
Setelah mendengar pengakuan dari Erlyen,hati Leonard mendadak jadi adem dan ia sangat bahagia tiada terkira.
Ya,akhirnya aku bisa tenang mulai saat ini aku akan memperhatikan semua kebutuhan Erlyen dan semua apa yang menjadi keinginannya.
Cinta yang begitu lama aku pendam akhirnya membuahkan penghasilan dan aku sangat bersyukur pada Tuhan atas anugerah terindah ini atas semua hasil dari kesabaranku selama ini.
Aku akan mengadakan pesta yangbsangat meriah untuk merayakan hal bahagia ini dan semoga saja Erlyen menyukainya.
Sebaiknya aku memberitahunya dulu soal pesta yang sudah aku rencanakan ini.
Dengan langkah gontai ia pun pergi kelyar gedung kantornya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
*
Erlyen sedang menata kamarnya dan mengganti semua gorden dan semua pernak perniknya.
Ia tak tahu hari ini ia begitu sangat bahagia.
Ada apa dengan diriku hari ini?Ia menghela nafas panjangdan kembali membereskan semua isi kamarnya itu.
Aku merindukan Kakakku Adrian,dimanakah Kak Adrian?Kenapadia tak pernah menghubungiku lagi apa dia sudah sangat bahagia bersama sahabatku Ditta?
Mereka berdua benar benar licik,aku akan memperhitungkannya awas aja ya?
Setelah semuanya beres,Ia pun berlalu ke dalam kamar mandi dan melakukan ritualnya seperti biasa dan kembali lagi ke dalam kamar dan berganti pakaian.
Hmm,kayaknya aku membutuhkan sesuatu deh.
Setelah berganti pakaian Ia pun mengendap endap keluar dari kamar dan menuju ke jalan pintas yang hanya ia dan mbok Tun tahu.
Ia benar,jalan pintas itu sering digunakan Mbok Tun pergi berbelanja keperluan dapur di pasar.
Ketika ia sudah sampai di luar pagar ia pun memesan grab atau taksi agar ia bisa berjalan bebas tanpa adanya bodyguard Leonard yang mengawasinya.
"Makasih Mbok Tun jalan pintas kita sungguh luar biasa."Ucapnya sambil melirik ke kiri dan ke kanan takutnya ada bodyguard Leonard yang melihatnya keluar tanpa pengawal.
__ADS_1
Ia pun melihat sebuah mobil seperti pesanannya via aplikasi datang menuju dirinya dan ia tak tahu ternyata di dalam mobil itu ada Leonard.
Setelah memberhentikan mobik tersebut ia pun masuk ke dalam mobil itu dan duduk dengan santainya tanpa mengetahui siapa saja yang berda di dalam mobil itu.
Ketika tiba tiba mobil itu berbelok kembali ke arah menuju rumahnya ia pun kaget dan melihat ke arah drivernya.
"Loh Pak kita kok balik lagi?"Ucapnya sambil melirik sebuah tatapan tajam dari arah belakang lewat kaca spion mobil.
Mata itu benar benar matanya,aku yakin itu pasti Leonard.
Ah si brengsek itu bemar benar lebih cepat seribu langkah di depanku.
"Leo....!!"Serunya dengan suara nyaring yang membuat si empunya telinga menutup telinganya agar gendang telinganya tak bermasalah.
"Kok tahu kalau aku mau pergi?"Ucapku sambil merapatkan dudukku di sisinya.
Pria ini sungguh licik aku dikerjainnya setiap hari.
Aku pun mencubit pria di sampingku yang sedari tadi hanya berdiam diri dan tetap menatap lurus ke depan.
"Kan aku udah bilang,aku tak suka kamu pergi kemanapun tanpa pengawal."Jawab Leonard tanpa menoleh kearahku.
"Benar benar ya pria ini."Sungutku dalam hati.
"Hei kamu ngomongin aku ya?"Ucap Leonard seakan tahu isi hatiku.
"Nggak mana aku berani ngedumel soal kamu."Jawabku sambil ku tatap wajahnya yang benar benar membuatku terhipnotis itu.
"Kamu mau kemana tadi sayang?Kan aku udah bilang kamu kemana mana harus ada yang menjaga karena diluar sana banyak kejahatan yang selalu mengintai diri kamu sayang?Harusnya kamu mengerti maksud dari apa yang selama ini aku bilang ke kamu sayang?"Ucap Leonard lagi sambil meraih kepalaku dan tanpa menunggu persetujuanku ia sudah menyandarkan kepalaku di dada bidangnya itu.
"Leo aku pengen ke mall aku ingin pergi tanpa adanya bodyguard yang selalu menjagaku,lagian aku bisa kok menjaga diriku jadi..."Belum selesai aku mengatakan semua yang ada dalam isi hatiku bibirku sudah di tutup oleh jari Leonard dan pria itu membisikkan sesuatu ke telingaku.
"Jangan membantah perintahku isteriku,aku takkan pernah bisa memaafkan diriku kalau terjadi sesuatu pada dirimu sayang,tolong pahami itu baik baik."Ucapnya serius.
"Hmm Leo aku ingin ke mall,antarin aku ya?"Keluhku sambil sambil ku angkat wajahku dan mencoba menatapnya lagi.
__ADS_1
Tetapi lagi lagi mataku dan matanya bertemu dan aku tak bisa menahan gejolak dalam hatiku untuk mengagumi keindahan pata birunya itu.
"Hei jangan terpesona padaku."Ucapnya narsis.
"Hehe aku memang terpesona pada tatapan tajam matamu itu Leo sangat menggemaskan dan rasanya aku ingin terjun ke dalam bola matamu itu."Ucapku memujinya dan spontan ku rasakan dadaku berdegup kencang tanda aku benar benar merasakan aliran listrik cinta yang sangat dahsyat.
"Kamu ingin masuk ke dalam bola mataku?"Tanya nya lagi sambil tersenyum.
"Hem...iya matamu sangat indah Leo."Pujiku padanya dan tak terasa kami telah tiba di mansionnya yang sangat mewah dan luas itu.
"Sayang aku akan memberitahu kamu sesuatu hal yang sangat indah."Ucapnya sambil membuka pintu mobil dan menarik tangan mungil Erlyen dan membawanya pergi ke taman dimana ia dan Erlyen sering duduk duduk sambil meminum secangkir teh kala senja hari.
"Leo ada apa ya?"Tanyaku sedikit berontak tetapi tangannya yang kekar menggenggam tangan mungilku dengan sangat erat seakan tak ingin lepas dariku.
"Duduklah dulu rilekskan otak dan ototmu dulu baru kamu aku beritahu apa yang ada dalam pikiranku beberapa hari terakhir ini. "Ucapnya sambil mencubit hidungku yang mungil ini.
Tak lama kemudian seorang pelayan membawakan makanan kecil dan minuman segar ke depan kami dan mempersilahkan kami untuk mencicipinya.
"Entah mengapa aku ingin sekali mengerjainya yang sangat antusias melayaniku dan menyayangiku sepanjang waktu."
Ketika aku mencicipi minuman itu tiba tiba aku memegang leherku dan berkata dengan terbata dan tanpa pikir panjang aku langsung terjatuh dari kursi dan aku sempat melihat kepanikan yang hakiki yang terpancar dari wajahnya itu.
"Ada apa ini?"Tanya Leonard sambil meraih tubuhku dan menggendongnya ke dalam kamar dengan langkah lebar.
Aku pun sengaja pingsan dan tertawa terbahak bahak dalam hatiku.
"Tau rasa kamu Leo aku sudah mengerjai kamu karena kamu selalu membuatku seperti anak kecil yang harus di jaga sepanjang waktu tanpa jeda."Gumamku dalam hati dan aku pun tanpa sadar tersenyum dan tanpa aku ketahui Leonard sudah melihat tingkah lakuku itu.
"Erlyennnnnnn....!!"Serunya sambil meraih kepalaku dan mengecupku berulang ulang.
**
To be continued guys
tolong di like,komentar dan vote ya guys...
__ADS_1
Terima Kasih...🙏🙏🥰