
Satu bulan beralu Mita sudah kembali ke tanah air, kini dia menjadi ibu rumah tangga karna Adit tak membiarkan dia bekerja.
Adit bekerja di perusahaan mertua nya, dia sangat semangat sekali mencari nafkah untuk istri nya.
Hoek.. hoek..
"Sayang kamu kenapa?" tanya Adit menghampiri Mita di kamar mandi.
Adit yang masih tidur pun terbangun mendengar suara istrinya, tidak biasa nya Mita muntah seperti itu.
"Gak tahu sayang aku beneran mual benget," jawab nya terus mengeluarkan isi perut nya.
Adit pun jadi khawatir melihat wajah Mita yang nampak pucat, dia pun menggendong Mita dan meletakan nya di atas tempat tidur.
"Kita ke dokter ya aku gak mau kamu kenapa-napa," ujar nya dan Mita pun mengangguk.
Adit mandi terlebih dulu setelah itu membantu Mita mandi,setelah rapi mereka pun segera keluar dari Apartemant.
Setelah menikah mereka memutuskan tinggal di Apartemant Adit, tempat nya yang nyaman dan tak terlalu luas membuat Mita betah.
Dua puluh menit berlalu mereka pun sampai di rumasakit, mereka pun langsung masuk ke ruang dokter.
"Selamat siang nona Mita apa yang anda rasakan?" tanya dokter cantik itu.
Mita tersenyum saat teringat Dokter itu adalah Anisa mantan pacar nya Yoga.
"Saya mual dok mungkin asam lambung saja naik," jawab Mita menebak.
Dokter cantik itu memeriksa tubuh Mita, namun dia malah menanyakan kapan Mita terakhir datang bulan.
Mita dan Adit saling melirik dengan pertanyaa dokter cantik itu."Dua minggu yang lalu dok," jawab Mita.
Dokter tersebut memberikan Mita tespek membuat Adit kaget namun juga senang semoga saja Mita beneran hamil pikir nya.
__ADS_1
Mita pun masuk ke dalam kamar mandi dan langsung mengecek air kencing nya itu, setelah menunggu lima belas menit dia pun keluar sambil menyerahkan tespek tersebut.
Adit nampak tegang dan harap-harap cemas, begitu juga dengan Mita dia tidak berani melihat itu.
"Selamat ya Nona anda benar-benar hamil," ucap Dokter itu memperlihat kan tespek bergaris dua.
Adit nampak senang dan langsung memeluk Mita, tapi berbeda dengan Mita dia nampak diam saja sungguh dia bingung harus bicara apa.
"Kandungan anda berumur 5 minggu, jadi harap di jaga dengan baik ya jangan banyak pikiran dan soal mual-mual itu niasanya akan berlangsung 3 atau 4 bulan kedepan, nanti saya kasih vitamin untuk mengurangi rasa mual," ujar Dokter Anisa.
Mita yang sedari tadi diam pun akhirnya mulai berani bertanya."Maaf dok kami baru menikah satu bulan lalu kenapa umur bayi kami bisa lebih?" tanya Mita.
Sedangkan Adit juga baru sadar akan hal itu, dokter Anisa nampak tersenyum mendengar pertanyaan Mita.
Dokter Anisa pun menjelas kan dengan ilmu kedokteran karna sudah biasa perhitungan seperti itu bahkan ada yang baru menikah dua minggu tapi hitungan hamil nya sudah 4 minggu membuat pasangan suami istri itu bertengkar.
Namun dokter menjelaskan semua nya kepada mereka, bukan karna hamil duluan.
Mita pun menghela nafas, dia bernafas lega dia takut kalo Adit gak percaya padanya.
Kini mereka sudah kembali ke Apartemant nya,Mita nampak murung saat mengetahui umur bayi nya itu.
"Bukan begitu masa nikah baru sebulan tapi hamil nya udah lebih, pasti orang-orang berprasangka buruk sama aku," ucap nya sendu.
Sedangkan Adit hanya tersenyum melihat Mita yang nampak cemberut."Jangan berpikir macam-macam sayang aku yang pertama dan kamu masih perawan saat nikah sama aku, emang prediksi dokter kan beda,"
"Iya tapi kan...
"Udah ya kamu jangan banyak pikiran kasian bayi kita," Mita pun akhirnya bisa tenang mendengar penuturan suami nya.
"Makasih sayang aku sayang kamu," ungkap nya Adit pun terkekeh mendengar penuturan Mita.
Dia semakin mengeratkan pelukan nya, dia pun sama sangat sangat mencintai dan menyayangi Mita.
__ADS_1
***
Keesokan hari nya Mita berkunjung ke rumah mertua nya di sana sudah ada Icha yaitu kakak Ipar nya.
Icha sangat lah ramah dan lemah lembut berbeda dengan Ifa adik nya yang tak pernah berubah.
Mereka mengobrol seputar kehamilan, Mita sangat senang ketika memberi tahu keluarga suami nya mereka menyambut nya dengan hangat dan bahagia.
Begitu juga dengan orang tua nya yang sudah Mita kasih tau, mereka sangat bersyukur akan menjadi nenek dan kakek dalam waktu dekat.
Selama hamil Mita sering muntah-muntah dan juga pusing, hingga mereka pun tinggal sementara di rumah orang tua Mita.
Sebenar nya Adit tidak enak tinggal bersama mertua nya namun dia tidak bisa meninggalkan Mita sendiri di saat dirinya pergi bekerja.
Di samping rumah mertua nya Adit ada rumah Iqbal, sepupu Mita yang juga sahabat dari kakak nya yaitu Abang dan Icha.
Icha juga sering main kesana membawa anak-anak nya, jadi Mita tak kesepian karna ada mereka, berbeda jika tinggal di Apartemant diri nya merasa sangat kesepian.
Di sisi lain Yoga juga sedang mempersiapkan pernikahan nya yang tinggal menghitung hari, namun Yoga belum juga cuti dia akan cuti selama satu minggu itu pun cuma 3 hari sebelum dan r hari sesudah menikah.
Ayah nya sering kali meminta Yoga untuk berhenti saja dari pekerjaan nya yang seorang TNi namun Yoga tetap menolak, apalagi setelah menikah dia akan di pindah tugas kan lagi ke luar kota.
Zahra akan bersedia menemani suami dimana pun mereka berada termasuk di daerah terpencil sekali pun.
Pak Ali sangat bersyukur mempunyai menantu yang pengerian seperti Zahra, yang lahir dari orang kaya namun mau di ajak hidup sederhana bersama anak nya di pelosok desa.
Zahra sendiri merasa bahagia bisa mendapat kan suami yang baik seperti Yoga, tak pernah terbersit sedikit pun dalam benak nya akan menjadi ipar dari Mita.
Sungguh lengkap sudah kebahagiaan Mita, dia bersyukur bisa memiliki suami yang super perhatian seperti Adit juga kakak ipar yang baik seperti Icha dan Zahra.
Bukan hanya kakak ipar tapi Zahra adalah sahabat terbaik nya, sama seperti Ifa yang sudah menikah minggu lalu dan ikut suami nya ke Singapura dan menetap di sana.
Karna sesungguhnya kebahagiaan itu tak di ukur dari seberapa banyak nya harta yang di miliki, tapi kehangatan dan kebersamaan pun mampu menciptakan kebahagiaan itu sendiri.
__ADS_1
Hanya satu permintaan Mita saat ini yaitu selalu di berikan kesehatan dan umur yang panjang, agar bisa melihat anak-anak nya tumbuh besar dan menikmati masa tua bersama suami nya sampai ajal menjemput.
TAMAT...