juga baru selesai wisuda minggu lalu.
Zahra celingukan mencari pujaan hati nya yang sudah lama tak di jumpai nya,namun tak ada batang hidung nya.
"Aa gak bisa cutu Ra mungkin nanti malam Dia akan pulang," ujar nya.
"Kamu sama siapa ke sini jangan bilang kamu sendirian," tebak nya.
"Enggal lah aku sama Adit, tadi Dia izin ke toilet dulu," ujar nya.
"Ohh begitu yah, ayo kita tunggu di sana," tunjuknya ke deretan kursi yang ada di sana.
Mita pun mengangguk, mereka menunggu Adit sambil berbincang hangat melepas rindu yang hampir satu tahun tidak bertemu.
"Loh Ra loe dah sampe sorry gue lama yah," ujar Adit cengengesan.
__ADS_1
"Gak papa kok ayo,"
Adit pun membantu membawakan koper milik Zahra. Mereka pun meninggalkan Bandara menuju rumah Zahra yang tak terlalu jauu dari sana.
Setelah sampai Zahra pun mengajak mereka masuk terlebih dahulu, mereka langsung di sambut Art nya Zahra di sana.
"Bi bikinin mereka minum ya," ucap Zahra.
"Siap non,"
Zahra pun ikut duduk bersama mereka, tak lama Bibi datang membawa minuman dingin dan juga cemilan.
"Ayo minum pasti kalian haus kan, cuaca lumayan terik,"
Mereka pun langsung meneguk minuman yang Bibi buat.
"Mit loe di sini aja dulu nanti bareng gue ke rumah loe, biar Adit pulang duluan," bisik Zahra.
"Oke."
Zahra pun izin ke belakang terlebih dulu untuk buang air meninggalkan mereka berdua.
"A pulang duluan deh, Mita biar nanti bareng Zahra pulang nya," ucap Mita.
"Ohh ya udah kalo gitu, Aa pulang duluan ya Aa mau ketemu sama Vito dan Sandy dulu, kamu hati-hati pulang nya," ucap Adit mencium kening Mita.
Mita pun mengangguk sambil tersenyum.
"Loh Adit mana?" tanya Zahra menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Udah pulang, " jawabnya santai.
"Hah loe beneran usir Dia?" tanya Zahra menggelengkan kepala.
"Gak ihh gue cuma bilang belum mau pulang jadi Dia izin duluan karna ada urusan,"
"Ohh kiarain, eh loe udah kasih tahu Ifa kan suruh Dia kesini?" tanya Zahra.
__ADS_1
"Udah katanya Dia paling sore ke sini nya, maklum Dia juga sibuk ngiapin acara pertunangan nya besok,"
"Gila gak nyangka gue kita akan nikah di tahun yang sama, gue seneng banget Ifa dan Rey berjodoh,"
"Iya ternyata Jodoh gak kemana yah walau pun mereka putus nyambung tapi akhirnya mereka bisa bersama," ujar nya.
Mereka berbincang dan makan siang bersama, sambil menunggu Ifa yang masih belum juga datang.
"Asamualaikum," teriak Ifa di depan rumah.
"Walaikum salam," jawab mereka serempak.
"Rara gue kangen," ucap nya memeluk sahabat nya itu.
"Lama banget sih loe, habis dari mana dulu?" tanya Mita heran.
"Hehe.. sorry guys gue tadi habis dari butik benerin baju masa viting seminggu yang lalu malah kegedean," ujar nya.
Mereka pun masuk ke dalam kamar Zahra dan berbincang di balkon kamarnya.
"Loe bawa apa sih?" tanya Mita heran melihat Ifa membawa papaer bag.
"Ini seblak sama Boba yang ada di depan sekolah kita," ujar Ifa.
"Huhh pantas saja dari tadi lama tuh ternyata nungguin ini,"
"Iya Mit nih temen loe ribet pake ngidam pengen seblak katanya,"
"Whatt?" Mita pun melotot dengan apa yang di dengar nya.
"Biasa aja kali Demit loe kaya gak tahu Dia aja dari dulu kan suka gitu bilang nya," ucap Ifa terbahak.
Sedangkan Mita juga terkekeh dulu saat SMA jika Zahra ingin sesuatu pasti bilang nya ngidam kalo gak di belikan pasti bilang anak di perut nya nanti ileran.
"Loe masih inget aja Fot kalo gue suka bilang kaya gitu," ucap Zahra tersenyum.
"Makasih banyak ya udah beliin seblak ini gue seneng banget bisa ngerasain nya gue ngerasa kita masih kecil kaya dulu,"
__ADS_1
"Udah ayo makan gue ngantri satu jam nih di sana, gila penuh banget pembeli nya," ujar Ifa.
Mereka pun memakan seblak nya masing-masing yang terlihat sangat menggoda dengan warna merah yang menyala.