
Mereka pun sampai di depan rumah Mita.
Mita pun langsung keluar dari dalam mobil.
"Ayo masuk dulu," ajak Mita.
"Gak usah, aku mau langsung pulang aja kasian Vito udah nunggu," jawabnya menujuk mobil yang berhenti di luar gerbang.
"Ya udah kalo gitu kamu hati-hati yah,"
"Iya, "
Adit pun melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobil nya, meninggalkan Mita yang masih berdiri di teras rumah.
"Siapa Dia apakah kekasihmu?" tanya Kaenan tiba-tiba. Membuat Mita langsung menoleh karna kaget.
"Ya Tuhan Kakak ini membuat ku jantungan tau gak, sejak kapan berada di sini?" selidiknya, sungguh Mita merasa sangat kesal sekali kepada sepupu nya itu.
Kaenan malah terkekeh melihat Mita merajuk, Dia sangat gemas sekali melihanya. Mita berjalan masuk ke dalam rumah sambil menghentakan kaki nya.
"Sudah tidak usah seperti anak kecil, aku tidak mau nanti paman marah padaku. Di sangka nya aku ngapa-ngapain kamu lagi," ucap nya terus mengekor Mita sampai depan kamar nya.
Mita pun masuk ke dalam kamar dan menguncinya, Dia merebahkan tubuhnya di kasur untuk menghilangkan rasa lelah nya.
Sedangkan Kaenan Dia hanya diam di dalam kamar nya, Dia akan mencari tempat hiburan terdekat dari rumah Mita di dalam ponsel nya.
"Seharunya Mita tidak usah melarang ku pergi ke Club, karna Dia sudah tahu aku dari dulu sudah biasa minum, tidak mungkin aku mabuk kalo cuma minum berapa gelas," ujarnya.
Kaenan berniat ke sana malam ini, Dia butuh hiburan karna berdiam diri di dalam rumah bukan lah diri nya.
Tadi pagi juga Dia ikut ke kantor itu pun hanya sebentar Dia tidak tertarik sama sekali dengan hal-hal berbau bisnis.
Namun ada seorang wanita yang membuat nya terpesona siang itu, gadis manis berlesun pipi itu tersenyum padanya, penampilan nya pun sangat sopan Dia memakai Hijab membuat nya semakin cantik.
Gadis cantik itu sepertinya bekarja di perusahaan pamannya, Ken akan mencari tahu nya besok.
.
Makan malam pun tiba semua berkumpul di meja makan, seperti biasa Mama dan Papa nya akan menanyakan tentang kegiatan nya hari ini.
"Bagaimana Kuliah mu nak?" tanya Papa nya.
__ADS_1
"Ya begitu lah, Mita sudah mulai KKN minggu depan," ujarnya.
"Bagas lah, dimana lokasi apa masih di daerah sini?"
"Masih di Bandung tapi daerah pedasaannya,"
"Syukurlah kalo begitu, apa kamu satu kelompok dengan Adit?" tanya Mamanya.
"Tidak Ma, tapi kita masih satu kecamatan," Mereka pun mengangguk mendengar jawaban Mita.
"Oh ya Ken apa kamu betah berada di sini?" tanya Pa Ali. Dia tahu pasti keponakannya itu bosan bila berada di rumah.
"Tentu saja betah om, aku masih ingin jalan-jalan ke beberapa tempat yang ada di sini," jawabnya.
"Syukurlah, tapi Paman gak bisa nememin kamu paman banyak pekerjaan di kantor,"
"Tidak masalah kan ada Mita yang akan menemaniku sebelum Dia berangkat KKN," ujar nya membuat Mita mendelik.
"Tentu saja Mita akan menemanimu, jika tidak sibuk dengan tugas kuliahnya," jawab Mamanya.
"Mita sibuk Ma, gak bisa nemenin kak Ken," kilah nya. Malas sekali harus bareng sepupu nya yang nyebelin itu.
"Kamu kan belum mulai KKN nya sayang kasian loh kakak kamu lagian kan Dia cuma sebenar di sini," ujar Mamanya.
"Kemana aja lah yang penting gak bosan di rumah," ujarnya.
Mita pun hanya mengangguk pasrah, mana bisa Dia melawan kedua orang tuanya.
Walaupun dalam hati nya terus menggerutu gak jelas tapi Mita tidak bisa berbuat apa-apa.
.
Selama beberapa hari ini Mita menemani Ken kamana pun Dia mau, sampai akhirnya Ken pun kembali ke negara asalnya.
Kini hari dimana Mita berangkat KKN, Dia sudah berada di bus duduk bersama Adit, Dia tidak tahu kalo satu kelompok juga dengan Lisa dan Andi.
"Kenapa gue gak liat ya nama nya pas pembagian kelompok," batinnya.
Ternyata 12 orang itu di antranya 3 orang dari kelas nya 3 orang lagi dari kelas Adit dan 6 orang lain nya Mita gak kenal karna dari jurusan yang berbeda.
"Sayang kamu kenapa sih kaya nya Bt gity?" tanya Adit.
__ADS_1
"Gak papa ko cuma males bicara aja," ucao nya.
"Sini bersandar di dadaku, perjalanan kita masih jauh," ujarnya. Mita pun menurut saja tak bicara apa-apa.
Mereka KKN di suatu daerah terpencil yang dari perkotaan, jarak yang mereka tempih mencapai 3 jam mengendarai bus.
Setelah lama akhirnya mereka pun tiba di alun-alun Desa setempat.
Mereka yang berjumlah puluhan orang pun turun dan berbaur dengan Dosen pembimbing.
"Nah rekan-rekan sekalian kenalkan ini Pa Kades, beliau yang akan mengantar kalian ke desa masing-masing sesuai kelompok nya," ujar Dosen itu.
"Baik Pak,"
Beberapa kata yang Dosen itu katakan kepada mereka sebelum meninggalkan tempat tersebut, Dosen akan melakukan sidak selama KKN berlangsung itu pun dengan waktu yang tidak di tentukan.
"Sayang jaga diri kamu ya, nanti kalo ada apa-apa hibungi aku ya," ujar Adit.
"Iya kamu juga,"
"Awas jaga mata, jauh-jauh dari mereka aku gak suka," ucap nya melirik Andi dan juga Angga yang tak jauh dari mereka.
"Iya aku tahu kok, kamu tenang aja ya,"
"Iya aku percaya sama kamu tapi gak percaya sama mereka," ujar nya sedikit kesal.
Kenapa bukan Dia yang satu kelompok dengan Mita, kenapa harus Angga dan juga Andi, ini pasti jadi kesempatan untuk mereka mendekati Mita lagi.
Mereka pun berpisah di ujung jalan yang bercabang. Jarak desa mereka tidak terlalu jauh hanua 5 menit kalo naik motor.
Mita pun mengikuti rombongannya jalan kaki, hanya 1 kilo jarak yang mereka tempuh dari Balai desa menuju tempat tinggal mereka sementara.
"Akhirnya kita sampai juga," seru Vanya duduk lesehan di atas karpet.
Rumah yang mereka sewa adalah rumah kosong milik pa Rt, rumah itu lumayan besar cukup untuk mereka tinggal.
12 orang yang terdiri dari 5 wanita dan 7 laki-laki, Mita, Vanya, Lisa, Intan dan Anggun.
Sedangkan Laki-laki ada Angga, Iwan, Andi, Adi, Tian, Arif dan Yandi.
Mereka semua duduk di atas karpet, sedangkan Lisa dari tadi terus menggerutu karna tidak mau tinggal di sana.
__ADS_1
"Udahlah Lisa kita kan lagi tugas dari kampus, kenapa sih loe marah-marah terus," ucap Intan yang satu kelas dengan nya.
Sedangkan Mita duduk bersama Vanya, tak menghirau kan Lisa yang dari tadi marah-marah.