Terlanjur Cinta

Terlanjur Cinta
# 35


__ADS_3

Mita pun berlari masuk ke dalam kelas, untung saja belum masuk, sedangkan Ifa sedang sarapan di kantin Dia masuk kelas siang.


Setelah mengikuti mata kuliah Mita langsung keluar dari kelas mencari sahabatnya itu, Dia pun lantas menghubungi nya namun tidak di angkat.


"Apa Dia udah pulang ya?" gumannya, masih pokus pada ponselnya, sambil terus berjalan.


"Wahh ini Dia , wanita yang bikin malu wakil ketua BEM kita," ujar Dewi salah satu kakak seniornya, Mita pun tak menghiraukan.


Dari pertama masuk ke kampus, Dewi selalu berkata sinis padanya juga sering menghukum Mita tanpa alasan yang jelas.


"Bener banget Wi, Gue heran deh kenapa juga Romi bisa suka sama cewek kaya Dia, cantik enggak belagu iya," timpal Sinta tak kalah sinis.


Mita pun hanya diam saja, malas sekali menjawab pikirnya, namun saat akan melewati mereka rambut Mita di tarik dari belakang.


"Aww... apa -apaan sih kalian?" ujarnya memegang kepalanya.


"Kita hanya kasih loe pelajaran aja, biar loe gak keras kepala," ujar Dewi tersenyum sinis.


"Yu cabut," ucap Dewi.


Mereka pun meninggalkan Mita yang masih memegangi kepalanya yang lumayan sakit.


"Kenapa sih dengan mereka?" gerutunya kesal.


Mita pun masuk ke dalam kantin untuk mencari makan siang sambil menunggu Ifa di sana.


Setelah memesan makanan Mita pun duduk di sana, terdengan bisik-bisik di telinga nya,namun Mita hanya cuek saja.


kemana sih Ifa lama banget? Batinnya.


Tak berselang lama Ifa yang datang, menghampiri Mita di sana.

__ADS_1


"Hay Demit, kenapa tuh muka di tekuk gitu?" ujarnya terkekeh seraya menyedot minuman Mita.


"Kebiasaan loe Fot main serobot aja, gue lagi Bt tau gak?"


"Ya mana gue tau, lagian gue baru dateng , apa loe ada masalah?" selidiknya.


"Udahlah gue gak mood, nanti gue cerita, "


"Iiis loe itu ya keterlaluan banget sama gue, gue sengaja datang lebih awal, padahal gue masuk siang cuma pengen ketemu sama loe,"


"Darimana aja loe, kenapa tadi pagi langsung ngilang?"


"Sorry gue langsung cabut ada pemotretan di Distonya Bang Zay, lagian ngapain juga gue di kampus kan gue masuk siang,"


"Oh pantas saja, Zahra kemana kok gak keliatan?" Dari tadi Mita bertanya-tanya kemana teman yang satunya itu.


"Dia demam katanya gak enak badan,"


"Terus loe dari mana tau kalo Kak Romi mau buat kejutan kaya tadi?" Mita pun masih bingung dan penasaran.


"Oh itu, gue tau dari Rey,"


"Whatt? bukannya loe udah blokir no dia terus loe ketemu dimana?" Ucap Mita memencingkan matanya.


"Tadi pagi Dia telpon gue pake no Kak Aldi, gue juga gak tau kalo itu Rey makanya gue angkat aja, takutnya ada yang penting eh bener Dia ngasih tau kalo Kak Romi mau ngasih kejutan sama loe, gue udah telpon loe tapi gak diangkat, makanya gue langsung cus kesini, tau gak loe gue bawa motor kaya keseranan untung gue sampai dengan selamat,"


"Oh jadi gitu, makasih Ifot loe memang terbaik , dan masalah Adit juga pasti loe yang ngasih tau kan, udah ngaku loe?"


"He he he.. sorry Mit gue gak rela kalo loe terpaksa nerima jadi pacar kak Romi yang playboy itu,"


" Tenang aja loe gak usah khawatir meskipun gue gak sama Adit gue gak bisa nerima cowok manapun karna ortu gue udah jodohin gue sama anak rekan bisnisnya," ucap nya sendu.

__ADS_1


"Serius loe, jangan becanda Mit apa loe gak bilang kalo loe udah punya cowok?"


"Gue males, terserah ortu aja lah apa daya gue mungkin mereka mau yang terbaik buat gue,"


"Loe tau siapa cowok yang mau di jodohin sama loe?"


"Gue gak tau, pengen nanya tapi takut salah biarin aja lah nanti malam gue mau makan malam sama keluarga nya,"


Mita masih ingat pembicaraannya tadi pagi, kalo Papa nya berharap Mita bisa dekat dengan anak rekan bisnis nya itu, Dia sudah yakin kalo Papanya ada niat menjodohkannya.


Setelah pembicaraannya dengan Ifa, Mita kembali masuk kelas karna ada dua mata pelajaran hari ini.


Di sisi lain Adit sudah pulang dari kampus, sekarang Dia sedang berada di Distro Abangnya.


"Si Ifot tumben datang duluan, gak setia kawan banget Dia," gerutunya kesal, karna biasa nya mereka akan menjadi model baju Cample Abang Zay.


"Loe nya aja yang gak propesional bukanya gue udah ingetin tadi pagi kalo pemotretan akan di mulai siang ini, kenapa lo lupa? "


Adit pun mengingat percakapannya dengan Abang tadi pagi, namun Dia lupa saat sampai di kampus.


"Ya udah terus gue jadi model baju yang mana nih, Kak Boy kan udah gantiin gue,"


"Tuh di sana, loe tanya sama Fajar biar Dia yang jelasin, gue mau makan siang dulu keluar,"


Adit pun mengikuti ucapan Abang, Dia bergebas menghampiri Fajar di ruangannya.


"Jar, mana baju nya gue dah siap nih," ujarnya .


"Nih, jangan lupa loe berpose yang maco," ujar nya terkekeh.


"Ah sialan loe, gue ganti baju dulu kalo gitu," ujarnya masuk ke ruang ganti, sedangkan Fajar menunggu nya bersama yang lain.

__ADS_1


__ADS_2